Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Ceraikan aku!


__ADS_3

Braaakkk..


"Annisa!!!!" pekik Tama saat melihat Annisa jatuh terbentur tepi meja makan.


Tama berlari mendekati Annisa dan menyentuh istri kecilnya itu. Annisa meradang ketika Tama menyentuh tubuhnya.


Plaak..


Brraaakk..


Annisa menepis tangan Tama dan mendorong nya hingga terjengkang jatuh ke lantai tepat di hadapan Selly.


Entah seberapa kuat kekuatan Annisa saat ini. Yang jelas, tubuh Tama yang tinggi tegap itu pun bisa jatuh terjengkang.


"HIKS.. KELUAR KAU BRENGSEK! KELUAR!!! AKU TAK MAU MELIHATMU ADA DIRUMAH INI!!! PERGI IIIII!!!!!" pekik Annisa dengan suara melengking.


Hingga rasanya gendang telinga mereka berdua ingin pecah saat itu juga. Tama menatap sendu pada Annisa.


''Sayang.. dengarkan dulu-,''


''PERGI!!!''


Pekik Annisa lagi. Hatinya begitu sakit saat ini. Luka tadi pagi saja belum sembuh, sekarang ditambah luka baru.


Tama menatap sendu pada Annisa. Inilah yang ia tidak mau. Dan inilah yang ia takutkan jika sampai Annisa melihat nya dengan wanita lain.


Sedari tadi, Tama sudah berusaha mengusir Selly. Tapi dasar ulat keket itu begitu Keukeh ingin berada dirumah itu.


Alasannya hanya ingin menemaninya. Dan bodohnya Tama, ia sampai melupakan Annisa yang sedang sakit dan kelaparan di kamar mereka.


Lagi, ia mencoba bangkit dan dibantu oleh Selly. Namun di tepis oleh Tama dengan keras.


PLAKK..


''Dri!!!''


Tama tak peduli. Yang ia pikirkan sekarang Annisa. Istri kecilnya. Perasaan nya semakin sakit saat melihat tangan Annisa mengeluarkan darah karena tersenggol pecahan kaca.


"Sa-sayang..." panggil Tama, ia mencoba mendekat lagi pada Annisa. Namun, perkataan Annisa baru saja, menghentikan gerakan tangannya untuk merengkuh Annisa.

__ADS_1


"AKU MINTA... CERAIKAN AKU!!!" ucap Annisa dengan wajah sembab penuh air mata. Tatapan mata itu begitu dingin untuknya.


Tama terkejut.


Deg!


Deg!


Deg!


Debaran jantung seperti di pompa ribuan kali, hingga rasanya sulit untuk bernafas. Tama menatap tajam pada Annisa.


Annisa tak gentar. ''KAMU DENGAR TIDAK?! CERAIKAN AKU ADRIAN PRATAMA!!'' tekan Annisa lagi masih dengan suara meninggi.


Tama mengepalkan kedua tangannya. ''TIDAK AKAN! SEKALI AKU MENGUCAPKAN IJAB QOBUL ATAS NAMA MU, SELAMANYA AKAN SEPERTI ITU! JANJIKU TIDAK MAIN-MAIN SAYANG! SUDAH BERAPA AKU BILANG, JANGAN MEMIMTA HAL YANG TIDAK AKAN PWRNAH AKU KABULKAN! OKE! ABANG SALAH! Abang salah.. karena telah mengabaikan mu.. Abang pikir, kamu masih tidur. Abang lupa waktu.. maafkan Abang sayang.. maafkan Abang.. Abang salah...'' lirih Tama dengan mendudukkan dirinya di hadapan Annisa.


Selly terkejut dengan ucapan Annisa dan Tama baru saja. Ia bukan gadis yang bodoh, Selly paham apa maksud Annisa dan Tama baru saja.


''Dri... I-ini.. A-apa maksudnya??'' tanya Selly ingin memastikan apa yang ia dengar benar atau tidak.


Tama tak menyahut, ia semakin mendekati Annisa yang masih tersedu.


''Sayang.. maaf.. Abang salah..'' lirih Tama dengan dada yang begitu sesak.


Deg.


Lagi, jantung Tama seperti di tusuk tombak behoy banyak. Sakit sekali. ''Pergi Bang.. aku mohon.. tinggalkan aku sendiri... hiks.. pergi.. bawa wanita mu pergi dari rumah ini.. tinggalkan aku... bawa dia keluar dari rumah ini.. hiks.. aku nggak sanggup.. hiks..'' Isak Annisa begitu pilu.


Tama tidak tahan melihat nya, dengan segera ia bangkit dan menarik tangan Selly hingga wanita itu terhuyung-huyung.


Tiba di sofa ruang tamu, Tama menggapai benda milik Selly. Setelah dapat, ia menarik Selly lagi.


