
Selesai dengan menghias rumah, tamu yang di undang pun segera datang. Termasuk keluarga Bunda Zizi.
''Assalamu'alaikum Zi!''
''Waalaikum salam Bude.. Uwak.. mari masuk! acaranya belum di mulai kok.'' Katanya pada Bude Nina dan Uwak Kasman.
''Ya, kami Memang mau masuk. Ngapain lagi coba kalau nggak masuk??''
Bunda zizi terkekeh. Seluruh keluarga Bunda Zizi datang kesana. Termasuk Uwak Andi dan istrinya. Uwak Ema yang saat ini sedang hamil lagi.
''Wuuuiihh .. tambah lagi kau Andi! Tokcer kali bibit kau!'' ucap Uwak Kasman pada Uwak Ali.
Uwak Ema melotot kan matanya. Uwak Andi tertawa. ''Uwak! Apaan sih ngomong kayak begitu?! Nggak baik ah! Ada anak-anak disini!'' tegur Uwak Ema yang merupakan sahabat Mak Alisa sedari bangku sekolah dulu.
Mak Alisa tertawa. ''Lah, yang Uwak bilang kan benar adanya Sayang? Kamu itu jadi Mak labu terus! Nggak bosan apa??''
Papi Gilang terkekeh, ''Gimana mau bosan sih sayang kalau hal yang begituan?? Kami ini laki-laki. Kalau sehari saja tidak bertemu dengan kalian, bisa keriting itu kayu laut karena nggak disirami ke ladang kalian!''
Plakk..
''Diem ih!'' tegur Mak Alisa pada Papi Gilang.
Papi Gilang tertawa. ''Hii.. lihat tuh mukanya merah merona?? Cie, cie... uhuuyy!!'' goda Papi Gilang lagi pada Mak Alisa.
Mak Alisa malu bukan main pada sang suami muda nya itu. Ia memukul tubuh tegap itu berulang kali. Hingga membuat ayah Emil tegelak keras karena kelakuan Papi Gilang dan Mak Alisa itu.
Bunda Zizi pun ikut terkekeh. ''Lihatlah kedua orang tua kalian yang absurd itu. Mak kamu kak sudah mendapatkan pasangan hidup dunia dan akhirat nya. Lihatlah Papi kamu itu. Ia sungguh bisa membuat Mak kalian menjadi muda lagi!'' kata bunda Zizi pada Annisa dan Kinara.
__ADS_1
Kedua gadis itu tegelak bersama melihat tingkah absurd mereka. ''Begitu pun dengan Bunda dan ayah kan?? Lihatlah ayah sekarang? Ia lebih bahagia saat bersama Bunda dibanding kan dengan Mak kami. Bunda terlihat serasi dengan ayah saat ini. Lihatlah wajah ayah. Bukankah terlihat seperti muda kembali walau sudah paruh baya??'' ucap Annisa pada bunda Zizi
Bunda zizi tergelak keras saat mendengar ucapan Annisa. ''Hahaha.. kamu benar! Ayah kamu si tua baya itu sungguh keterlaluan sama Bunda! Bisa-bisa nya selalu menggoda bunda di setiap kesempatan yang ada! Ck! Tua tua keladi! Makin tua makin menjadi!''
Buhahahaha...
Annisa dan Kinara tergelak keras mendengar ucapan bunda Zizi. Begitu pun dengan Tama dan Uwak Andi. Uwak Ema sampai lari ke belakang karena sakit perut tidak sanggup tertawa lagi.
Sementara ayah Emil jadi bahan ledekan Papi Gilang dan Uwak Kasman. ''Hooh betul sekali kamu Zi! Suami kamu ini memang tua tua keladi! Semakin tua bukan semakin taubat dianya? Malah semakin menjadi! hahaha.. rasain kau Emil? hahaha..''
Ayah Emil melototkan matanya pada Uwak Kasman. ''Mana ada aku kayak gitu Wak! Yang ada Uwak iya! nggak sadar umur! udah tuir gini pun masih suka saja menggoda anak gadis orang!'' ketus ayah Emil pada Uwak Kasman.
Buhahahaha...
Papi Gilang dan Uwak Andi tergelak keras mendengar ucapan ayah Emil untuk Uwak Kasman. Bukannya marah, Uwak Kasman malah ikutan tertawa.
Acara ulang tahun Bella di meriahkan dengan kelakar para orang tua Annisa dan keluarga bunda zizi.
Bunda Zizi begitu bersyukur bisa mengenal Mak Alisa dan Papi Gilang. Dua orang yang begitu berjasa di dalam hidupnya selama ini. Belum lagi Tama dan Annisa.
Mereka berdua pun ikut andil dalam membiayai pengobatan ayah Emil dan juga kehidupan ketiga adiknya dari hasil menulis nya. Tidak ada yang tau dengan hal itu. Termasuk Tama sendiri.
Hanya tiga orang yang tau tentang Annisa yang seorang penulis. Hanya Arta dan Kinara. Sedang dari luar ada Sarah dan Mutia.
Mereka bersuka cita dengan acara ulang tahun Bella ini. Namun, semua itu hancur saat seseorang dari keluarga bunda Zizi datang dengan angkuhnya dan menghina Mak Alisa disana.
''Waaauuwww!! Hebat kamu ya Zi! Bisa mengumpulkan mantan istri dari suami tua kamu dan juga suami kaya nya ini?? ck. ck. saya salut sama kamu Zi!''
__ADS_1
Deg!
''Kak Nita!'' Seru bunda Zizi begitu terkejut saat melihat Uwak Nita hadir disana bersama keluarga yang lainnya.
Ada nenek Butet dan kakek Prajaditya. Mereka berdua masuk dan langsung menenangkan keluarga yang lainnya. ''Sabar...'' bisik nenek Butet.
Tapi tidak dengan bunda Zizi dan Syakir. Mereka berdua berdiri menjulang dihadapan Uwak Nita. ''Kalau hanya kedatangan Uwak kesini hanya untuk membuat rusuh, lebih baik Uwak pulang lagi ke Sibolga sana! Kami tidak butuh keluarga rusuh kayak Uwak ini!'' ketus Syakir pada Uwak Nita.
Beliau tertawa. ''Kamu lihat Kak? Bagaimana dengan cucu mu ini?? Aku heran sama keluarga kalian, apa sih yang kalian lihat dari Alisa ini?? bukan kah Alisa ini mantan istri dari Emil?? Suami penyakitan si Zizi??''
Deg!
''Diam Wak! Jangan selalu menghina ayahku di hadapan orang ramai! Uwak itu punya masalah apa sih sama ayah ku?! Setiap kali datang kesini, pastilah selalu menghina! Tidakkah mulut uwak itu pegal karena terus menghina orang?!''
''SYAKIR!!''
''APA!? Jangan melarangku Nek! Cukup sudah selama ini Uwak Nita selalu menghina dan merendahkan ayahku? Terakhir kali datang pun seperti itu! Heran aku sama keluarga kita! Kenapa sih harus buat malu di saat acara sedang berlangsung seperti ini??''
''Syakir...''
💕💕💕💕
Noh, Uwak Nita datang lagi noh. Enaknya kita apain ye? 🤔🤔🤔
Sambilan nunggu cerita ini update, mampir dulu yuk di karya temen othor yang satu ini!
__ADS_1
Noh, cus kepoin!
Like dan komen selalu othor tunggu! Malam ini satu aja ye? Kepala othor lagi nggak enak banget ini. Pusyiiingg euuyy!! 😵😵😵