Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Apa alasanmu?!


__ADS_3

Annisa menatap datar pada Azura yang kini juga sedang menatapnya. Annisa tersenyum sinis saat mengingat kejadian lima tahun lalu.


"Katakan Kak Azura! Aku ingin tau darimu apa alasan mu menjebak suamiku dengan obat haram itu?! Kenapa kamu ingin menjebak nya?! Padahal kamu sudah tau jika Bang Tama itu suamiku? Kenapa kamu nekad melakukan hal itu?! Kenapa kamu tega ingin merusak hubungan kami berdua?! Huh?! Padahal kamu sendiri sudah tau dari Ustadzah Hanim bahwa Bang Tama itu merupakan suami sah ku?? Jawab Kak Azura!!" sentak Annisa dengan suara naik satu oktaf


Hingga yang mendengar suara sentakannya itu sampai terjingkat kaget. Apalagi Tama. Ia tidak menyangka jika sikap bar bar Annisa masihlah ada hingga saat ini. Tama terkekeh mengingat hal itu.


Sungguh, istri kecilnya yang dulu sudah kembali kala melihat jika miliknya di ganggu oleh orang lain.


Annisa menatap datar pada Azura yang kini juga sedang menatapnya. Annisa menghela nafasnya kala melihat keterbungkaman Azura yang semakin membuat Annisa ingin sekali menampar dan menjambak gurunya itu. Tetapi Annisa masih memiliki sedikit pikiran yang waras dan juga memiliki akal sehat.


Annisa menghembuskan nafas panjang. "Boleh tidak sih aku menampar mulut bibir serta wajah cantikmu itu hungga menjadi babak belur kak Azura?!"


Deg!


Deg!

__ADS_1


Tama dan Tian terkejut mendengar ucapan Annisa.


"Dek.."


"Sayang..." tegur Tian dan Tama bersamaan.


Annisa melirik kedua orang itu dengan tatapan tajamnya. Tama degan segera memegangi tangan Annisa. Takut, jika sang istri lepas kontrol hingga mengakibatkan mereka ribut nantinya. Karena Tama tau, jika Annisa bisa ilmu bela diri.


"Jangan halangi aku Bang Tama! Sekali ini aku ingin tau apa alasan yang sebenarnya dari mantan kekasih mu ini hingga tega menjebakmu ingin tidur dengannya! Secara dia tau di hari perpisahan sekolah itu Ustadzah Hanim sudah mengatakan jika kita berdua itu sudah menikah satu setengah tahun yang lalu! Apa yang menjadi alasanmu Azura!! Cepat katakan sebelum aku merobek mulut manismu itu yang selalu mengancamku agar berjauhan dari suamiku sendiri!"


Deg!


Deg!


"Cih! Tidak berani berbicara kamu Azura! Kemana dulu nyalimu saat kau dengan sengaja mengancamku denngan mengatakan jika aku harus menjauhi suamiku?? Sementara kami sudah terikat oleh Takdir sejak aku masih dalam kandungan Mak Ku! Katakan Azura! Apa alasanmu, huh?!" tekan Annisa dengan suara rendahnya.

__ADS_1


Tian yang tau kebungkaman sang istri dengan segera memegangi tangannya. Dan melihat sang istri yang kini juga sedang menoleh padanya.


Annisa bisa melihat tatapan keduanya yang sudah di penuhi dengan gelenyar Cinta. Sama seperti dirinya dulu dengan Tama. Annisa berdecak membuat Azura menyunggingkan senyum tipis. Sangat tpis. Bahkan saking tipisnya tidak ada yang mengetahuinya selain Annisa yang kini menatapnya dengan dingin.


"Jawablah Azura. Jangan mempersulit dirimu dengan cara kamu diam seperti ini. Bukankah tadi, aku sudah bilang padamu?" ucap Tama pada Azura yang kini sedang menatapnya dengan tersenyum hingga membuat Annisa terbakar api cemburu.


Ingin sekali Annisa merobek mulut itu dan juga menampar pipi yang sekarang ini sedikit chubby. Annisa sekuat tenaga menahan gemuruh di dadanya. Wajah itu semakin datar dan dingin saat ini.


Tiada yang tau jika dirinya tengah cemburu melihat senyum Azura kepada Tama, suaminya. Saking kesalnya Annisa, ia sampai tidak memanggil lagi Azura dengan panggilan kak dan juga Ustadzah.


Ia menghela nafasnya, "Baik, jika kamu tidak ingin mengatakannya maka aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum! Sudah cukup bagiku bertahan selama lima tahun ini! Selesai kan urusanmu dengan nya Bang Tama! Muak aku melihatnya! Dan kamu Bang Tian! Jaga istrimu agar tidak kembali berulah! Cukup sampai disini!" tukas Annisa dengan segera berlalu meninggalkan mereka semua yang tertegun karena ucapannya itu.


"Jika sudah selesai, pergilah! Aku masih sibuk! Masih banyak berkas yang belum aku lihat!" ketusnya pada semua orang hingga Azura pun berbicara padanya. Sedang Annisa sudah duduk kembali di kursi tempst tadi ia duduk saat Tama datang ingin mengbarkan jika Azura sudah tiba.


"Untuk sekarang aku tidak memiliki alasan apapun untuk menjawab semua pertanyaanmu. Karena semua penjelasan itu sudah terkubur sejak lima tahun yang lalu, saat aku menyadari.. Jika Adrian Bos suamiku memanglah tidak mencintaiku lagi.." lirihnya mendadak sendu.

__ADS_1


Tian memegang kedua tangnnya untuk menguatkannya. Annisa yang sedang memegang berkas, menoleh pada Azura yang kini sedang melihat ke arahnya.


Annisa menunggu kelanjutan dari ucapan Azura. Karena inilah yang ingin ia dengar. Pengakuan Azura tentang perasaan sekaligus alasannya menjebak Tama lima tahun yang lalu saat hari dimana perpisahan Annisa dulunya.


__ADS_2