
''Apa kau bilang tadi wanita tua?! Kau bilang, kau muak Melihat ku?! Dengar P E L A K O R!'' Annisa menunjuk wajah Selly.
Tama melototkan matanya mendengar ucapan Annisa. Sedang Selly, terkejut dengan ucapan istri kecil Tama.
''Dengar kau pelakor!! Kau disini yang tamu tak di undang, datang kerumah orang tanpa mengabari! Dan masuk tanpa di izinkan oleh pemilik rumah! Dan sekarang, kau mengatakan aku sok suci?! Sok alim??? Lalu, bagaimana denganmu? Apakah kau pantas jika ku panggil dengan wanita baik? Sementara kedatangan mu kesini pun hanya untuk menghancurkan rumah tangga orang?! Dasar pelakorr!! Tidak tau malu! Sudah masuk kerumah orang tanpa izin, sekarang malah menghina pemiliknya! Sekarang aku tanya! Siapa disini yang sok suci?! Siapa disini yang sok alim?! Kamu! Atau aku? Aku rasa... kamu tau jawabannya apa!''
''Jika memang kamu wanita baik-baik, kamu tidak akan berkunjung kerumah pria yang bukan saudaranya! Bagimu, di Jakarta sana iya! Tapi disini tidak! Aku masih memegang teguh ajaran dari kedua orang tuaku!'' Annisa menatap Selly dengan tajam.
''Cih! Dasar gadis labil! Tadi aja ngamuk-ngamuk nggak jelas, sekarang ingin ceramah pula! Ingin jadi ustadzah kamu?! Heh! Jangan disini.. Noh! di mesjid komplek sana! Kamu bisa berceramah sepuasnya!'' ucap Selly masih menatap Annisa dengan sinis.
''Ya, aku memang gadis labil! Aku akui itu! Tapi-,''
''Hahaha... mengaku juga kamu ya? Hahaha.. gadis labil tidak jelas,'' ejek Selly pada Annisa.
Annisa tersenyum namun begitu mematikan. ''Ya, aku mengakui diriku ini memang lah labil! Tapi tidak wanita dewasa seperti mu! Sudah tau salah, tapi tidak mau mengaku salah! Malah ngotot pula di rumah orang! Kau itu cuma tamu disini! Jadi berkelakuan lah seperti tamu. Bukan tamu perebut laki orang! Dan ya apa tadi kau bilang, kalau bisa Tama harus menikahi Mak ku??''
''Pikiran macam apa itu? Mana ada seorang anak angkat menikahi Mak angkat nya sendiri. Yang ada, dia menikahiku! Adik angkat nya! Kau belum kenal dengannya, Selly! Kau tidak tau seperti apa Mak kami itu! Aku doakan, suatu saat kau bertemu dengan Mak ku, kau akan bersimpuh dan bersujud di kakinya! Karena kau telah menghina surga kami berdua! Camkan itu Selly Mardiana Binti Bramantyo Hermawan!!!''
DEG.
Tama dan Selly terkejut. Bagaimana mungkin Annisa tau tentang nama lengkap dan juga ayahnya.
Tama menatap Annisa untuk mencari kepastian. Sedangkan Selly, wajahnya terkejut nya begitu terlihat.
Annisa terkekeh, namun menyeramkan. Tama sampai bergidik ngeri di buatnya. ''Kau terlalu menyepelekan ku, wahai wanita tua! Aku gadis labil, lebih banyak tau tentang dirimu. Ketimbang dirimu sendiri! Hidup di Jakarta seorang diri. Tinggal di apartemen mewah yang di biayai oleh seorang sugar Daddy! Alasan tugas kantor! Tapi itulah pekerja an mu! Kau pulang kemari, karena sudah ketahuan dengan istri sah sugar Daddy mu kan?!''
__ADS_1
Deg!
Deg!
Selly terkesiap mendengar ucapan Annisa.
Darimana gadis labil ini tau??
''Darimana aku tau?? Hahaha.. aku punya banyak mata nona Selly Mardiana!! Aku memang labil! Tapi aku tidaklah bodoh Nona Selly! Aku tau semua perbuatanmu! Mau aku tunjukkan satu persatu?? Atau sekaligus? Di dalam ponsel ini semua berita tentang mu lengkap selengkap-lengkapnya! Aku tau siapa dirimu Nona Selly! Jangan memancingku nona Selly Mardiana!! Kau belum kenal siapa Annisa Adrian Pratama! Istri sah secara hukum dan agama. Apa yang aku tidak tau tentang mu? Aku tau semuanya! Bahkan kelakuan bejatmu pun aku tau!''
