Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Rindu kamu


__ADS_3

''Ya, tapi ya sudah. Toh, kamu sudah selesai ujian kan? Dan lagi.. ustadzah pun taunya seminggu yang lalu setelah ujian kamu selesai. Ustdzah tidak bisa berkata apapun lagi saat ini. Awalnya ustdzah marah. Tapi setelah mendengar cerita dari Mak dan juga mertua mu ditambah dengan kamu, ustdzah percaya. Ustdzah merestui mu. Semoga kamu bahagia dan selalu dilimpahkan Rahmat Allah SWT untuk rumah tangga kalian berdua dan juga segera mendapatkan momongan seperti keinginan suami kamu, hem??''


Annisa terharu. ''Terimakasih Ustdazah.. terimakasih doa nya untuk hubungan kami berdua.. hiks.. maafkan saya ustadzah.. maaf ..'' Isak Annisa begitu lirih.


Ustadzah Hanim tersenyum, ''Sudah, jangan menangis. Pengantin baru tidak boleh menangis. Kamu pakai baju sekarang. Setelah ini sholat. Sudah masuk waktu dhuhur. Kamu tidak boleh keluar dari kamar sampai keesokan harinya.''


Annisa terkejut, ''Weleh? Kenapa bisa begitu Ustadzah??''


Ustadzah Hanim Terkekeh, ''Semua ini atas permintaan nenek suami kamu. Beliau berpesan kalau kamu tidak boleh bertemu dengan suami kamu hingga keesokan harinya.''


''Hah??'' Annisa menganga.


Ustadzah Hanim tertawa. ''Kenapa kamu terkejut seperti itu?'' katanya masih dengan tertawa.


Annisa bingung harus jawab apa. Ia mengingat Tama yang selalu tidur bersamanya setiap malam jika tidak Tama tidak bisa tidur. Apalagi ini setelah sekian lama. Pastilah Tama uring-uringan. Annisa Terkekeh.


Ustadzah Hanim tersenyum, ''Ustadzah keluar ya? Sholat dulu, baru setelahnya kamu istirahat!''

__ADS_1


''Iya Ustdazah. Ustadzah menginap disini kan??''


''Ya, sesuai dengan permintaan Papi absurd kamu itu!'' imbuhnya dengan tertawa.


Annisa pun ikut tertawa. Ustadzah Hanim keluar dan digantikan oleh Kinara yang berpapasan di pintu dengan nya.


Mereka bertegur sapa sebentar setelahnya Kinara masuk dengan membawa nampan yang berisikan makan siang untuk Annisa. Tama pun demikian. Ada Algi dan Rayyan yang akan menemani Tama nantinya.


Karena yang mereka tau kalau Tama akan nekad keluar kalau tanpa penjagaan. Jadilah Algi dan Rayyan yang menunggui mereka berdua. Seperti satpam.


Annisa tertawa saat Kinara mengatakan padanya kalau Tama saat ini uring-uringan ingin bertemu dengan nya tapi di larang oleh sang nenek yang selalu berada dikamar itu.


Pukul satu dini hari. Setelah Tama sholat tahajud malam, ia merogoh kunci yang tersembunyi pada saku baju sang nenek. Rayyan dan Algi tidur di bawah berlapis kan ambal beludru yang lumayan tebal yang sengaja Papa Fabian sediakan untuk mereka berdua.


Pelan-pelan Tama mengambil kunci itu hingga ia mendapatkan nya. Setelah itu ia berjinjit berjalan keluar untuk menuju kamar Annisa.


Tidak lupa membawa ponsel miliknya. Masih dengan menggunakan kain sarung, Tama menyelinap masuk ke dalam kamar Annisa yang tidak di kunci. Karena mereka pikir kalau Tama tidak akan keluar jika ada sang nenek disana.

__ADS_1


Tapi Tama tetaplah Tama. Mana bisa seorang Tama memendam rindu yang terlalu lama jika orang yang ia rindukan ada di dekat nya.


Tama membuka pintu kamar Annisa dengan pelan. Ia masuk ke dalam kamar itu perlahan setelah menutup pintunya. Ia mencari keberadaan sang istri dimana.


Tanpa diberi tahu pun Tama tau dimana Annisa berada. Ia menuju Annisa yang sedang terlelap disisi kiri ranjang. Sedang di sisi kanan ada Kinara yang sudah mendengkur.


Tama Terkekeh. Ia menyelinap masuk kedalam selimut Annisa. Tapi sebelum itu ia menyetel alaram pukul empat tiga puluh waktu subuh.


Tama masuk di dalam selimut dan berbaring di sebelah Annisa yang tidur miring ke kanan. ''Hemmm.. nyamannya.. Abang kangen banget sama kamu sayang. Abang Rindu kamu. Enak aja nenek mau misahin Abang dari kamu? Heh? itu tidak akan terjadi!'' bisik Tama di telinga Annisa.


Annisa yang sudah terlelap tetapi seperti mendengar suara Tama, ia pun berbalik arah dan memeluk Tama dengan erat. ''Adek pun rindu sama Abang.. hemmm...'' lirih Annisa membuat Tama terkekeh dengan mata terpejam.


Mereka berdua terlelap dengan saling berpelukan. Hingga semua itu buyar saat mendengar suara alaram yang mengejutkan Annisa dan Kinara secara bersamaan.


Kriiiiiiinggg..


''Apa itu?!''

__ADS_1


Deg!


__ADS_2