
Dua bulan berlalu.
Hari ini Tama sedang menghadiri sekolah Annisa untuk pengambilan raport semester pertama. Mitha pun ikut serta kesana. Ia ingin tau, kakak ipar kecilnya itu apakah benar seperti yang Tama katakan jika tiap tahunnya Annisa selalu menduduki peringkat kesatu?
Inilah yang ingin di buktikan oleh Mitha. Saat ini mereka berdua di dudukkan di meja khusus sebagai wali Annisa. Yang Ustadzah Azura tau, kalau Mitha adalah istri Tama. Mitha tertawa terbahak saat Annisa membisikkan kata-kata itu di telinga nya.
Begitu pun dengan Tama. Ia pun ikut terkekeh kecil. ''Ya sudah, kamu duduk disana aja dulu. Abang sama Mitha tetap disini, ya?''
''Oke,'' jawab Annisa.
Mitha masih saja terkikik geli. Tama apalagi. Ia pun sama. Sesekali mereka berbisik ria membuat seseorang di depan sana panas bukan main.
''Vannaasss... Vanaaasss eeuuuyyy!!'' celutuk Mitha pura-pura mengipasi dirinya sendiri dengan kipas yang sengaja ia bawa dari dalam mobil Tama. Kipas kepunyaan Annisa.
Annisa dan Sarah terkikik geli melihat tingkah kedua orang itu. Sekilas jika dari jauh Tama dan Mitha itu memang mirip. Mirip dalam artian adik kakak. Tapi tidak bagi ustadzah Azura.
Ia beranggapan jika Mitha itu istri sah Tama bukanlah Annisa. ''Bang, lihat tuh si nenek lampir itu! Masa iya mandangin kau nggak kedip gitu? Nggak copot apa itu mata?! Kalau ada kakak ipar disini sudah pasti mata itu di congkel olehnya!'' bisik Mitha di telinga Tama.
Membuat Tama tertawa terbahak di tengah hiruk pikuk ruangan pertemuan untuk para wali murid. Beruntungnya Tama karena seluruh ruangan itu ribut dengan suara wali murid. Jadi tidak ada yang mendengar.
Tama dan Mitha masih saja tertawa saat suara ustadzah Hanim sudah mulai berpidato di atas sana sebagai pembuka acara. Dilanjut dengan sepatah dua kata dari dewan guru yang selama ini mengajari seluruh siswi disana.
''Baiklah acara inti akan segera kita mulai. Kali ini seorang murid berprestasi tetap mempertahankan prestasinya tidak ingin direbut oleh orang lain. Kayaknya.. siswi yang satu ini sayang banget ya sama peringkatnya ini? Sampai bela-belain begadang malam loh.. agar dapat nilai terbaik di tahun ini?'' seloroh Ustdazah Hanim.
Semua yang ada disana terkekeh kecil. Tama menoleh pada Annisa. Annisa pun sama menoleh padanya. Mereka sama-sama melempar senyum manis.
__ADS_1
Mitha menyikut lengan Tama karena nama nya sebagai wali Annisa sudah di panggil ke depan untuk mengambil rapot Annisa.
''Abang! Bangun ih! Itu Abang udah di panggil untuk ngambil rapot kakak ipar! Gimana sih?! Hadeeeuuhh... nanti napa puas puasin tatap-tatapannya?!'' tegur Mitha pada Tama yang saat ini masih menatap Annisa di sudut sana.
Sarah pun sama menyikut lengan Annisa untuk menyadarkan dua orang yang sedang di mabuk cinta itu. ''Annisaaaa.... sadar Wooyy!!'' lirih Sarah di telinga Annisa sekalian dengan geplakan di tengkuk Annisa agar gadis itu sadar dan kembali ke dunia nyata. Annisa pun terkejut. Ia menunduk malu setelah ketahuan oleh Sarah sedang ber tatapan dengan sang pujaan hati.
''Mana nih, wali Annisa? Tuan Adrian Pratama!''
Deg!
