Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Menjenguk Annisa bersama Mama Linda


__ADS_3

Dua Minggu berlalu setelah kedatangan Papi Gilang dan Mak Alisa ke pesantren. Hari ini Annisa sudah belajar seperti biasa. Karena awal baru dari kenaikan kelas sudah di mulai seminggu yang lalu. Karena baru pengenalan, maka hari ini full belajarnya.


Seperti biasa Annisa tetap menjadi yang utama. Karena dirinya adalah juara umum di sekolah itu. Ia yang memimpin semua hafalan hari ini menggantikan ustdzah Azura yang belum datang.


Sementara Tama, hari ini ia dan Mama Linda berniat ingin datang ke pesantren untuk menjenguk Annisa setelah sekian lama.


''Sudah siap?'' tanya Tama pada Mama Linda


''Sudah. Ayo, Mama sudah kangen banget sama menantu Mama itu.'' jawabnya.


''Oke. Ayo kita berangkat.''


''Ayo!'' sahut Mama Linda.


Kemudian keduanya memasuki mobil dan menuju ke pesantren Annisa.


*


*


*


Satu jam kemudian.


Saat ini mereka berdua baru saja tiba didepan pesantren Annisa. Satpam dengan segera membuka pintu gerbang.


''Terimakasih Pak!'


''Sama-sama Bang. Abang dan keluarga sehat??'' tanya Pak satpam


''Alhamdulillah sehat. Kita tinggal dulu ya? Saya dan Mama ingin bertemu Annisa lagi setelah sekian lama.''


Pak satpam tersenyum, ''Tentu, silahkan. Ada ustdzah Azura yang baru saja tiba dan langsung bertugas.'' Kata Pak satpam pada Tama.


Tama hanya tersenyum saja untuk menanggapi. Setelahnya, mereka berdua langsung menuju pusat informasi untuk bertemu dengan Annisa.


''Assalamu'alaikum, permisi ustadzah. Saya ingin meminta izin untuk bertemu dengan Annisa. Boleh??'' Ucap Mama Linda kepada Ustadzah Azura.


Mendengar suara seseorang, ustadzah Azura menoleh dan tersenyum manis kala melihat siapa tamu mereka kali ini. ''Tentu, Bu. Silahkan di tunggu di pondok ya? Biar saya hubungi dulu kantor guru untuk mengabarkan perihal kedatangan anda.''


''Baik, Terimakasih.'' Jawab Mama Linda.


Tama tidak datang ke pusat informasi. Ia lebih memilih duduk di pondok sambil makan buah yang sengaja ia bawa untuk Annisa dan juga teman sekamarnya.


Annisa yang baru saja selesai dengan hafalan nya tiba-tiba saja mendapat panggilan dari pusat informasi. Bahwa ada Mamanya yang ingin bertemu dengan nya.


Sempat bingung namun, setelah menyadari jika itu adalah Mama Linda ia berlari kencang untuk menuju pondok dimana Tama dan Mama Linda serta ustadzah Azura yang ikut nimbrung bersama mereka.


Senyum manis yang tadi tersungging di bibirnya tiba-tiba surut dan menampilkan wajah datar dan dingin. Wajah itu begitu tidak bersahabat.

__ADS_1


Ia berjalan perlahan menuju mereka bertiga. Semakin dekat semakin jelas pula jika Mama Linda sedang berbicara padanya dengan ramah. Mereka tertawa bersama-sama.


Tapi tidak dengan Tama. Pemuda tampan suaminya itu, sibuk mengupas buah kesukaannya. Buah Semangka, pir, dan apel. Seutas senyum tipis terbit di bibir tipisnya.


Annisa berjalan tergesa-gesa menuju Tama. ''Assalamu'alaikum, Mama.. Abang!!'' seru Annisa kegirangan.


Tama yang sedang mengupas buah menoleh. Ia tertawa saat melihat Annisa yang hampir saja terjatuh jika tidak cepat menyeimbangkan tubuhnya.


''Haha... waalaikum salam, sayang. Hati-hati..'' sahut Tama begitu lembut.


Ustadzah Azura tertegun melihat nya. Mata itu tidak berkedip dari menatap Tama. Mama Linda melihat Azura dengan tatapan yang entah seperti apa.


''Hehehe.. saking buru-buru nya ingin makan buah semangka, sih!''


Tama tertawa. Begitu tampan. Annisa mendekati Tama dan mengulurkan tangannya untuk disalimi secara takzim. Tama tersenyum dan menyambut nya, kemudian ia kecup kening Annisa di hadapan Azura.


Grep!


''Kangen banget Abang sama kamu! Cup.'' bisik Tama di telinga Annisa sekaligus mengecup pipi Annisa.


Membuat gadis itu melototkan matanya. Tama mengurai pelukannya dan terkekeh. ''Abang ih!'' ucap Annisa pura-pura kesal.


Mama Linda tertawa. ''Apa kabar sayang?? Kangen banget sama kamu! Cup.'' Mama Linda mengecup kening Annisa begitu lama.


Annisa memeluk tubuh paruh baya itu dengan erat. ''Kakak juga kangen banget. sama Mama? Mama apa kabar? Papa nggak ikut??'' tanya Annisa sembari mengurai pelukannya dari tubuh Mama Linda.


