Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Tinggal bersama ku!


__ADS_3

''Mbak.. jangan berbicara seperti itu. Aku tidak ingin merusak hubungan ku dengan suamiku karena hal ini Mbak-,''


''Tapi kamu sudah membuat ayah dari putriku terluka Zi. Tidakkah kamu lihat pria tua yang sudah renta ini selalu menangis dikala ada acara seperti ini??''


''Mbak...''


''Aku benarkan Zi??''


Bunda Zizi menggeleng, ''Tidak seperti itu Mbak..''


''Lantas seperti apa Zi?? Bukan sekali ini saja seperti ini. Tapi sudah berulang kali. Aku masih bisa bersabar kala mendengar kalau keluargamu selalu memandang rendah Suami mu. Tapi kali ini. Bukan satu Zi. Tapi kalian semua yang ada disini ikut merendahkan ayah putriku! Apa salahnya pada kalian semua?? Tidakkah kalian malu mengejek dan merendahkan nya dirumahnya sendiri??''


Deg!


Deg!


''Mbak.. hiks..'' isak bunda Zizi


''Cukup Bunda. Hari ini, aku akan membawa ayah bersama ku. Dan akan tinggal bersama ku di kediaman Pratama! Suamiku tidak pernah menolaknya seperti kalian yang selalu membencinya! Untuk bunda sendiri, Bunda sebaiknya pulang bersama keluarga Bunda saja. Biar ayah ikut bersama ku! Tidak ada gunanya ayah tinggal di rumah ini kalau hidup nya selalu di rendahkan seperti ini.''

__ADS_1


''Aku kecewa sama Bunda. Sangat kecewa. Aku pikir bunda tulus menginginkan ayahku. Nyata nya tidak sama sekali. Kalian semua bahkan menghukum nya dengan kesalahan masa lalunya! Ayo Yah. lebih baik ayah tinggal bersama Kakak dibanding kan dengan orang disini. Jika adik-adik ku ingin ikut, silahkan! Maka aku akan lebih senang!''


Semua yang ada disana terdiam mendengar ucapan Annisa. Syakir menatap nanar pada Annisa dan Mak Alisa. ''Abang ikut kakak sama ayah saja. Selama ini pun Abang tidak betah tinggal bersama keluarga bunda yang selalu merendahkan ayah. Abang tidak bisa berbicara kak. Karena sekali Abang berbicara maka mereka semua menuduh ayah yang telah mengajari Abang berkata kasar kepada mereka semua. Abang ikut kakak saja. Ayo Yah, kita ikut kakak saja. Tidak ada gunanya tinggal bersama orang yang tidak menghargai kita sama sekali!''


Deg!


Deg!


''Syakir..'' lirih bunda Zizi dengan menggelengkan kepalanya.


''Kamu yakin Dek??'' Syakir mengangguk, ''Iya kak. Abang yakin. bahkan sangat yakin! Buat apa tinggal bersama keluarga yang tidak menginginkan Abang dan Ayah Emil sama sekali. Lebih baik Abang tinggal bersama kakak saja. Lebih baik jauh dari keluarga sendiri dari pada dekat tetapi selalu di musuhi!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


''Sekarang kakak tanya sama Ayah. Apakah ayah masih menginginkan bunda dan keluarga nya yang selama ini telah menghina dan merendahkan Ayah??Atau ayah ingin memilih tetap bertahan walau hati sering terluka??''


Ayah Emil diam. Ia tidak menyahuti ucapan Annisa. ''Jawab Yah. Biar semua pada tau apa yang menjadi keinginan ayah selama ini.'' lanjut Annisa lagi.


Syakir dan Annisa saling tatap. Mereka saling memberi lirikan melalui mata. Tama mengulum senyum.

__ADS_1


''Ayah?? Jawab Yah. Kalaupun ayah ingin berpisah dari bunda Zizi, maka kami yang akan mengurus nya!''


Deg!


Deg!


Bunda Zizi menggigit bibirnya. Uwak Andi menatap nanar pada Annisa dan Syakir yang saat ini begitu kompak menghasut Ayah mereka agar meninggalkan bunda Zizi.


''Zi...''


''Nggak Bang! Aku nggak mau pisah dari suamiku! Lebih baik aku kehilangan keluarga ku daripada aku harus kehilangan ayah dari anakku!''


Deg!


''Azizah!!'' Seru nenek Butet tidak suka.


''Maaf Mak! Tapi aku lebih memilih suamiku daripada kalian semua. Annisa benar. Selama ini kalian selalu merendahkan nya. Aku bisa apa selain hanya diam?! Selalu saja seperti itu. Nggak! Nggak akan lagi! Cukup sampai disini! Kalaupun aku memilih kalian, itu sama saja melanggar sumpah bang Emil kepada bapak dulu. Yang mana Bapak sudah menitipkan ku padanya. Hidup dan mati ku bersama nya. Kalian tetap orang tua dan saudaraku. Aku tidak akan melupakan itu. Tapi bang Emil sekarang adalah surgaku! Sampai Kapan pun aku tetap memilihnya! Titik tanpa koma!'' tegasnya membuat seutas senyum tipis terbit di bibir ke Lima orang itu.


Mereka yang kini saling pandang dengan mata menyiratkan kelegaan. Syakir terkekeh kecil. ''Abang tidak salah dengarkan Bunda??''

__ADS_1


Bunda Zizi menggeleng. ''Kamu tidak salah dengar Nak. Mak akan tetap bersama ayahmu. Biar mereka selalu menghina ku, tapi tidak dengan suamiku! Sejak aku dinikahkan dengannya, maka saat itu juga seluruh hidupku ku serahkan kepada nya. Jika kalian lupa, boleh di ingat kembali. Benar kata Mbak Alisa. Aku yang selama ini selalu diam saat suami ku di hina dan di rendahkan.''


''Aku pikir kalau aku diam, kalian tidak akan mengulanginya lagi. Ternyata Aku salah. Kalian malah semakin menghina dan merendahkan Suami ku. Ayah dari anakku! Aku kecewa sama kalian semua. Aku sengaja diam selama ini karena menghargai kalian yang bersaudara dengan ku. Tapi sayangnya semua ini tidak ada gunanya. Aku diam, kalian semakin merajalela memperlakukan suamiku sesuka hati kalian semua! Aku kecewa! Sangat kecewa! Aku akan ikut bang Emil tinggal bersama Annisa! Aku akan pergi kemana pun suami ku pergi!'' tegasnya hingga membuat kedua orang tua dan saudara bunda Zizi tergugu tidak bisa berbicara lagi.


__ADS_2