''Kau!'' tunjuk Annisa pada wajah Selly yang semakin terkesiap. ''Kau seorang gundik! Simpanan pria tua kaya raya! Pemilik perusahaan Company's group yang ada di Jakarta! Kau tidak bekerja di sana! Tapi kau bersenang-senang dengan nya! Kau bersenang-senang dengan dosa! Tanpa tau akibat dari perbuatan mu itu! Apakah kau tidak merasa, jika tubuhmu itu semakin kurus semenjak terakhir kali kau pulang kesini satu tahun yang lalu?!''
Deg.
Deg.
Sementara Tama, semakin kebingungan dengan ucapan istri kecilnya itu. Ia mendekati Annisa dan mengambil ponsel miliknya yang berada di tangan Annisa.
Tama membulatkan matanya melihat semua gambar milik gadis itu dan juga pria tua yang Annisa bilang tadi.
Mulut Tama menganga lebar. Ia menatap Selly dengan wajah terkejut nya. ''Kamu...!'' kata Tama.
Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah melihat bukti dari ponsel miliknya. Annisa terkekeh sinis.
''Kenapa? Baru tau, jika selingkuhan mu itu sugar Daddy pria tua kaya raya?!''
__ADS_1
Tama tak menjawab, ia menatap Selly masih dengan wajah terkejut nya. Sedangkan Selly semakin ketakutan.
''Jangan menuduhku Nona Selly! Wajar kalau aku suci! Wong, aku masih perawan saat dinikahi olehnya! Tapi bagaimana dengan mu?! Demi kepuasan harta semata, kau menggadaikan kehormatan mu pada pria tua yang sudah memiliki cucu! Apa kau tidak takut, jika sesuatu di dalam tubuhmu itu tumbuh menjadi aib untuk masa depanmu??''
Deg.
Deg.
Lagi, Selly semakin ketakutan. ''Pulanglah nona Selly! Jangan mengganggu suami orang dan jangan pula memaksa pemuda lain untuk menikahi mu, demi menutup aibmu! Aku memang labil! Tapi labil ku bertempat! Aku labil saat tau milikku akan diambil paksa oleh wanita sepertimu untuk menutupi aibmu! Aku gadis labil! Ya, benar sekali. Aku memang labil. Tapi kelakuan labil ku tidaklah buruk! Berbeda dengan mu! Kau datang kemari untuk merebut suami SAH ku! Aku tidak akan tinggal diam! Pulang! Sebelum aku menyebarkan berita ini kepada keluarga Paman Bramantyo! Aku kenal siapa beliau. Beliau orang yang pemurah dan baik hati kepada semua orang!''
''Yang sangat menghormati pernikahan. Berbeda sekali dengan putri kandungnya dari mantan istri pertamanya yang sudah kabur dengan pemuda lain, karena beliau cacat fisik! Kau Nona Selly! Kau sangat berbeda dengan Paman Bram! Pulang lah. Selagi aku berbaik hati tidak membawa masalah ini kepada keluarga mu! Cari pemuda yang benar-benar tulus menginginkan mu! Tanpa mengungkit masa lalu mu! Jika kau tidak menemukan pemuda seperti itu, maka hiduplah menyendiri! Urus dirimu dan dirinya dengan baik!''
''Jadikan pengalaman hidupmu itu menjadi pedoman untuk darah daging mu kelak! Pergilah. Seseorang telah menunggumu! Aku, si gadis labil, memaafkan segala kesalahan mu! Apalah aku yang hanya seorang anak kecil. Tapi berbeda dengan mu yang sudah dewasa. Aku hanya mencoba mempertahankan apa yang menjadi milikku! Pergilah, Nona Selly! Paman Bram sudah menunggu, mu! Selamat siang Paman...''
''Selamat siang Nak.. bagaimana kabar Mami dan Papi mu? sehat??''
Annisa tersenyum, ia turun dan mendekati seorang paruh baya yang duduk di kursi roda. Annisa menyalami tangan keriput itu dengan takzim.
Selly tertegun melihat nya. Begitu juga dengan Tama. Ia sampai mematung melihat Ayah Selly.
Bramantyo Hermawan.
💕💕💕💕
Hayooo.. siapa itu Pak Bram??
__ADS_1