
Melihat mata polos dan sikapnya yang mandiri, aku jadi
teringat diriku versi masa kecil, dimana aku harus berjuang untuk diriku
sendiri
~Aland Chevalier
Pagi hari yang menyambt kedua sejoli itu, dimana ini adalah pagi
pertama untuk mereka setelah malam Panjang kemarin aland menolong gadis lugu
itu.
Jam menunjukkan pukul setenagh lima, masih snagat pagi untk
seorang aland bangun, dan ia masih sibuk dengan mimpinya diatas ranjang king
sizenya
Sementara asya, ia sibuk didapur meniapkan sarapan untuk
mereka berdua nantinya, untung saja amsih ada bahan makanan yang ttersisa
dilemari pendingin milik aland, sehingga asya bisa memsaka beberapa jenis makanan
untuk mereka.
Selesai dengan tugasnya didapur, asya melihat tumpukan baju
kotor milik aland, ia segera mengambilnya dan berniat untuk mencucinya, asya
menganggap ini adalah rumahnya yang dulu selalu ia bersihkan danmelakukan
tugasnya setiap pagi dan sore, apalagi hari ini asya tau dia tidak lagi ada
kesibukan disekolah seperti dulu, jadi ia bebas untuk bersantai sehrian penuh
“akhirnya selesai juga’”kata asya dan menjemur baju yang
baru saja ia cuci diatas balkon apartemen milik aland, setelahnya ia berlalu
dan turun kebawah berniat untuk membangunkan aland karna jam sudah menunjukkan
pukul setengah tujuh, bukankah aland harus bekerja?? Pikirnya
Dengan Langkah yang sangat pelan, asya memasuki kamar aland,
jangan lupa tadi malam mereka tidur satu ranjang dengan bantal guling sebagai
pemisah antara keduanya. Asya yang sebelumnya tidur dikursi sofa ruang tamu
tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang dan saat bangun dirinya sudah berada
diatas ranjang ,milik aland
“om banynlah, ini sudah pagi, apa om tidak pergi bekerja?”
tanya asya dengan suara yang pelan, ia ingin membangunkan orang atau malah
membuat orang itu tertidur dengan suara lembutnya hanya dia yang tau
“om bangunlah, apa om tidak pergi bekerja?” tanya asya lagi dan kali ini suaranya sedikit
lebih tinggi dan membuat aland terbangun dari tidurnya
“ada apa!” tanya aland dengan suara serak khas bangun tidur
dan membuat asya tertekun lama dan melamun ditempatnya
“heii gadis lugu ada apa!?” kali ini suara aland naik satu
oktaf dan membuat asya sadar dari lamunanya, dan segera matanya beralih kea
land yang masih duduk diatas ranjang
“ti..tidak tuan, saya hanya membangunkan om, karna sekarang sudah
pagi bukankah om bekerja?’ tanya asya dengan sopan dan menundukkan pandangan
matanya
__ADS_1
“ehemm” hanya deheman yang menjadi jawaban atas pertanyaan
asya, aland beranjang dari tempatnya dan menuju kamar mandi niat membersihkan
tubuhnya lebbih dulu, ia meninggalkan asya bukan tanpa alasan, dirinya tidak
bisa melihat tubuh gadis itu untuk waktu yang lama, bisa-bisa ia membuat gadis
lugu itu bersikukuh dibawah kendalinya
“aishhh,, mengapa terlalu cepat kau respon!!” kata aland
dengan gusar, karna juniornya terlalu cepat merespon Ketika melihat lekuk tubuh
milik gadis lugu itu.