''Eh?'' Tama terkejut, ia menatap ke Mitha, ''Apa Abang?! Noh! Ustdzah Hanim udah ribuan kali manggil nama Abang untuk maju ke depan! Ini malah tatap-tatapan! Gimana sih?!'' sungut Mitha masih kesal pada Tama.
Tama menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tersenyum Kaku. Dengan cepat ia berdiri dan menuju panggung untuk menerima rapot Annisa.
Ustadzah Hanim tersenyum, ''Selamat Tuan Adrian Pratama! Adik anda masih tetap memegang juara umum dari kelas hingga kelas tiga ini di semester pertama. Saya harap, semester berikut nya pun Annisa tetap menjadi yang terbaik! Selamat tuan! Ini prestasi yang sangat membanggakan untuk kita. Prestasi yang patut di contoh! Sekali lagi selamat! Silahkan tuan, sampaikan sepatah dua patah kata untuk siswi yang lainnya disini,''
''Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh...'' jawab mereka semua serempak.
Tama terkekeh, ''Terimakasih untuk ustdzah Hanim sudah memberikan saya kesempatan ini di setiap tahun nya loh.. kalau di ingat-ingat sudah tiga tahun kurang enam bulan lagi kan yah adik saya sekolah disini? Saya tampil disini sudah lima kali!'' seloroh Tama.
Semua yang ada disana tertawa bersama. ''Baik, ini sebuah kabar yang menggembirakan untuk kami sekeluarga terutama saya. Saya yang ditugaskanenjafi wali Annisa selama kedua orang tua kami sering bepergian. Maklum kan saja pengusaha. Jadwal terbangnya selalu padat!'' seloroh Tama lagi.
Hahaha...
''Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan kecerdasan pada setiap anak manusia. Setiap orang itu memiliki tingkat IQ nya sendiri. Ada yang tinggi, ada yang sedang dan ada juga yang lemah. Semua itu sudah ketentuan dari Allah SWT. Bagi adik-adik yang tidak memiliki kepintaran diatasi rata-rata, jangan berkecil hati. Karena di setiap kelemahan kalian pasti ada kelebihan yang tersembunyi yang kalian sendiri pun tidak tau.''
__ADS_1
''Sebagian orang bisa bekerja keras karena dia memilki cukup tenaga. Tapi ada juga sebagian orang yang tidak punya tenaga tetapi memiliki otak yang cerdas untuk mengolah sesuatu hingga bisa menghasilkan. Percaya lah. Di setiap kelebihan ada kekurangan dan di setiap kekurangan pasti ada kelebihan. Bersyukurlah bagi kalian yang memilki ke duanya. Kalaulah kamu punya ilmu, jangan pelit dan berbagi kepada orang yang tidak tau. Karena ilmu yang kita dapat akan bermanfaat jika salurkan kepada orang lain. Jadi.. bagi adik-adik yang tidak memiliki kemampuan seperti murid lain yang berprestasi, jangan berkecil hati. Karena Allah itu sudah menyiapkan sesuatu yang baik untuk kalian di masa depannya. Itu saja dari saya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh..''
''Waalaikum salam warahmatullahi wabarokatuh...'' sahut mereka semua serempak.
Prok..
Prok..
Prok..
Semua yang hadir disana tertegun dan takjub dengan ucapan Tama. Benar kata Tama. Setiap orang itu memilki bakat masing-masing.
Ada yang memilki tenaga terapi tapi kurang di kepintaran. Tetapi ada yang memilki kepintaran lemah di tenaga. Othor salah satunya.
Jadi.. beruntung lah bagi kalian yang memiliki kedua nya. Jangan sombong jika kalian pintar. Dan jangan pula kalian menghina orang yang lemah tenaga dan kepintaran. Semua itu anugerah dari Allah SWT yang patut kita syukuri.
💕💕💕💕
Baru satu ye?
Sambilan nunggu cerita ini update lagi, mampir dulu yuk di cerita teman othor yang satu ini. Ceritanya seru loh..
Noh, cus kepoin!
__ADS_1
Like, komen di tiap Bab! Lempar kembang yang banyak buat othor! Agar othor makin banyak update nya! 😘😘