Annisa Istri Kecilku

Annisa Istri Kecilku
Saudara tiri rasa saudara kandung


__ADS_3

''Mak tunggu sampai kakak tamat sekolah dulu, baru setelahnya kakak katakan alasan nya. Untuk sekarang, biarlah seperti ini. Kakak ikhlas. Kakak harap Mak sama Papi, jangan memaksa kakak untuk bisa menerima nya kembali. Kakak punya alasan yang kuat. Mak tenang saja. Tak kan ada yang tersakiti dari perpisahan kami...'' Annisa memejamkan matanya ketika bayangan wajah Tama melintas di pikirannya.


''Terkecuali.. Kami berdua!'' gumam Annisa di dalam hati dengan mata terpejam


Mak Alisa dan Papi Gilang menatap Annisa dengan dalam. Ingin menerka sesuatu yang yang Annisa pendam dalam hati. Hanya dirinya yang tau, apa dan kenapa sangat ingin berpisah dari Tama.


Sedangkan yang Mak Alisa dan Papi Gilang tau, jika putri bungsu ayah Emil itu sangat mencintai Tama sejak ia berumur sepuluh tahun.


''Sayang?''


Papi Gilang menatap Mak Alisa.


''Hah. Aku beneran tak tau Pi.. apa yang disembunyikan oleh anak gadis mu ini! Ck! Buat masalah saja!''


Wajah Mak Alisa mendadak kesal. Papi Gilang terkekeh. Rayyan memperhatikan saja sikap kedua orangtuanya itu.


''Kira-kira apa yang mereka bicarakan melalui tatapan matanya ya? Hebat euuyy! Mami sama Papi itu ikatan batinnya kuat banget! Semoga... saja. Aku juga bisa memiliki istri seperti Mami. Yang peka akan perkataan ku walau hanya melalui sorot mata saja. Amiiinnn..'' gumam Rayyan dalam hati


Seutas senyum tipis terbit dari bibir tipisnya yang mirip dengan Papi Gilang. ''Maaf, kalau Abang ikut campur urusan kakak. Abang hanya memberikan pendapat saja disini. Jika baik silahkan kakak ambil. Dan jika pun tidak, buanglah. Abang hanya ingin yang terbaik untuk kakak. Dengarkan Abang, Kak!'' titahnya pada Annisa.


Annisa yang sedang menunduk, mengangkat kepalanya dan melihat Rayyan. Pemuda jangkung itu tersenyum padanya. ''Mengambil keputusan jangan lah buru-buru. Karena sifat seperti itu tidak baik. Bisa jadi kakak akan menyesal dengan keputusan kakak sekarang!''


Deg!


Annisa menatap tak berkedip pada Rayyan. Ia masih ingin mendengar lanjutan dari ucapan adik tiri lelakinya ini. Rayyan menghela nafasnya.

__ADS_1


''Abang tidak tau, apa dan kenapa. Dan apa yang Kakak sembunyikan dari kami, hingga kami harus menunggu sampai kakak satu tamat satu tahun lagi. Jangan gegabah Kak, Kakak harus berpikir dua kali dalam mengambil keputusan ini. Menurut Abang, untuk sementara jalani saja dulu hubung Kakak dengan bang Tama. Kita tunggu Sampai satu tahun. Lihat perubahan yang terjadi pada dirinya. Apakah ia masih sama menginginkan Kakak seperti kemarin? Atau semua itu akan berubah seiring waktu??''


Rayyan menghela nafasnya. ''Ingat Kak. Keputusan yang kakak ambil ke depan akan mempengaruhi kehidupan masa depan Kakak kelak. Jadi Abang mohon, pertimbangkan lagi keputusan untuk berpisah dari bang Tama. Abang tidak akan bertanya dan memaksa kakak untuk membuka sesuatu yang Kakak simpan saat kakak berbicara dengan gadis yang bernama Husna itu!''


Deg!


Deg!


Mak Alisa dan Papi Gilang terkejut. Begitu juga dengan Annisa. Ia terkesiap saat Rayyan mengetahui jika Husna pernah bertemu dan berbicara padanya walau sebentar.


Annisa menatap lekat pada Rayyan. ''Abang tidak akan bertanya kak. Tapi yang jelas, pikirkan baik-baik tentang kejadian yang selama ini Kakak jalani bersama bang Tama. Jangan hanya karena ucapan gadis lain yang menyukainya kakak mundur. Itu bukan ciri khas dari seorang kakakku, Annisa! Kakak yang ku kenal tidak mudah putus asa dan menyerah begitu saja dalam hubungan nya. Kakak yang ku kenal itu tidak takut apapun!''