Tiba didepan pintu, ia membuka pintu dengan kasar dan mendorong Selly keluar tanpa berkata sepatah katapun.


''Tunggu Dri! Kamu belum jawab pertanyaan ku! Apa benar Jika adik angkat mu sudah menjadi istrimu??'' tanah Selly masih dengan memegang lengan Tama.


Semua itu tidak luput dari perhatian Annisa yang sudah berdiri di ruang tamu. Tama tidak tau itu karena ia sudah berbalik menghadap Selly yang sedang membutuhkan jawaban.


''Seharusnya kamu sudah tau Selly. Dari panggilan ku saja untuknya sudah jelas. Kenapa kamu bertanya lagi?! Bukannya tadi kamu sudah dengar sendiri apa yang aku katakan?! Aku rasa.. telinga mu itu belumlah tua Selly! Hingga harus mengulang kembali perkataan ku tadi.'' Jengah, inilah yang Tama rasakan saat bersama Selly.

__ADS_1


''Berarti.. kamu dan dia... sudah menjadi suami istri?!'' pekiknya


''Ya,'' tegas Tama tanpa ada keraguan Dimata nya


''Kamu..?!''


''Ya, Annisa adik angkat ku, merupakan istri sahku secara hukum dan agama.'' Tegas Tama lagi hingga membuat Selly melotot tak percaya.


''Apa?!?!'' pekik Selly untuk yang kesekian kali.


Tama menghela nafasnya. Lelah. ''Pergilah! Aku tidak pernah mengatakan padamu, jika aku menerima mu sebagai calon istriku! Tapi kamu sendiri yang mengakui nya! Aku tau, aku salah karena telah mengabaikan nya karena mu. Jadi ku mohon, pulanglah. Jangan datang lagi ke sini! Cukup sampai disini. Kita tidak memiliki hubungan apapun Selly! Sudah cukup! Pergilah!'' usir Tama dengan suara rendahnya, namun begitu menusuk jantung Selly.


Ia menatap nyalang pada Annisa yang sudah berdiri di belakang Tama. Senyum sinis tersungging di bibir tipis nya.


''Kamu yakin? Menikah dengan adik angkat mu yang labil ini? Aku rasa.. dia masih sekolah bukan? Aku heran sama kamu Adrian! Kenapa kamu lebih menyukai yang kecil sih, dibandingkan yang sudah besar? Lihatlah penampilan nya! Cantik tidak, modis apalagi? Dia cuma cewek kampung! Sama seperti ibunya! Cih sok Suci! Pakaian aja alim, tapi kelakuan begitu kasar! Jika memang dia istri yang baik, tidak mungkin 'kan ia menyiram suami dan temannya dengan air panas?! Dan juga menyiksa suaminya dengan cara melemparkan mangkuk mie karena teman suaminya itu menginginkan makanan sepertinya?! Cih! Muak aku melihat wanita sepertinya! Kamu juga! Kamu sekarang, jadi pedofil! Lebih suka sama yang anak-anak! Ada yang besar, kok milih yang masih putik? Kenapa nggak bayi sekalian?! Atau nggak, sekalian aja kamu nikahin ibunya!''


Ddduuaaarrr..


Tama dan Annisa tersentak mendengar ucapan Selly yang begitu menyudutkan nya. Dan lagi, ia menghina seseorang yang belum pernah temui sama sekali.


Tama merah padam mukanya. Annisa pun sama. Ia mengepalkan kedua tangannya. Dengan segera ia keluar dan berdiri di hadapan Tama.


Karena Tama menghalangi jalannya, ia mendorong Tama sedikit agar bergeser. Tama terkejut.


''Awas Bang!'' tegur Annisa.


''Sayang!'' seru Tama dengan segera mencekal tangannya.


Annisa melepas paksa tangan Tama dari tangan kecilnya. Ia berdiri menjulang dihadapan Selly.


''Apa kau bilang tadi wanita tua?! Kau bilang, kau muak Melihat ku?! Dengar P E L A K O R!'' Annisa menunjuk wajah Selly.


Tama melototkan matanya mendengar ucapan Annisa. Sedang Selly, terkejut dengan ucapan istri kecil Tama.


''Dengar kau pelakor!! Kau disini yang tamu tak di undang, datang kerumah orang tanpa mengabari! Dan masuk tanpa di izinkan oleh pemilik rumah! Dan sekarang, kau mengatakan aku sok suci?! Sok alim??? Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kau pantas jika ku panggil dengan wanita baik? Sementara kedatangan mu kesini pun hanya untuk menghancurkan rumah tangga orang?! Dasar pelakorr!!''


DEG.


💕💕💕💕

__ADS_1


PELAKOR?? 😱😱😱


Maksudnya neng Selly itu pelakor, neng Annisa?? 🤔🤔😱😱


__ADS_2