
Jika terluka karena goresan pisau, masih di obati karena luka itu akan nampak dan berwujud.
Tapi ini? Luka ini. Luka yang tidak terlihat. Kasat mata. Tapi bisa merasakan nya. Inilah yang saat ini sedang di alami oleh gadis cantik berparas ayu, adik kandung dari Ira Sarasvati dan Maulana Akbar.
Ia terluka karena perlakuan suaminya. Menikahinya karena terpaksa. Hati siapa yang tidak sakit jika baru tau, sang suami sangat mencintai mantan kekasihnya. Dan bahkan ia menerima pernikahan itu, karena Sang Mama.
Jika bukan karena Sang Mama mungkin pernikahan itu tidak pernah terjadi. Tersakiti dan Terluka pada saat hati pertama pernikahan.
Inilah yang dialami oleh Annisa saat ini. Gadis kecil itu terus terisak di dalam taksi yang ia tumpangi untuk menuju asrama sekolahnya. Hanya dengan berbekal uang jajan, ia kembali ke asrama untuk menghilang sejenak dari kehidupan rumit yang baru di alaminya.
Umur masih sangat muda. Tapi sudah dipaksa untuk dewasa. Jika dia bisa memilih, dia pun tidak ingin menikah dengan cara seperti itu.
Menikah karena Terpaksa. Akal menolak, tapi hati menginginkan. Jika pemuda itu orang lain, dia pasti menolak. Sementara ini?
Pemuda yang sedari kecil telah berhasil mencuri hatinya. Annisa gadis kecil ini sangat pandai menutupi perasaannya.
Gadis itu akan terlihat ceria, namun di dalam? Ia terluka. Paras ayu nya bisa menipu semua orang, tapi tidak dengan keluarga nya.
Termasuk Papi Gilang. Pria paruh baya itu sangat mengenal dirinya lebih dari siapapun. Maka dari itu, Annisa lebih memilih pulang ke asrama daripada harus pulang rumah orang tuanya.
Jika ia pulang kerumah, pastilah akan banyak pertanyaan mengenai diri nya dan Tama. Dan Annisa tidak mau itu. Dia harus menjaga nama baik Tama agar tidak menjadi masalah di hubungan mereka berdua ke depannya.
Entah seperti apa ke depannya, Annisa pun tidak tau. Yang penting untuk saat ini, ia ingin menghindar dari Tama dan keluarga besarnya.
Annisa tiba di asrama sudah sore, gadis itu masuk setelah bertemu dengan satpam penjaga. Ia melewati satpam tanpa bertegur sapa seperti biasanya.
Hanya mengucapkan salam saja. Karena itu wajib. Biasanya gadis ayu ini selalu saja bergurau dengan Pak satpam. Itu membuat Pak satpam curiga akan kondisinya.
Mana lagi, Pak satpam melihat jika tangan Annisa di penuhi dengan Henna yang sangat cantik.
''Seperti pengantin saja. Tangan dihias dengan henna seperti itu.'' gumam Pak satpam penjaga asrama Annisa.
Annisa tak menoleh padanya sedikit pun. Annisa tidak punya sarung tangan seperti yang ada di asrama nya saat ini.
__ADS_1
Annisa merutuki kebodohan nya karena melupakan sarung tangan miliknya yang selalu ia pakai kemana pun ia pergi.
Walau hanya menutupi bagian telapak tangan saja, tapi itu lebih memungkinkan daripada sekarang ini tidak ada apapun ditangan nya.
Ia menyembunyikan telapak tangannya itu ke dalam hijab saat berpapasan dengan teman se asrama Dengan nya.
''Loh? Kok balik Nis? Bukannya kamu cuti tiga hari ya?'' tanya Sarah teman sekamar dengan Annisa.
Annisa tersenyum palsu pada Sarah. ''Hehehe.. kagak tahan kalau nggak ketemu kalian semua. Sini! Aku mau nanya sama kamu!'' bisik Annisa di telinga Sarah.
''Heh? nanya apa?'' balas Sarah dengan berbisik juga.
Annisa menarik Sarah ke kamar mandi dan mengeluarkan kedua tangannya yang tersembunyi di balik hijab.
''Ini!''
''Astaghfirullah!! I-ini... kamu ngapain dengan Henna ini Annisa?! Waduh! bisa kena hukum kamu kalau ketahuan dengan Henna itu!'' pekik Sarah tertahan.
Sengaja berkilah agar Sarah tidak tau fakta yang sebenarnya. '' Maaf Mama... maaf..'' lirih Annisa di dalam hati.
Sarah panik, tak tau harus berbuat apa. ''Tunggu dulu! Jangan bilang kamu tunangan ya?''
Deg!
