Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Ujian akhir


__ADS_3

Lima bulan kemudian.


''Assalamu'alaikum Abang ku tersayang... apa kabar?? Adek kangen banget sama Abang. Hiks.. adek mau pulang tapi masih ada sepuluh hari lagi disini. Adek mau mengabarkan Abang, kalau hari ini hari pertama adek ujian akhir. Doakan adek agar bisa dan mampu untuk tuk menyelesaikan semua ini. Diskon adek, agar bisa mendapatkan juara umum seperti beberapa bulan yang lalu? Semoga Abang selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT. Amiin.. doakan adek ya? I LOVE YOU MY HUSBAND ADRIAN PRATAMA 😘😘.''


Ting!


Satu buah pesan masuk saat Tama sedang mengaji sebentar di balkon kamarnya menikmati udara subuh. Jam sudah menunjukkan pukul lima lebih empat puluh lima menit.


Sebentar lagi matahari akan terbit. Karena mendengar suara dentingan ponsel miliknya yang berada di meja sebelah ia duduk, Tama menyelesaikan mengaji nya.


"Shodaqollahul'adhim...'' ucap Tama. Ia meletakkan mushaf Al-Qur'an setelah ia mencium Al-Qur'an dengan lembut.


Baru setelahnya ia mengambil ponselnya dan membuka. Layar pertama terlihat di ponselnya adalah Wajah ayu sang istri yang saat ini sedang menuntut ilmu disana. Ia menatap wallpaper itu sebentar sambil tersenyum.


''Abang sangat merindukan mu sayang.. kapan Abang bisa menjemput mu?''


Deg!


Tama tersenyum, ''Ternyata.. permaisuri ku yang mengirim pesan?'' Tama terkekeh, ''Coba kita lihat. Kamu kirim apa untuk Abang? Apakah sama seperti bulan-bulan yang lalu? Hemmm...'' Tama menghela nafas senang.


Bibir itu tidak berhenti tersenyum kala membaca pesan singkat dari istri kecilnya. Bibir tipis nan tampan itu terkekeh.


''Abang juga mencintai mu sayangku. Kamu segalanya untuk Abang. Abang akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu. Belajar lah dengan giat dan selalu berdoa. Karena usah tanpa doa seperti tanaman yang ditanam tapi tanpa air. Hanya doa yang bisa mengubah segalanya dan juga bisa mengubah takdir. Semoga sayang Abang mendapatkan peringkat pertama lagi seperti setiap tahunnya. Dan kali ini kami akan mendapatkan peringkat umum.''


''Amiin..''


''Hibungi Abang Kapan kamu pulang dari pesantren. Abang sudah tidak sabar bisa bertemu dengan mu lagi. Bisa bermain dan menjalani rumah tangga kita walau hanya sebulan saja. Itu sudah cukup untuk Abang.''


''Semangat belajar nya. Syakir pun saat ini sedang mengikuti ujian. Semoga ia pun mendapat juara sama seperti Sayang Abang ini. Jaga kesehatan ya? Jangan lupa selalu minum vitamin yang Abang kirimkan. Untuk dirumah kita, udah Abang sefisjsn semua.''


''Selamat berperang dengan buku dan pulpen sayang.. kalau udah selesai, segera hubungi Abang. Abang akan datang dengan segera untuk menjemput bidadari surga Abang. I LOVE YOU ALWAYS AND FOREVER!! 😘😘😘😘😍😍.''

__ADS_1


Ting!


Ting!


Ting!


Ting!


Ting!


Pesan beruntun masuk ke ponsel Annisa yang saat ini sedang di tangannya. Ia sengaja meminta ponsel itu dikala subuh hari sebulan sekali sesuai peraturan pesantren. Ustdazah Hanim mengizinkan. Semua murid mendapatkan hak yang sama seperti Annisa di waktu subuh hari.


Walau hanya bisa mengirim pesan melalui pesan WhatsApp, itu lebih baik daripada tidak sama sekali.


