
Lima Tahun kemudian
Sedari subuh Tama sudah bersiap. Hari ini ia kan berangkat ke Bandung untuk pertam kalinya setelah sekian lama.
Raut wajah tampan itu begitu terliat bahagia. Tetapi satu salahnya. Wajah tampan yang semain dewasa itu tetap sama. Datar kayak triplek.
Mitha menghela nafasnya. "Senyum Abang! Senyum! Gimana sih?!" sungut Mitha tidak terima pada raut wajah Tama yang sama seperti empat tahun yang lalu.
Tama diam saja. Saat ini mereka bertiga sedang di dalam mobil menuju ke Bandara Kuala Namu Medan.
Mitha dan Anto hanya bisa menghela nafas saat melihat Tama tetap pada pendiriannya. Kali ini Mitha dan Anto ikut ke Bandung untuk menemui kakak iparnya setelah sekian lama. Ia rindu Kakak ipar kecilnya itu.
Mitha memikirkan Annisa yang saat ini entah seperti keadaannya selama ia di Bandung sana.
Sepanjang perjalanan hanya di isis dengan keheningan. Anto yang saat ini bertindak sebagai pengemudi hanya bisa diam saja.
Cukup dua jam saja kini mereka sudah tiba di bandara Kuala Namu Medan. Mitha dan tama masuk duluan sedang Anto menyusul. Ia ingin menitipkan mobil Tama pada pihak bandara. Dan akan ia ambil saat seminggu kemudian.
Mereka bertiga langsung masuk ke pesawat karena pesawat yang akn membawa mereka menuju Bandara Halim Perdna Kusuma Jakarta akan segera berangkat.
Pukul sepuluh lebih dua menit, pesawat un lepas landas dari Bandara Kuala namu Medan menuju ke Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta.
Mitha dan Anto berbicara bersama. Tetapi tidak dengan Tama. Ia terdia sedari rumah himngga di dlam pesawat.
__ADS_1
Ia masih bingung. Ingin bicara apa nanti sama Annisa saat mereka bertemu. Mitha yang melihatnya pun memegang tangan Tama untuk menguatkan Abangnya itu.
"Tenang.. Katakan apa yang ingin Abang katkan padanya. Adek yakin, Kakak ipar pasti mau menerima penjelasan Abang. Dan jika tidak. Maka kami berdua yang akan menjelaskannya. Ya?" Ucap Mitha menenangkan hati Tama yang saat ini sedang gelisah dan gundah karena dalam waktu empat jam ke depan, ia akan bertemu dengan sang pujaan hati.
Tama menghela nafas panjang. Ia lebih memilih dian dan memejamkna matanya sejenak untuk mengurangi rasa sesak dan gundah pada hatinya.
Sementar di Bandung sana, Annisa dan kedua sahabatnya sudah berkutat dengan wajan dan spatula.
"Ini anak! Ishh.. Nis! Dibilangin ih! Payah aku ini!" sungut sarah kesal kepada Annisa.
Annisa hanya bisa tertawa saja melihat tingkah Sarah bersama Mutia. "Udah lah sarah. Cepatlah selsaikan tugasmu. Mitha udah mengabari aku kalau mereka saat ini sedang berda di pesawat. Empat jam lagi merek akan tiba di Bandung. Ayo ih! Apa kalian tidak ingin pulang ke Medan satu Minggu lagi??" tanya Annisa pada kedua sahabatnya.
Kedua gadis cantik itu mendengus. "giman mau siap kalau ada tuyul di sekitar kita?!" sewot Sarah begitu kesal.
Ia kembali berkutat di dapur sebelum nantinya merek bertiga akan menunggu kedatang tamu yang sudah sangat lama ingin Annisa temui.
Empat jam berlalu.
Kini Tama, Mitha dan Anto sudah memasuki kawasan komplek perumahan asri jati permai tempat dimana pujaan hatinya sedang menunggu dirinya.
dari jauh saja sudah terlihat rumah Annisa yang sederhan tetapi terkesan mewah karena bangunannya bergaya rumah modern masa kini..
Tama dan Mitha yang di dalam mobil itu mematung seketika ketika melihat duo tuyul di depan rumah Annisa.
__ADS_1
"Awas ih Abang! Adek mau ituuuu!!! Mamiiiiiii!!!! Mainan adek Mamiiiii!!!! Huaaaaa...."
Deg!
Deg!
Tama, Mitha, dan Anto kala melihat duo tuyul itu. "Sebentar sayang.. Mami lagi bersiap! Sebentar lagi papi datang loh.. nggak ingin ketemu Papi kah?" tanya suara dibalik dalam yang terbuka lebar.
Mutia dan Sarah pun mematung kala melihat sosok yang begitu mereka kenal sedang berdiri di depan pintu mobil mereka.
Kedua tuyul itu terus saja bertempur dan saling tarik menarik satu sama lain. Sedangkan Annisa yang sedang bersiap pun keheranan karena tidak mendengar suara kedua sahabatnya.
"Kemana mereka? Kok sepi? Hanya ada suara si tuyul biang rusuh saja yang terdengar suaranya? Hem.. Mereka kebiasaan deh! Pasti sibuk dengan ponsel mereka! Sedang si tuyul di biarkan begitu aja! Awas kalian!!" geram Annisa
Ia keluar dari dalam rumahnya menuju keempat orang diluar itu. Tiba dluar sana, Annisa menggelengkan kepalanya saat kelakuan duo tuyul itu.
"Ck. Udah dong Nak rebutan mainannya?? Bukannya Abang udah Mami belikan mainan ya? Kok Rebutan lagi sih sama Adek??" tanya Annisa pada duo tuyul itu.
Annisa terus berjalan menuju ke dua bocah tuyul bin rusuh itu tanpa menyadari ad tia orang yang terpaku di tempat melihat ke aranya tanpa berkedip.
"Sayang...."
Deg!
__ADS_1
Deg!