Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Saling mempertahankan


__ADS_3

''Nak.. maaf, kalau Mama menyela. Kamu kenal sedari kapan dengan putra Mama ini?? Setau Mama, bukannya kamu itu hanya teman seangkatannya ya?''


Ustadzah Azura menatap Mama Linda dengan wajah datar. ''Jauh sebelum ada Annisa di dalam kehidupan kami berdua. Seperti itulah kedekatan ku dengan bang Tama.'' jelasnya. Ia menatap Annisa dengan dingin.


Mama Linda dan Tama tertawa. Annisa terkekeh kecil. ''Kamu salah nak.. mereka itu sudah bersama sejak Annisa belum ada nak.. kamu salah. Tama hadir di kehidupan Annisa jauh sebelum Annisa ada. Saat itu umur Tama masih berusia lima tahun saat pertama kali Mama menemui Mak Annisa. Alisa. Kamu salah. Annisa lebih dulu mengenalnya dibandingkan kamu yang saat itu duduk di bangku SMP. Kamu orang luar Azura!''


Deg!


Deg!


Bagai disentil jarum hari ustadzah Azura. Ia menatap tajam pada Annisa yang menatap nya dengan terkekeh kecil. Begitu juga dengan Tama.


Bahkan Tama saking nakalnya, sempat-sempatnya tanahnya nakal itu masuk kedalam hijab Annisa dan menyentuh benda lunak namun lembut sebesar buah melon itu.

__ADS_1


Annisa melotot sedangkan Tama tertawa. ''Kamu orang luar Azura! Kamu mengenal Tama saat sudah SMP. Sedangkan Annisa, sedari Annisa belum lagi lahir Tama sudah ada bersama Mak Alisa. Bahkan ketika melahirkan Annisa pun Tama juga yang menemaninya. Kamu salah Azura! Salah besar! Kamu biakan siapa-siapa di kehidupan Tama! Kamu hanya pendatang di dalam kehidupan nya!''


''Kamu tidak tau apapun tentangnya! Tapi Annisa tau semuanya! Mereka memang sudah di jodohkan sedari lahir! Hanya saja waktu itu Mak Alisa tidak mempercayai nya. Dan sekarang, terbukti apa yang pernah Mama katakan dulu. Bahkan Mama pun pernah bernazar jika suatu saat Annisa yang menjadi menantu Mama, maka Mama akan berangkat umroh hari itu juga. Dan ya, terlaksana. Seumur hidup Mama, Mama belum pernah menginjakkan kaki ke baitullah al-haram.''


''Tapi karena Annisa, semua ini terwujud. Bahkan kamu tau Azura? Annisa lah yang mendaftar Mama satu tahun yang lalu sebelum mana menikahkan mereka berdua! Jadi, kamu jangan pernah bermimpi untuk masuk ke dalam kehidupan Tama. Mama lebih menginginkan Annisa menjadi menantu Mama dibandingkan dengan wanita manapun!''


''Sekuat apapun dia mencoba merebut Tama nanti, maka Mama yang akan mempertahankan nya! jika pun nanti mereka menikah, Mama tidak akan pernah merestui pernikahan mereka sampai kapanpun! Hidup atau mati, Mama tidak pernah mengizinkan nya!''


Ddduuaaarrr...


Patah sebelum berkembang. Mati sebelum tumbuh. Hancur sebelum terbentuk. Dan kalah sebelum berjuang. Ustadzah specles mendengar ucapan Mama Linda.


Ucapan Mama Linda begitu memukul telak dirinya. Ia kalah sebelum berjuang. Kalau dapat, ia tidak direstui dan tidak di inginkan oleh Mama Linda.

__ADS_1


Ia mengepalkan kedua tangannya. Rahang nya mengetat. ''Kalau aku tidak bisa memiliki Adrian, maka Annisa pun tidak boleh memiliki nya! Aku akan memisahkan mereka berdua! Lihat saja! '' gumamnya dalam hati begitu geram.


Tanpa berkata apapun, Azura pergi meninggalkan mereka bertiga. Tama, Annisa dan Mama Linda menatap kepergian nya dengan tatapan berbeda.


Entah apa yang ada dalam pikiran mereka bertiga. Yang jelas, kepergian Ustadzah Azura meninggal kan rasa yang entah seperti apa.


Jika pun kamu ingin merebut ku dari Annisa, aku tidak akan pernah mau denganmu! Bagiku, hanya Annisa. Tiada lagi yang lain! Tama.


Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan apapun yang telah menjadi milikku. Sekuat apapun kamu mencoba untuk merebutnya, aku tidak akan tinggal diam. Kalaupun suatu saat aku pergi, itu bukan karena dirimu. Melainkan karena diriku yang ingin lebih menata diri agar layak dan pantas bersanding dengan seorang Adrian Pratama. Annisa.


Mama akan mempertahankan hubungan kalian berdua. Mama akan maju menjadi pelindung bagi kalian, jika gadis yang bernama Azura itu muncul di dalam kehidupan kalian berdua. Bagi Mama, hanya Annisa yang pantas menjadi menantu Mama. Walaupun masih kecil, tapi ia bisa menghargai dan menghormati orang tua. Mama tidak mungkin salah menilai. Bahkan Mak nya pun begitu baik terhadap Mama. Apalagi Annisa. Mama menginginkan Annisa. Bukan gadis lain. Mama Linda.


Saling mendukung satu sama lain dan saling menyayangi. Tama dan Annisa begitu kuat mempertahankan hubungan mereka. Begitu juga dengan Mama Linda.

__ADS_1


Entah apa yang akan terjadi jika suatu saat ada rubah berbulu domba yang akan masuk dan mengacaukan hubungan mereka berdua. Semoga mereka berdua kuat menghadapi badai dan kemelut rumah tangga mereka.


Semoga saja.


__ADS_2