
Keesokan paginya mereka semua pulang bersama dengan membawa si kembar bersama mereka. Salah satunya ada pada Kinara.
Semua nya pulang dengan suka cita. Mereka menyambut semua menyambut hangat kedatangan bayi kembar tiga itu.
Rencana nya lima hari lagi mereka akan mengadakan acara aqiqahan untuk si kembar dan semua persiapan itu Anto dan Danu yang menyiapkannya.
Seluruh keluarga sangat senang akan kabar tentang lahirnya si kembar tiga ini. ( Kalau bahasa enggres keseleo lidah othor. Jadi bahasa kita aja ye? 😁 ).
Bunda Zizi dan ketiga anak nya pun sudah tiba dari kemarin. Anto mengirimkan seseorang untuk menjemput ke empat orang itu tanpa permintaan siapa pun. Semua itu inisiatif darinya karena ia tau, jika empat orang itu juga merupakan orang terpenting Kakak iparnya.
Mereka sangat bahagia dengan kelahiran putra dan putri Tama dan Annisa. Dua orang yang begitu terikat dengan mereka berempat.
*
*
*
Lima hari kemudian.
Hari ini merupakan hari aqiqahan untuk si kembar tiga. Sekaligus penabalan nama untuk ketiga bayi kembar Tama.
semuanya bersuka cita. Untuk seminggu ini ada Mak Alisa, Mama Linda dan Bunda Zizi yang mengurus ketiga bayi kembar itu.
Tetapi untuk ke depannya, Tama sudah menyiapakan baby sitter yang langsung Papi Gilang carikan saat Tama mengatakan jika ia membutuhkan Baby sitter tiga orang untuk mengurus ketiga bayi kembarnya.
Jika untuk si kembar sulung, Tama bisa mengurusnya sendiri. Seperti saat ini, Tama sendirilah menyiapkan ketiga anak kembarnya. Kedua anak itu begitu menurut dan patuh kepada Tama. Tidak sedikitpun mereka membantah.
Acara aqiqahan si kembar tiga akan diadakan sebentar lagi. Tepat pukul sembilan pagi. Semuanya sudah selesai, tinggal menunggu tamu yang di undang saja untuk datang.
Tama mengundang tetangga sekitar, anak yatim, fakir miskin serta pedagang jalanan pun tidak luput dari undangan Tama.
Semua itu sengaja ia lakukan karena selama ini ialah yang menjadi donatur tetap untuk orang-orang yang mereka undang itu.
Annisa sangat bersyukur karena Tama tau kemana ia harus membagikan seluruh rezekinya selama lima tahun ini.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Ucap Anto membuka suara
__ADS_1
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh," sahut semua yang ada disana.
"Acara aqiqahan dan penabalan nama untuk si kembar tiga akan segera kita mulai. Untuk Pak Ustad kami persilahkan." Ucap Anto yang bertindaksebagi moderator disana.
Papi GIlang mengangguk, "Baiklah, segera kita mulai acara penabalan nama si kembar. Silahkan Pak Ustadz," tambah Papi Gilang mempersilahkan seorang ustad untuk membacakan doa serta meneteskan madu dan santan di mulut kedua bayi kembar itu. Serta mencukur sedikit rambut mereka.
Baru setelahnya pemberian nama dan juga di doakan oleh semua tamu yang hadir di acara Aqiqahan itu.
"Terimaksihh, kepada pemilik rumah yang sudah mengundang saya dan memepercayakan saya sebagai seseorang di tugaskan untuk memberi nama pada bayi seorang teman saya saat kami di undang ke mesjid dan majelis ta'lim. Tuan Tama. Saya mulai!" ucapnya pada Tama yang kini duduk disamping Annisa dan juga Mak Alisa.
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Allahumma sholli 'ala muhammmad waala alihi wabarik wasallim.."
"Anak yang tampan! Sama seperti Papinya. Adrian Pratama dan Annisa yang sudah memiliki dua orang kembar juga yang bernama Danis dan Tania. Dan untuk pemuda tampan kecil ini cocok sekali nama seorang nabi kita yaitu Yusuf Putra Pratama. Jadilah anak yang baik dan patuh dan kedua orang tua dan berbudi luhur."
"Amiinn.."
"Dan untuk kedua sicantik ini saya berinama Almaira Putri Pratama dan Alzana Putri Pratama. Semoga kalian menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Patuh kepada kedua orang tua dan juga terutama pada pada perintah Allah SWT. Karena hanya Dia lah yang sangat dan harus kita patuhi seluruh perintahnya. Silahkan untuk mendoakan ketiga bayi ini dengan berkeliling. Untuk Papi, Opa dan kakek sibayi, silahkan!" katanya pada ketiga orang saat ini sedang menggendong ketiga bayi Annisa dan Tama itu.
Mereka bertiga berkeliling untuk meminta doa dan berkast terutama dari fakir miskin dan juga anak yatim yang Tama undang kerumah mereka.
Annisa tidak di izinkan bergerak oleh Tama. Acara aqiqahan si kembar tiga begitu khidmat. Acara itu pun selesai, setelah pembagian amplop dan seluruh tamu yang diundang ikut makan serta membawa pulang daging aqiqahan yang sengaja disiapkan untuk mereka semua.
Acara itu pun selesai saat pukul dua siang setelah mereka makan bersama. Annisa sudah berada di kamar mereka saat ini. Dengan di temani Kinara dan Bella, ketiga bayi itu begitu damai dalam tidurnya.