Annisa terkejut, ''Bukan tunangan Sarah.. tapi malah menikah!'' gumam Annisa lagi
Annisa terkikik geli lagi. ''Mana ada Aku tunangan? Emang aku orang India apa? Kalau tunangan itu pakai Henna begini? Ishh..'' gerutu Annisa pura-pura kesal.
Padahal mah jantung nya saat ini berdebar-debar tak karuan. Takut, jika Sarah mengetahui fakta yang ia sembunyikan.
''Habisnya, Henna kamu ini sangat cantik. Hanya yang profesional saja yang bisa mengukir ini. Biasanya Henna seperti ini untuk orang yang akan menikah. Makanya aku tanya kamu begitu, Nis! Ya.. siapa tau kan kalau kamu itu sudah tunangan, makanya tangan kamu di hias Henna kayak gini?'' kata Sarah masih dengan menatap wajah Annisa.
Annisa terkekeh. ''Mana ada Sarah. Hari ini tuh aku lagi ikut hadir di pesta pernikahan Abang ku yang sering kesini itu. Bang Tama. Kamu tau kan?'' Sarah mengangguk. ''Nah.. makanya itu, Mama menyuruhku untuk dihias tangan dengan Henna ini. Karena ia pikir aku akan balik setelah tiga hari. Eh, nggak taunya Mama malah menyuruh ku kembali hari ini! Ck! sebal aku!'' gerutu Annisa pura-pura manyun.
__ADS_1
''Hoo.. aku pikir kamu tunangan atau menikah begitu. Kamu kan tau, jika asrama kita ini begitu ketat peraturan nya? Sedikit saja melakukan kesalahan maka kita akan di depak dari pesantren ini. Ya udah, aku bantuin kamu. Ini Henna yang mudah pudar itu kan ya?'' tanya Sarah sambil memperhatikan tangan Annisa dengan teliti.
Ia sampai mencium bau Henna itu. Matanya melotot saat tau, jika Henna itu bukan Henna biasa yang akan cepat hilang nya. Namun Henna itu akan sangat sulit hilang walau di cuci berkali-kali.
Henna ini akan pudar jika sudah seminggu. Tiga hari, hanya akan memudar sedikit saja.
''Astaghfirullah, Nis! Ini Henna asli yang langsung digiling dan dihaluskan dengan alat tertentu. Ini akan sulit menghilangkan nya! Waduh! Bisa bahaya ini Nis! Duh! piye iki!'' seru Sarah begitu panik.
Annisa tertawa. Ia juga tau, jika Henna ini terbuat dari Henna asli. Karena sedari kecil, ia dan Ira kakaknya sering memakai Henna ini tiap kali Ira memetik dan menggiling nya langsung di batu gilingan.
Kemudian Henna itu dihaluskan oleh Mak mereka agar lebih mudah untuk di ukir. Daun Henna ini sengaja ditanam oleh Mak Alisa di depan rumahnya.
Katanya, Henna ini bisa untuk obat. Entah obat apa Annisa pun tak tau. Annisa tertawa lagi saat melihat raut wajah panik dari Sarah teman sekamar nya.
''Aku tau Sarah.. jika ini Henna asli! Tapi untuk ngilangin nya gimana caranya ya?'' jawab Annisa setelah lama melihat wajah panik Sarah.
Ia tertawa lagi. ''Ih, kok kamu ketawa sih?! Tapi sebenarnya... ukiran Henna ini sangat cantik loh.. warnanya lagi begitu merah. Kata orang-orang ya! Kalau pengantin perempuan memakai Henna begitu merah di tangan nya, pertanda sang mempelai pria begitu mencintai nya! Uhhh.. so sweet... pengen.. tapi ini kamu Annisa! Ck!'' kata Sarah lagi yang membuat suara tawa Annisa berubah menjadi datar seketika.
Namun itu hanya sebentar, setelah itu Annisa kembali terkikik geli untuk menutupi luka hatinya sekarang ini yang semakin menganga akibat ucapan Sarah baru saja.
''Cinta katanya?! Cih! Bahkan dia sangat terpaksa menikah dengan ku! Mana mungkin dia mencintai ku hingga Henna ini menjadi sangat merah seperti ini?! Aku tidak percaya! Fakta menunjukkan jika dia terpaksa menikah dengan ku! Ck! Ini cinta bertepuk sebelah tanah namanya! Huuuhhh.. sabar Nis.. sabar..'' gumam Annisa di dalam hati begitu kesal mengingat Tama.
Tapi di wajah ia terkikik geli. Lain di wajah lain dihati. Inilah Annisa. Ia menatap nanar pada Henna yang terukir begitu cantik di tangan halusnya.
''Andai... Abang juga mencintaiku sama seperti aku mencintai nya.. andai saja..''
Bonus visual henna nya aja... 🤣🤣
Like dan komen ye!
Kembang juga boleh 😁😁😁
__ADS_1