
Setelah kejadian dimana Mak Alisa dan Papi Gilang kepergok oleh Papa Fabian di kamar mandi belakang, hari ini mereka sedang mengadakan acara pernikahan Mitha dan Anto.
Kemarin, sempat malu karena terus di goda oleh Papa Fabian. Tetapi Papi Gilang tidak ambil pusing. Memang benar adanya seperti itu. Kapanpun ia membutuhkan kebutuhan khusus itu, Mak Alisa harus segera memberikan nya jika tidak ingin melihat Papi Gilang sering mengamuk karena hal itu.
Dan hari ini. Pernikahan Mitha akan segera di selenggarakan di sebuah hotel milik Papa Fabian. Semuanya sudah menunggu disana. Hanya tinggal satu orang lagi yang belum datang. Yaitu Mama Karin.
Padahal kemarin sudah dikabarkan oleh Mitha. Dan beliau mengiyakan. Tapi sudah hampir tengah hari beliau belum juga terlihat. Lelah menunggu, akhirnya pernikahan Mitha pun segera dilaksanakan.
Sah.
Terdengar di seluruh penjuru ruangan hotel itu. Tama dan Annisa mengucap syukur. Akhirnya, Mitha dan Anto sah menjadi suami istri di mata hukum dan agama.
''Selamat ya buat kalian berdua. Kalau sudah begini. Kita berdua langsung pergi berlibur kan ya Bang?'' kata Annisa pada Tama.
Tama mengangguk dan tersenyum. ''Ya, sesuai dengan keinginan mu Ratuku.'' Tama mengedipkan matanya pada Annisa untuk menggoda nya.
Annisa memeluk lengan Tama karena malu. Tama malah memeluknya dengan erat. Semua yang ada disana tertawa bersama.
Acara pernikahan itu berlanjut dengan resepsi pernikahan mereka berdua. Banyak tamu yang di undang ke dalam acara pernikahan Mitha putri bungsu dari pengusaha sukses Fabian Pratama.
Banyak rekan bisnis dari Papa Fabian dan Tama yang ikut hadir disana. Semua nya begitu meriah.
''Bang, capek!'' keluh Mitha pada Anto.
__ADS_1
''Sabar ya? Sebentar lagi selesai kok. Nanti kita langsung pulang kerumah ya?''
''Hem,'' jawab Mitha sudah tidak sanggup lagi.
Acara itu terus berlanjut hingga pukul sepuluh malam. Semuanya sudah bubar karena sudah tidak ada tamu lagi yang datang , Mitha dan Anto pulang ke kediaman mereka bersama dengan Tama dan Annisa.
Letak rumah mereka yang bersebelahan membuat mereka pulang bersama menggunakan mobil Tama.
Satu jam kemudian, mereka sudah tiba di kediaman Tama. Anti langsung saja membawa Mitha yang sudah terlelap menuju kerumahnya setelah berpamitan dengan Tama dan Annisa.
Anto masuk kerumah itu setelah satpam rumahnya membuka pintu rumah agar Anto bisa masuk. Sementara Mitha sudah terlelap sedari tadi.
Anto langsung saja membawa Mitha ke kamar pengantin mereka. Tiba disana, ia tertegun. Kamar pengantin mereka sudah dihiasi dengan tirai berwarna putih. Di setiap jendela nya.
Apalagi Mitha terus saja bergerak gelisah karena bajunya yang lumayan tebal dan berat. Itu memancing sesuatu di dalam diri Anto. Sesuatu yang tertutup terasa sesak tiba-tiba.
''Sssssttt...'' desis Anto.
''Uggghh... kita dimana??'' tanya Mitha pada Anto.
''Kita dirumah. Di kamar kita..'' jawab Anto dengan suara seraknya.
Ia menatap Anto dengan tatapan sayunya. Anto tersenyum, ''Abang mencintai mu, Mitha. Sangat mencintai mu..'' bisik Anto di telinga Mitha
__ADS_1
Membuat Mitha memejamkan matanya merasakan hangatnya hembusan nafas Anto. Anto berjalan membawa Mitha untuk ia rebahkan di ranjang.
Tiba disana sepasang mata itu saling bertatapan dan tersenyum bersama. Entah siapa yang mulai, kini putik ranum keduanya sudah menyatu untuk pertama kalinya.
Desiran halus dari decapan dan kecupan itu membuat tubuh kedua nya memanas. Belum lagi aroma terapi di dalam kamar itu membangkitkan sesuatu di diri mereka. Hingga terjadi seperti yang mereka inginkan.
Bersatu dan bersentuhan untuk pertama kali menimbulkan rasa sensasi yang sangat indah bagi mereka pasangan baru. Apalagi Anto yang selama ini sudah cukup umur beda sedikit dari Tama.
Sudah sangat membutuhkan kebutuhan biologis. Mereka berdua menyatukan dalam satu balutan selimut hangat. Bersatu untuk pertama kali.
Walau sempat Mitha menangis karena kesakitan, tapi akhir nya jebol sudah apa yang ia jaga selama ini untuk sang kekasih hati. Yaitu Anto.
Mereka berdua bersatu dan berlomba untuk mencapai kenikmatan bersama. Sedangkan dirumah Tama, Tama pun demikian.
Ia juga sedang menggarap sang istri tapi tidak sampai menjebol tanggul. Waktunya masih tersisa enam bulan lagi.
''Hadeeuuuhh... naseb.. naseb! ingin merasakan belah tanggul kayak si Anto, malah tanggulnya harus dijaga sampai Enam bulan lagi. Ck. Nggak asik ah selalu begini!'' keluh Tama pada Annisa.
Annisa yang sudah kelelahan tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa terkekeh saja untuk menimpali ucapan Tama. Dasar Tama. Suka sekali memancing. Setelah di pancing, dirinya sendiri yang kebingungan.
Beruntungnya Annisa bisa menangani Tama dengan baik. Sekarang mereka berdua tertidur pulas setelah aktivitas yang melelahkan.
Kasihan banget Tama selalu saja gagal. Sedang Anto sudah puas buka tanggul surga. 🤣🤣
__ADS_1