
Annisa masih ingin mendengar pengakuan ini secara langsung dari Azura. Karena inilah yang ingin ia dengar. Apakah dugaannya itu benar atau salah, semua itu ada pada jawaban Azura.
Azura kini menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Masih teringat olehnya saat Tama menampar dirinya kala Tama mengetahui jika di dalam minuman itu sudah ia bubuhi dengan obat haram itu dan mengakibatkan dirinya dan Tian yang terjebak disana. Semua itu karena kesalahannya.
Walau sebelum itu, ia sempat dinikahi dulu secara sah dan dadakan oleh Tian, suaminya sekarang yang merupakan karyawan Tama di bengkel nya.
Azura terisak kala mengingat kejadian lima tahun silam yang begitu membuatnya terpukul. Karena dirinya sang ayah meninggal setelah dua hari pernikahannya dan Tian. Anto pun saat yang terus menyalahkannya karena Tama masuk rumah sakit dan juga Annisa yang pergi meninggalkan Annisa tanpa kabar.
Semua itu karena kesalahan dirinya. Azura semakin tersedu kala tangan hangat sang suami yang dulu begitu ia benci kini sangat ia cintai. Benar kata orang jika Benci itu sangat tipis artinya.
__ADS_1
BEN benar-benar CI nta.
Ya, inilah yang Azura rasakan saat ini kepada Tian. Terlepas jika mereka menikah karena dadakan seperti itu, tetapi Tian sosok suami yang ia butuhkan saat itu dan juga hingga saat ini.
Semua yang ia inginkan dari Tama ada pada diri Tian. "Katakan yang sejujurnya, agar hati mu merasa lega. Tidak baik menyimpan dendam dan juga masalah itu sudah berlalu bukan? Bukankah saat itu kamu berjanji, jika suatu saat kamu dipertemukan kembali dengan Annisa, kamu ingin mengakui semuanya? Tentang isi hati dan juga keinginan mu yang tidak terpenuhi karena Tama sudah menikahi Annisa?? Jawablah sayang. Annisa tidak aka marah padamu. Yang ingin ia dengar darimu itu, pengakuan mu. Pengakuan kamu sampai tega menjebak suaminya, ayo. Jelaskan padanya dan juga kejadian lima tahun yang lalu seperti apa sebelum ia melihat kita berada di dalam kamar miliknya hingga ia menyangka jika itu kamu dan suaminya?" ucap Tian membujuk Azura yang kini semakin tersedu.
"Aku bukan anak kecil lagi saat itu Kak Azura! Aku sudah bisa mengasilkan anak kalau aku mau!" ketus Annisa padanya dengan wajah melengos ke samping.
Tama, Anto dan Tian terkekeh mendengar ucapan Annisa. Azura pun sama. "Ya, aku tau. Pada saat itu aku begitu sakit hati jika suami kamu lebih mementingkan dirimu dibandingkan diriku yang sangat mencintainya. Maaf Annisa.. Karena dendam aku sampai tega melakukan hal ini untuk rumah tangga kalian berdua. Saat itu aku benar-benar kesal dan marah saat mengetahui fakta jika kalian sudah menikah satu setengah tahun yang lalu. Aku pikir kedekatan kalian saat itu hanya sebatas adik dan Abang angkat saja. Ternyata sudah lebih dari itu. Maka tercetuslahh ide ini. Ide yang sedari dulu ingin aku lakuakn tetapi belum ada waktu. Karena aku pikir, aku bisa meluluhhkan hatinya. Tetapi tidak! Ia tetap pada pendiriannya. Ia mencintaimu dan menginginkanmu lebih dari yang kamu tau, Annisa."
__ADS_1
"Sempat curiga dengan kehadiran kamu dirumahnya, tetapi aku tepis. Karena ku pikir, suami kamu tidak akan melakukan hal yang buruk seperti dugaanku. Ternyata aku salah. Kalian berdua lah yang benar. Aku yang salah. Dan... Untuk masalah penjebakan itu hingga berganti diriku yang terjebak dan akhirnya menikah dengan Bang Tian itu karena aku ingin memilikinya karena sakit hati dan cemburu padamu. Kamu benar Annisa."
"Aku mencintainya tetapi tersirat sebuah obsesi di dalamnya. Karena aku melihat di dalam diri suami kamu itu merupakan ciri-ciri suami idaman yang aku cari selama ini. Ia sangat baik, lemah lembut dan tutur katanya itu selalu membuatku ingin memilikinya menjadi suamiku. Suami kamu pemuda yang sangat baik Annisa. Seribu dari sekian banyak lelaki di dunia ini yang meliliki sifat lemah lembut sepertinya."
"Aku jatuh hati padanya karena hal ini. Jangan salahkan aku jika aku jatuh cinta padanya. Semua itu karena sifat dan sikapnya yang begitu ramah dan setia itulah yang aku cari. Sampai- sampai aku begitu terobsesi menginginkan dirinya. Maaf Annisa.. Aku salah.. aku sudah menyesali semua perbuatan ku yang membuat ayahku meninggal dua hari setelah pernikahan kami dulunya. Aku menyesal Annisa. Aku mengaku salah.. Aku salah karena sempat ingin menghancurkan rumah tanggamu, tetapi suami mu tau akan hal itu setelah obat itu berekasi di tubuhnya.. Hiks.. Maafkan aku Annisa.. Maaf..." lirih Azura dengan tersedu di dalam pelukan Tian yang kini semakin erat memeluk tubuhnya.
Tama, Anto, Tian dan Azura masih mengingat kejadian lima tahun yang lalu itu hingga rasanya putih tulang mereka tidak akan bisa melupakan hal itu.
Flashback otw! 🤣🤣🤣
__ADS_1