
''Nak??'' panggil Mami Zahra lagi setelah lama mereka terdiam begitu lama
Annisa mengambil puding lumut itu dan segera memakannya. Annisa memejamkan matanya saat merasakan kenikmatan dari tekstur lembut dari puding lumut buatan Mami Zahra.
Mami Zahra tersenyum melihatnya, "Syukurlah kalau kamu suka, Nak? Berarti Bude tidak sia-sia membuatnya untukmu," imbuhnya dengan tersenyum manis sambil melihat Annisa yang terus makan tanpa menawari pada siapapun.
Papi Rian mendengus. Entah kenapa ia sangat tidak menyukai seseorang yang dulu pernah berselisih dengannya hingga membuatnya rugi begitu banyak karena pembatalan kerja sama oleh pihak Bhaskara Group.
Mengingat itu sangat membuatnya muak, Annisa bisa melihat wajah bencinya itu begitu terlihat di mata ayu nya yang saat ini lumayan sembab.
"Aku tau, Anda sangat tidak menyukai saya karena saya bersangkutan dengan masa lalu Anda yang begitu membuat Anda membenci keuarga kami."
Deg!
Mami Zahra mellirik suaminya dan menatapnya dengan dingin. Papi Rian melengos. Annisa masih saja melihat Pakde dari Budenya itu.
"Sebelum Anda memusuhi keluarga saya, akan saya jelaskan kejadian yang sebenarnya!"
__ADS_1
Deg!
Papi Rian melirik Annisa sekilas, wajah itu masih sinis terhadapnya. Tetapi annisa tetap tidak peduli. Ia ingin meluruskan masalah itu, walau sebenarnya Papa Alan sudah meminta maaf atas nama Papi Rian waktu itu.
"Waktu saya berumur hampie sepuluh tahun waktu itu, saya pernah mendengar dari Papi bahwa Papa Alan dan Anda ingin menghancurkna perusahaan dan keluarga kami karena sudah berani menyembunyikan Bude Zahra selama dua tahun di rumah kami."
Papi Rian menoleh dan melihat Annisa. Begitu pun ke tiga orang disana yang kini sedang menatap Annisa dengan terdiam. Termasuk Mami Zahra.
"Anda berniat ingin menghancurkan perusahaan dan keluarga kami. Yang Anda sendiri tidak tau bahwa semua yang Anda lakukan itu begutu menyakiti Bude saya! Bude Zahra!"
Deg!
Deg!
Papi Rian tertegun. " Anda tega Pakde! Memisahkan kedua saudara yang sudah terikat lahir dan batin mereka! Mereka begitu kehilangan satu sma lain! Tidakkah Anda melihatnya Pakde?? Seperti apa hidup Bude saya setelah berpisah dari Mak saya! Anda salah karena telah membuat kedua hubungan kakak beradik itu menjadi terputus. Sebenarnya Anda itu salah paham kepada kedua orasng tua saya. Bude Zahra datan kerumah kami itu memang sudah takdir dari Yang Maha Kuasa. Allah sengaj mengirimkan Bude Zahra kerumah kami, karena Allah tau jika nasib Mak kami dan Bude Zahra itu sama, Pakde!"
Deg!
__ADS_1
"Allah sengaja mengirimkan Bude pada Mak kami karena dari Mak kamilah Bude bisa belajar menerima nasib kelebihan dan kekurangan dirinya yang selalu di sebut dengan pembawa sial!"
Deg!
"Tidakkah Anda tau bahwa kata-kata itau begitu menyakitkan untuk kami bagi kaum wanita yang memiliki hati yang rapuh serapuh dahan yang kering?"
Deg!
"Anda bisa bertahan karena Anda itu pohon yang kokoh. Tetapi kami rantingnya. Jangankan karena di tekan, bahkan karena angin pun kami bisa patah! Anda bisa bertahan karena Anda kuat, teatpi kami kaum wanita itu begitu lemah. Kami bernaung dan berlindung kepada kalian yang memiliki daya tahan yang kuat dari terpaan angin dan badai! Tetapi apa? Terkadang kalian juga lah yang membuat kami terluka karena kelakuan kalian semua kaum laki-laki!"
Deg!
"Apakah Anda tidak merasakan perbedaan ketika Bude saya dulu dengan sekarang?"
Deg!
"Asal Anda tau, Bude Zahra itu menerima Anda karena saran dari Mak saya! Karena Mak sayalah, Anda bisa menikah dan berbahagia dengannya! Jika bukan karena Makl saya, saya jamin. Bahkan samopai saat binipun Anda belum lagi menikah dengan cinta pertama Anda! Seharusnya Anda senang. Karena Anda bisa menikah dengan cinya pertama Anda itu karena bujukn dari Mak saya! Jika bujukan karenanya yang memaksa Bude saya, maka sampai kapanpun Anda tidak akan pernah bisa menikah dengan Bude saya. Dan juga, Anda tidak akan hidup hingga saat ini! Semua itu karena Mak saya dan Papi saya! Sungguh, Anda lelaki yang tidak tyau terima kasih Tuan Riandra Agung Brasmana! Nama dan gelar Anda saja yang tinggi! Tetapi pemahaman Anda di dalam sebuah keluarga itu sangatlah kurang! Beruntungnya Anda orang kaya! JIka tidak, Anda pasti tidak ada harganya dimata para kolega dan juga masyarakat lainnya yang dekat dengan Anda!"
__ADS_1
Dddduuuaaarrrr....
Tersentak Papi Rian mendengar ucapan Annisa yang memang benar adanya. Mereka berdua bersatu pun tidak lepas dari bujukan Mak Alisa yang memaksa Bude Zahra untuk menerima Papi Rian demi anak-anak Bude zahra yang begutu membutuhkan sosok seorang Ayah.