Dengan cepat aland langsung merendam dirinya dalam air agar
juniornya tidak semakin membuatnya gila
Sementara asya, ia bingung dengan sikap aland yang kadang
berubah baik tapi kadang juga berubah datar dan dingin
“ada apa dengannya?, apa om itu marah karna aku
membangunkannya?” tanya asya pada dirinya sendiri karna ia tidak tau dimana
letak kesalahannya saat ini
Othor:Bukan kamu yang slaah kok sya, hanya saja kamu
salah targt, kamu berniat membangunkan om aland, tapi bukan hanya satu yang
bangun, melainkan ada dua wkwkw”
Asya: apaan sih thor, kan om aland Cuma satu orang
Othor; otakmu belum sampai kesana sya wkwk
Asya Kembali keruang tamu dan menyiapkan sarapan untuk
dirinya dan aland, ia ingin melakukan yang terbaik agar aland tidak menjualnya
“apa aku terlalu respek terhadap gadis itu, apa aku bisa
berjanji tidak tertarik dengannya? Sementara melihatnya saja juniorku sudah
respon, dan bagaimana jika aku berbuat sesuatu dengannya?’ tanya aland memikirkan
bagaimana ia mengatasi jiwa kelelakiannya untuk tidak terlalu merespon gadis
lugu itu
“bagaimanapun juga, dia masih terlalu kecil, toh juga aku
punya mainan banyak yang bisa aku dapatkan sesuka hatiku” kata aalnd dengan
cuek namun tidak dengan hatinya saat ini
Aland keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan melangkah
kemeja makan, disana ia melihat gadis lugu asya sudah duduk dengan banyak
makanan didepannya
“apa kau yang memesan makanan ini?” tanya aland dengan
mengerutkan keningnya heran
“bukan om, aku memasak ini semua, aku melihat banyak bahan
makanan dikulkas, jadi aku memasaknya” kata asya dengan tersenyum manis didepan
aland
Ohh shitt… mengapa dia terlalu manis, aland jaga pandanganmu
terhadap gadis lugu ini” gumamnya dalam hati dan Kembali memasang wajah datar
dan duduk didepan asya
__ADS_1
“om mau makan apa, biar asya ambilkan?’ tanya asya dengan
cepat tangannya bergerak mengambil sarapan aland
“aku bisa mencicipi semuanya, jadi kau buatkan saja semua
dalam satu piring” kata aland datar dan membuat asya terbelak mendengarnya
“apa om yakin?’ tanya asya memastikan bahwa pendengarannya
tidak bermasalah
“cepatlah gadis lugu, jangan banyak tanya” kata aland dan
segera dikerjakan oleh asya, ia mengambil makanan yang ia masak dan
memberikannya untuk aland
Mereka menikmati sarapan pagi dengan baik, tanpa sepatah
katapun yang keluar dari mulut keduanya
‘apa masakanku tidak enak? Mengapa sejak tadi wajah om
ini datar dan tidak menandakan sesuatu yang menilai masakanku?’ batin asya
ditengah sarapannya dan memperhatikan aland yang menikmati makanannya dengan tenang
“enak juga masakan gadis lugu ini, tapi jika aku minta tambah,
pasti dia akan semakin terkejut dan mengejekku” batin aland ditengah menikmati sarapannya
“aku sudah selesai, kau bisa melakukan apapun disini, tapi
jangan coba-coba untuk kabur atau keluar dari sini!” kata aland setelah ia
selesai dengan sarapannya
“tapi om, apa asya bisa minta satu hal, asya janji tidak
akan kabur ataupun macam-macam om” kata asya dengan wajah penuh harap
“ap aitu!?” tanya aland datar, jangan bilang kau ingin
keluar dan bertemu keluarga mu ayng sialan itu!, batin aland dengan tatapan
tajam
“bisakah aku melanjutkan sekolahkuu om? Aku ingin
menyelesaikannya karna kami akan lulus dalam satu bulan lagi” kata asya dengan
nada memohon dengan sangat
“ apa kau bisa menepati janjimu tidak akan berlaku sesuka
hatimu kalau aku beri kebebasan?” tanya aland dengan menaikkan alis matanya
sebelah
“asya bisa janji kok om, setelah pulang sekolah, asya
langsung pulang kesini, dan asya tidak akan memberitahu siapapun asya tinggal
sama om” kata asya dan menganggkat tangannya bentuk v, dan itu artinya ia
berjanji akan menurut dengan aland
“baiklah kalau begitu, mulai besok kau bisa masuk sekolah Kembali,
nanti asisten saya datang membawa perlengkapan untuk mu” kata aland dan
diangguki oleh asya
“terimakasih om” kata asya dengan mata berbinar Bahagia dan
senyuman yang tak luput dari bibirnya yang merah mudah alami
“aku berangkat” kata aland dan dijawab iya oleh asya, mereka
melangkah dengan asya mengantarkan aland sampai kedepan pintu apartemen
__ADS_1
next
Berikan komentarmu kepada mereka readers:>