Sementara Annisa dan Tama saat ini sedang duduk berdua dibalkon berdua saja. Sambil menyuapi Annisa makan, Tama pun ikut makan seperti yang Annisa makan.
Ia tidak ikut makan daging kambing karena Annisa tidak bisa makan daging kambing. Annisa terharu melihat itu.
"Udah.. Abng nggak usah ikut adek makan sayur kayak gini. Abang makan aja ya daging kambingnya?" kata Annisa pada Tama dan dijawab oleh Tama dengah gelengan.
"Nggak sayang. Abang akan makan apa yang kamu makan. Selagi kamu belum bisa makan yang lainnya maka Abang pun akan ikut makan seperti ini dengan mu. Biar Abang juga bisa merasakan rasanya sakit saat melahirkan dan juga masa nifas kamu. Ayo, buka lagi mulutnya!" titah Tama ada Annisa yang saat ini memandangnya dengan mata berkaca-kaca.
"Terimakasih Bang. Adek beruntung bisa memiliki suami pengertian seperti abang yang mau merasakan apa yang adek rasakan saat melahirkan dan masa nifas. Bagi lelaki lain belum tentu mereka bisa melakukan hal ini. Terimakasih Bang Adrian Pratama suamiku, Kekasihku, pujaan hatiku dan juga Imam surga duniaku!" ucap Annisa yang di tertawai oleh Tama karena Annisa mengatakan suami surga dunianya. 😂
Annisa pun terkikik geli. "Kamu pun begitu sayang. Terimakasih sayangku karena kamu masih mau menerima suami tua mu ini. Terlepas dari masalah dan juga pernikahan kita dulunya yang terpaksa, Abang bersyukur bisa menikahimu. Dan tidak pernah menyesal menikah dengan mu. Annisa Istri Kecilku!"
Annisa dan Tama tersenyum berdua saat tatapam mata mereka saling bertaut. Tatapan mata yang sarat akan binar cinta yang begitu dalam.
__ADS_1
Perjalanan cinta mereka yang begitu berliku. Tama yang terpaksa menikah dengan Annisa yang masih sangat labil bisa bertahan karena rasa sayang dan cinta nya melebihi rasa benci dan egoisnya saat melihat tingkah Annisa.
Tama pria dewasa yang begitu sabar dalam menangani sikap labil Annisa yang kadang baik dan kadangnya berubah-ubah.
Maklum kan saja jika Annisa itu masihlah sangat kecil. Dan juga saat ia menikahi Annisa saat itu masihh berumur tujuh belas tahun bahkan kurang.
Tetapi karena Tama bisa mengimbangi sikapnya itu, mereka berdua saat ini berbahagia. Tiada kata terlambat untuk berubah.
Begitu juga degan Annisa. Ia yang begitu labil harus dihadapkan pada seorang pemuda yang menjadi pelindung serta yang sangat menyanyanginya ketika dirinya masih kecil dulu.
Selama ia sekolah dan tinggal di Bandung, sudah cukup untuk membuatnya berubah dan menata dirinya yang selalu saja berubah-ubah.
Jangan salahkan Annisa bersikap kayak preman. semua itu karena dirinya yang masih labil. Bagi siapa yang pernah mengalami hal seperti Annisa, pasti tau seperti apa yang sebenarnya jiwa labil itu. Othor pun dulu begitu.
Jadi jangan menyalahkan Annisa karena dirinya yang labil. Tetapi petiklah hikmah dari setiap perjalanan rumah tangga mereka.
Kisah Tama dan Annisa sudah selesai. Annisa istri kecil Tama kini sudah dewasa. Bukan lagi kecil. Ia sudah menjadi seorang ibu sekaligus pelindung bagi kelima anaknya.
Pesan Tama Dan Annisa Untuk para Pembaca.
💕 💕 Jadilah diri sendiri. Apapun yang ada pada dirimu semua itu harus kamu syukuri. Tidak perlu menjadi orang lain untuk bisa mendapatkan hati seorang pria agar kita bisa dicintai olehnya dengan setulus hati. Menjadi diri sendiri lebih baik dariapada kita berusaha menjadi seperti apa yang orang inginkan yang sangat bertolak belakang dengan diri kita.
Pada masa putih abu-abu semua yang pernah muda pastilah merasakan nya. Tetapi. Kita sebagai orang dewasa janganlah menghujat dan juga menghina nya karena sikap labilnya.
Maklumkan saja dirinya yang masih anak-anak. Lihatlah anak-anak di sekaitar kita? Bagaimana tingkahnya? Cukup denagn memberitahunya tetpi buakn memarahi dan juga menghinanya.
Semua itu bisa berubah saat diri kita sudah beranjak dewasa dan juga pemikiran kita sudah lebih luas dan lebih stabil.
Ini hanya sepenggal kisah antara seorang gadis labil yang terpaksa menikah dengan pemuda yang memang ia cintai. Tetapi ia tidak tau dengan pemuda itu mencintainya atau tidak.
Ia menerima pemuda itu lantaran dirinya sangat mencintai yang merupakan cinta pertamanya sebagais seorang gadis kepada lelaki.
Jodoh tidak ada yang tau. Bisa jadi saat kecil kita disayang dan dimanja olehnya tetapi ketika besar, kita malah menjadi istrinya.
Cukup sampai disini. Kisah Annisa istri kecilku sudah selesai. Semoga yang membaca kisah ini bisa mengambil hikmah dari setiap perjalanan hidup rumah tangga kami.
Salam hangat dari,
__ADS_1
Adrian Pratama Dan Annisa Pratama. 💞💞💞
THE END.