''Kak Annisa yang Abang kenal bukanlah gadis lemah. Dia kuat! Sekuat baja! Tidak mudah hancur walau api berulang kali membakarnya. Memang, ada waktunya baja itu akan habis. Yaitu saat ia pasrah akan kehidupan dan pasrah pada takdir! Tapi kakakku tidak seperti itu! Kakak tangguh! Sanggup melawan rintangan yang ada! Pesan Abang, jangan dengarkan apa kata gadis yang baru kakak kenal!''


''Apakah Kakak rela melepaskan bang Tama hanya demi gadis sepertinya?? Apakah Kakak rela melepaskan bang Tama untuk diserahkan kepada gadis lain, yang bahkan bang Tama sendiri pun tidak menginginkan nya? Tidakkah kakak merasakan kemarin, saat Abang datang kesini untuk menemui Kakak? Ingat Kak. Bukan mereka yang tau tentang hubungan kalian berdua. Tapi kalian berdua lah yang lebih tau seperti apa dan bagaimana.''


''Abang sayang sama kakak. Kita sudah bersama sedari Abang masih bayi dan kakak waktu itu baru bisa berjalan dan berbicara. Abang sangat mengenal kakak. Selama ini kita selalu bersama di setiap kita sekolah dan dirumah. Mana yang Abang tidak tau dari kakak. Abang tau semuanya. Semuanya. Tanpa kakak beritahu pun, Abang tau.''


''Semua ini demi kebaikan kakak. Awalnya iya Abang sempat salah sangka sama bang Tama. Tapi setelah mengetahui fakta yang sebenarnya, baru Abang percaya. Ingat Kak! Kalian hidup berdua itu sudah sedari lama. Bukan sebentar. tapi sudah puluhan tahun. Bahkan kakak belum ada pun, Abang Tama sudah hadir di dunia ini. Iya kan Mi??'' tannya Rayyan pada Mak Alisa.


Mak Alisa mengangguk setuju. Begitu juga dengan sang Papi. Pria paruh baya itu begitu takjub dengan putra sulungnya itu.


Papi Gilang menatap Mak Alisa dengan mata penuh dengan binar cinta.


''Terimakasih, Terimakasih sayangku. aku mencintai mu sekarang dan selamanya.. mmmuuuaacchh!!''

__ADS_1


Papi Gilang mengedipkan matanya pada Mak Alisa dengan senyum tersungging di bibir nakalnya. Mak Alisa tersipu malu. Semua itu tidak luput dari perhatian kedua anaknya.


Annisa dan Rayyan terkekeh. ''Lihatlah Kak. Mereka sibuk dengan dunianya sendiri. Kita di abaikan Kak! Ck!'' decak Rayyan sebal kepada kedua orang tuanya itu.


Annisa tertawa. Mak Alisa pun ikut tertawa. ''Ck! Kamu Bang! Suka banget sih, gangguin Papi sama mami sedang berbagi rasa cinta melalui tatapan mata?? Ishh.. seharusnya tuh ya, kamu itu belajar dari kami. Bukannya berbicara seperti itu!'' ketus Papi Gilang tidak terima dengan perkataan Rayyan baru saja.


Rayyan tertawa. ''Hahaha.. Abang akan mengikuti jejak Papi. Abang akan mencari istri yang sama seperti Mami. Wanita lembut dan penyayang. Namun, tegas dalam bersikap. Sikapnya yang ramah dan penyantun selalu membuat Abang jatuh hati sama Mami. Mamiiiii... I Love You so much!! mmmuuuaacchh!'' kata Rayyan sambil mencium pipi dan kening Mak Alisa.


Membuat wanita paruh baya itu tertawa bersama dengan kedua anaknya. Sedangkan Papi Gilang melotot. ''Lepas ih! Itu istri Papi! Kalau kamu mau, cari sana! jangan punya Papi! Papi nggak setuju!'' ketus Papi Gilang


Annisa semakin tertawa melihat wajah Papi Gilang begitu kesal kepada putra sulungnya. Sedangkan Rayyan sangat menyukai Papi Gilang berubah menjadi jutek seperti itu setiap kali ia menggodanya.


Annisa tersenyum, ia begitu bersyukur memiliki saudara tiri rasa saudara kandung seperti Rayyan. Yang tau akan kegelisahan nya tanpa ia berbicara.


💕💕💕💕


Noh.. DUKA Alisa duda tapi perjaka nya Papi Gilang. Kesayangan Mami Alisa sedari bayi dulu. Hihihi.. spoiler judul baru lagi buat klean. Uups!


Hehehe.. othor mau promo lagi nih, caerrita temen othor yang lain lagi nih.


Cinta sejati hot Duda.


By Kak Yayuk Triatmaja.


__ADS_1


Cus kepoin!


Like dan komen selalu othor tunggu! 😘😘


__ADS_2