Tama tersenyum saat semua pesannya itu sudah terbaca oleh Annisa. ''Abang kangen banget sama kamu sayang..'' tulisnya lagi pada pesan itu.


Ting!


''Hiks.. adek pun sayang sama Abang. Sayaaanggg.. sekali! Melebihi diri sendiri. Abang imam dunia dan akhirat ku! Hiks..'' Annisa menuliskan apa yang ada dihatinya dan pikirannya saat ini.


Ting!


Tama tersenyum lagi. ''Tentu sayangku. Bersabarlah. Kan cuma dua Minggu lagi? Setelah itu kita akan berkumpul lagi seperti yang sudah-sudah, hem?''


''Sudah.. jangan menangis. Abang lebih menyukai kalau kamu tertawa daripada menangis seperti ini. Karena apa? Karena Abang tidak ada disampingnya untuk bisa merengkuh mu untuk bisa Abang peluk. Sudah ya? Jangan menangis. Hapus air matamu. Bersiap lah. Sebentar lagi sarapan pagi bukan??''


Ting!


Annisa semakin tersedu. Sarah dan Mutia mendekatinya. ''Sudah Nis.. lihat tuh di ujung sana ada seseorang yang sedang melihatmu menangis!'' bisik Sarah di telinga Annisa.


Annisa segera mengusap air matanya yang terus beruraian di pipi halusnya. Ia tersenyum kaku pada kedua sahabatnya itu. ''Sudah, hiks. Aku nggak nangis kok. Hiks.. bentar dulu. Hiks.. aku balas pesan Abang dulu,'' imbuhnya pada Sarah dan Mutia masih dengan terisak-isak.

__ADS_1


''Ya, adek nggak nangis kok. Hiks.. sudah adek berhenti. Hiks.. Assalamualaikum Abang...'' tulis Annisa pada pesan di ponselnya.


Sedangkan Sarah dan Mutia terkikik geli melihat Annisa. Menulis pesan sesuai yang ia alami saat ini.


Ting!


Tama tergelak saat membaca pesan itu. Mitha yang saat ini sedang berada di balkon kamarnya sedang menjemur handuk sedang Anto menyiram bunga miliknya terkejut karena mendengar suara tertawa Tama yang lumayan keras di pagi hari.


Mitha dan Anto terkekeh. ''Pasti seperti itu setiap bulan dan setiap subuhnya?'' ucap Mitha pada Anto.


Anto terkekeh lagi. ''Biarkan saja dek. La wong , kakak ipar yang membuatnya seperti itu?'' jawab Anto masih dengan terkekeh.


''Hooh Abang benar! Kakak ipar kecilku itu sudah berhasil mengubah Abang sulung ku menjadi sering tertawa setelah menikah dengannya. Aku bersyukur akan hal itu. Semoga mereka berdua cepat berkumpul kembali. Agar kita bisa menyaksikan kehebohan dari kakak ipar kecilku itu!''


Hahahaha...


Keduanya tertawa bersama mengingat beberapa bulan yang lalu tentang kelakuan Annisa.


Sedangkan Annisa saat ini sudah masuk keruang makan untuk sarapan pagi bersama murid yang lain.


Pagi ini adalah hari pertama nya ia mengikuti ujian akhir untuk penentuan dirinya akan lulus atau tidak. Dan akan masuk di fakultas mana jika mereka nanti lulus dari pesantren itu.


💕💕💕💕💕


Jangan marah ye? othor nggak bisa dong lompat langsung pecah tanggul Surga? Ikutin dulu alurnye! 😄😄😄


Oke deh, sambilan nunggu bang Tama pecah tanggul surga adek Annisa, mampir dulu yuk di karya temen othor yang satu ini.



Noh, cus kepoin!

__ADS_1


Like, komen, kembang dan vote untuk hari ini mumpung hari senin! Jangan lupa! Othor tunggu ye? 😘😘


__ADS_2