Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Mama Karin


__ADS_3

Annisa dan Tama berjalan masuk kerumah Anto melalui pintu samping yang sengaja ia buat untuk mempermudah ketika akan masuk kerumah Tama.


Annisa berjalan cepat ketika mendengar perdebatan antara Mitha dan Mama Karin. ''Kenapa kamu menikah harus dengan pemuda kere sih Mitha? Masih mendingan dengan pemuda yang Mama bawa dulu Sam Kamu! Dan ini? Apa ini? Kenapa sekarang kamu menutup seluruh tubuh kamu sepeti ini? Buka!'' titah Mama Karin sambil melotot pada Mitha.


''Nggak akan! Aku nyaman dengan pakaian sepeti ini! Jika menurut Mama aku tidak cantik, itu terserah Mama! Yang jelas, akuemjaga tubuhku, auratku dari api neraka yang setiap saat selalu ingin membakar diriku ini yang banyak dosa!''


''Cih!'' Mama Karin. berdencih sinis pada Mitha.


Ia semakin mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Anto. Anto mengelusnya dengan sayang. ''Sabar...'' bisik Anto, Mitha hanya bisa menghela nafas berulang kali.


Sedangkan Tama dan Annisa yang sudah berdiri di depan pintu melangkah masuk. ''Assalamu'alaikum... Mitha! Anto!''


Deg!


Deg!


Mama Karin menoleh pada Annisa dan Tama. Seutas senyum sinis terbit di bibir tua Mama Karin yang berwarna nude itu. ''Waoww.. prince Adrian Pratama! Apa kabar sayang??'' ucapnya pada Tama yang sedang berjalan mendekati Mitha.


''Alhamdulillah Baik. Mama sendiri??'' jawab Tama hanya sekedar basa basi.


Mama Karin terkekeh sinis pada Tama. ''Tentu saja Mama baik. Tidakkah kamu lihat kalau wanita tua ini semakin sehat saja semenjak bercerai dari Papa kamu itu?!'' ia terkekeh lagi.


Entah apa yang menyebabkan beliau asik Terkekeh saja. Annisa yang melihat nya bergidik ngeri. Ia berbisik di telinga Tama. ''Kayaknya Mama Karin ini punya penyakit terlalu bangga pada diri sendiri ya Bang? Hati-hati, nanti jatuh ke parit yang banyak lumpurnya hilang tuh kecantikan dan kepercayaan tingginya di telan lumpur got!'' bisik Annisa membuat Tama melototkan matanya.


Setelah nya ia terkekeh-kekeh. Annisa pura-pura melihat Mitha. Mitha menatap tajam pada Annisa. Anto terkekeh. ''Ishh... jauhkan mata kamu dari kakak iparmu seperti itu Mitha! Kualat kamu nanti!'' celutuk Annisa pada Mitha


Mitha bertambah melotot pada Annisa. Annisa melengos. Ia pura-pura melihat isi ruangan rumah itu. Padahal Annisa sudah tau. Karena dia sendirilah yang mengurus kamar pengantin Mitha dan Anto kemarin saat mereka menikah di hotel orang tuanya.


Mama Karin melihat Annisa dan tersenyum sinis pada Annisa. ''Hoo.. ini toh yang namanya Annisa?? Gadis kecil yang sudah menjadi Ratu di dalam rumah Adrian Pratama???''


Annisa yang mendengar suara Mama Karin menoleh kesana kemari. ''Siapa?? Anda berbicara dengan siapa? Dengan saya kah??'' tanya Annisa pura-pura bodoh di hadapan Mama Karin.

__ADS_1


Mitha dan Tama melototkan matanya. ''Kenapa?? Kenapa kalian melihatku seperti ingin memakan ku hidup-hidup??'' tanya Annisa seraya melihat Tama dan Mitha.


Mitha dan Tama menghela nafasnya. Sedang Anto sudah tertawa terbahak melihat keluguan Annisa yang pura-pura di buat di depan Mama Karin.


Mama Karin melototkan matanya pada Annisa. ''Lah? Ini lagi si Nyonya menir! Kenapa pula mata itu melotot pada ku??''


Buhahahaha....


Anto sudah tidak bisa menahan lagi rasa tertawanya. ''Sayang ..'' tegur Tama sambil menggeleng namun, terkekeh.


Annisa pura-pura bingung. ''Ini Kenapa sih? Emangnya Nyonya menir cap Belanda ini siapa Abang?? Siapa kamu Mitha??'' tanya nya masih pura-pura polos.


Buhahahaha....


''Anto...'' tegur Tama pada Anto yang sibuk tertawa.


Annisa menatap keduanya. ''Ada yang bisa jelasin tidak?!'' tanya Annisa lagi masih pura-pura polos. Mitha memijit pangkal hidung nya karena ulah Annisa ini. Kakak ipar kecilnya.


''Heh bocah gendeng!'' serunya pada Annisa.


Annisa menarik sedikit ujung bibirnya. Tama menggeleng kan kepalanya. ''Hah iya Nyonya menir cap Belanda! Saya disini!'' sahutnya masih pura-pura polos.


Mama Karin panas.


''Dasar bocah wedan! Kamu itu ya? Enak saja kamu bilang saya nyonya menir cap Belanda! Kamu pikir saya ini Noni-noni Belanda apa?! Asal kamu tau ya bocah wedan!''


''Wedang jahe!'' celutuk Annisa semakin membuat Anto tertawa terbahak-bahak.


''Ishhh .. kok bisa sih si Tama memiliki istri kurang sepuluh ons kayak kamu???'' katanya sembari memijit pangkal hidungnya karena sakit berhadapan dengan Annisa.


''Weleh?? Sepuluh ons?? Yang benar saja anda Nyonya menir cap Belanda!'' Mama Karin melotot lagi. ''Saya itu nggak kurang sepuluh ons! Anda iya! Anda itu kelebihan berat badan sepuluh ons! alias satu kilo!''

__ADS_1


''What?! Kamu...!! Benar-benar ini anak! Bisa keriput ini muka saya berhadapan sama makhluk kurang sepuluh ons kayak kamu!'' ketusnya pada Annisa.


Ia duduk di sofa miliknya sudah bergerak gelisah. Annisa tertawa jahat di dalam hati. Mitha dan Tama sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Annisa terkekeh. ''Iyakah?? Kalau begitu, sebaiknya anda keluar dari rumah ini. Jika anda talkut kulit wajah cantik Cap Belanda itu itu keriput karena omongan saya!''


''Apa?! Oh my Good!!! This your Wife Prince Adrian Pratama?!?''


''Yes, I am!''


''Oh my Good!''


''Kenapa??''


''Saya bisa gila berhadapan dengan gadis bar-bar sepertinya?''


Buhahahaha...


''Anda lucu Mama Karin!''


''What?!''


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


🀣🀣🀣🀣Bisa tegang tuh urat leher Mama Karin kalau ngomong sama Annisa 🀣🀣🀣


Hehehe.. sambilan nunggu adek Annisa update, mampir dulu yuk di karya temen othor yang satu ini. Ceritanya seru loh..



Cus kepoin!

__ADS_1


Like, komen, dan kembang selalu othor tunggu! Vote juga yak?


__ADS_2