Ia duduk disamping Tama. Karena Tama menarik lengan nya untuk duduk bersama nya. Ia menyuapi Annisa dengan buah semangka yang baru saja ia potong.


''Aaaaa..'' kata Tama pada Annisa.


Dengan senang hati Annisa menerima potongan semangka itu untuk masuk ke mulut nya. Annisa tertawa saat Tama menggoda nya.


''Hahaha... Abang nakal!'' serunya lagi sambil tertawa.


Cup.


Cup.


Cup.


''Ih Abang!!'' serunya lagi pada Tama yang semakin gencar menunjukkan kemesraannya di hadapan Ustdzah Azura.


Wajah wanita itu mendadak datar dan tidak suka kepada Annisa. Mama Linda memerhatikan sikap ustdzah Azura dari ekor matanya. Tangan wanita itu mengepal erat.


Seutas senyum miring tercetak dari bibir Mam Linda. ''Kamu sudah lama mengajar disini Azura??'' tanya Mama Linda sengaja untuk mengalihkan nya dari pasangan beda usia yang tidak tau tempat itu.


Ustadzah Azura tersenyum kaku kepada Mama Linda. ''Sudah dua tahun, Bu. Ya.. bisa di bilang dari semenjak Annisa kelas satu dulu saya sudah ada disini. Bang Tama Tau itu. Iya kan Bang??'' tanya nya sembari menatap Tama dengan lekat.


Sedang yang di tatap, malah menatap Annisa dengan dalam. Annisa mengunyah buah pir itu dengan semangat. Tama terkekeh lagi.

__ADS_1


''Pelan-pelan sayang.. nggak akan ada yang rebut makanan kamu. Abang khusus bawa makan ini untuk kamu! Mau makan yang lain lagi? Ini buah apel pun udah Abang kupas kulit nya. Tinggal kamu makan saja.'' Imbuh Tama pada Annisa.


Annisa menggeleng. ''Adek lapar. Mau makan. Mama bawa apa untuk makan siang kita??'' tanya Annisa.


Tangan itu bergerak cepat membuka dua rantang yang sengaja Mama Linda berikan untuknya dan untuk mereka makan bersama. Melihat Annisa begitu antusias ingin membuka rantang itu, ustadzah Azura menegurnya.


''Annisa! Tidak boleh mendahului orang tua untuk makan! Biarkan orang tua dulu yang makan dan membuka nya, baru kamu bisa makan!'' ucapnya tegas kepada Annisa.


Annisa yang begitu senang, tiba-tiba saja tidak jadi membuka rantang pemberian Mama Linda untuknya. Annisa menatap ustdzah Azura dengan dingin.


Mama Linda ingin berbicara pada Azura, tapi tidak jadi karena mendengar ucapan Annisa yang begitu dingin untuk ustdazah nya itu.


''Apa urusannya dengan anda Ustadzah Azura?! Rantang ini memang untuk saya! Apa hubungannya dengan anda? Oh.. Nb jangan bilang anda juga berharap makanan buatan mertua saya ini untuk anda cicipi begitu?!''


Deg!


Mama Linda yang lagi mangap pun melototkan matanya saat mendengar ucapan Annisa yang begitu ketus kepada gurunya. Sedangkan Tama terkekeh. Ia semakin merapatkan tubuhnya pada Annisa.


Ia meletakkan wajah nya pada bahu Annisa yang dilapisi hijab putih seragam sekolahnya. Dengan tangan sudah membelit kedua pinggang ramping Annisa.


Semua itu tak lepas dari perhatian ustadzah Azura. ''Jangan melewati batas ustadzah Azura! Jangan mencari celah di dalam hubungan kami! Kami sah Dimata agama! Jadi nggak ada larangan baginya untuk bisa memeluk ku dan menyentuh ku seperti ini!'


Deg!


Deg!


Mama Linda melotot lagi. Tama terkekeh lagi. Ia mengecup gemas pipi Annisa. Annisa diam saja. Ustdzah Azura semakin kepanasan melihatnya.


''Nak.. maaf, kalau Mama menyela. Kamu kenal sedari kapan dengan putra Mama ini??''


Ustadzah Azura menatap Mama Linda dengan wajah datar. ''Jauh sebelum ada Annisa di dalam kehidupan kami berdua. Seperti itulah kedekatan ku dengan bang Tama.'' jelasnya.


Mama Linda dan Tama tertawa. Annisa terkekeh kecil. ''Kamu salah nak.. mereka itu sudah bersama sejak Annisa belum ada nak.. kamu salah. Tama hadir di kehidupan Annisa jauh sebelum Annisa ada. Saat itu umur Tama masih berusia lima tahun saat pertama kali Mama menemui Mak Annisa. Alisa. Kamu salah. Annisa lebih dulu mengenalnya dibandingkan kamu yang saat itu duduk di bangku SMP. Kamu orang luar Azura!''


Deg!


Deg!


💕💕💕💕


Hayoo.. Mama Linda sudah mengeluarkan tanduknya. Awas kamu! hihihi..


Yuk mampir dulu di cerita teman othor yang satu ini. Sambilan nunggu Abang Tama dan Annisa update.



Cus kepoin!


Like dan komen selalu othor tunggu ye? 😘😘

__ADS_1


__ADS_2