Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 10, bisakah aku Kembali sekolah?


__ADS_3

Melihat mata polos dan sikapnya yang mandiri, aku jadi


teringat diriku versi masa kecil, dimana aku harus berjuang untuk diriku


sendiri


~Aland Chevalier


Pagi hari yang menyambt kedua sejoli itu, dimana ini adalah pagi


pertama untuk mereka setelah malam Panjang kemarin aland menolong gadis lugu


itu.


Jam menunjukkan pukul setenagh lima, masih snagat pagi untk


seorang aland bangun, dan ia masih sibuk dengan mimpinya diatas ranjang king


sizenya


Sementara asya, ia sibuk didapur meniapkan sarapan untuk


mereka berdua nantinya, untung saja amsih ada bahan makanan yang ttersisa


dilemari pendingin milik aland, sehingga asya bisa memsaka beberapa jenis makanan


untuk mereka.


Selesai dengan tugasnya didapur, asya melihat tumpukan baju


kotor milik aland, ia segera mengambilnya dan berniat untuk mencucinya, asya


menganggap ini adalah rumahnya yang dulu selalu ia bersihkan danmelakukan


tugasnya setiap pagi dan sore, apalagi hari ini asya tau dia tidak lagi ada


kesibukan disekolah seperti dulu, jadi ia bebas untuk bersantai sehrian penuh


“akhirnya selesai juga’”kata asya dan menjemur baju yang


baru saja ia cuci diatas balkon apartemen milik aland, setelahnya ia berlalu


dan turun kebawah berniat untuk membangunkan aland karna jam sudah menunjukkan


pukul setengah tujuh, bukankah aland  harus bekerja?? Pikirnya


Dengan Langkah yang sangat pelan, asya memasuki kamar aland,


jangan lupa tadi malam mereka tidur satu ranjang dengan bantal guling sebagai


pemisah antara keduanya. Asya yang sebelumnya tidur dikursi sofa ruang tamu


tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang dan saat bangun dirinya sudah berada


diatas ranjang ,milik aland


“om banynlah, ini sudah pagi, apa om tidak pergi bekerja?”


tanya asya dengan suara yang pelan, ia ingin membangunkan orang atau malah


membuat orang itu tertidur dengan suara lembutnya hanya dia yang tau


“om bangunlah, apa om tidak pergi bekerja?”  tanya asya lagi dan kali ini suaranya sedikit


lebih tinggi dan membuat aland terbangun dari tidurnya


“ada apa!” tanya aland dengan suara serak khas bangun tidur


dan membuat asya tertekun lama dan melamun ditempatnya


“heii gadis lugu ada apa!?” kali ini suara aland naik satu


oktaf dan membuat asya sadar dari lamunanya, dan segera matanya beralih kea


land yang masih duduk diatas ranjang


“ti..tidak tuan, saya hanya membangunkan om, karna sekarang sudah


pagi bukankah om bekerja?’ tanya asya dengan sopan dan menundukkan pandangan


matanya

__ADS_1


“ehemm” hanya deheman yang menjadi jawaban atas pertanyaan


asya, aland beranjang dari tempatnya dan menuju kamar mandi niat membersihkan


tubuhnya lebbih dulu, ia meninggalkan asya bukan tanpa alasan, dirinya tidak


bisa melihat tubuh gadis itu untuk waktu yang lama, bisa-bisa ia membuat gadis


lugu itu bersikukuh dibawah kendalinya


“aishhh,, mengapa terlalu cepat kau respon!!” kata aland


dengan gusar, karna juniornya terlalu cepat merespon Ketika melihat lekuk tubuh


milik gadis lugu itu.


Dengan cepat aland langsung merendam dirinya dalam air agar


juniornya tidak semakin membuatnya gila


Sementara asya, ia bingung dengan sikap aland yang kadang


berubah baik tapi kadang juga berubah datar dan dingin


“ada apa dengannya?, apa om itu marah karna aku


membangunkannya?” tanya asya pada dirinya sendiri karna ia tidak tau dimana


letak kesalahannya saat ini


Othor:Bukan kamu yang slaah kok sya, hanya saja kamu


salah targt, kamu berniat membangunkan om aland, tapi bukan hanya satu yang


bangun, melainkan ada dua wkwkw”


Asya: apaan sih thor, kan om aland Cuma satu orang


Othor; otakmu belum sampai kesana sya wkwk


Asya Kembali keruang tamu dan menyiapkan sarapan untuk


dirinya dan aland, ia ingin melakukan yang terbaik agar aland tidak menjualnya


“apa aku terlalu respek terhadap gadis itu, apa aku bisa


berjanji tidak tertarik dengannya? Sementara melihatnya saja juniorku sudah


respon, dan bagaimana jika aku berbuat sesuatu dengannya?’ tanya aland memikirkan


bagaimana ia mengatasi jiwa kelelakiannya untuk tidak terlalu merespon gadis


lugu itu


“bagaimanapun juga, dia masih terlalu kecil, toh juga aku


punya mainan banyak yang bisa aku dapatkan sesuka hatiku” kata aalnd dengan


cuek namun tidak dengan hatinya saat ini


Aland keluar dengan pakaian yang sudah rapi dan melangkah


kemeja makan, disana ia melihat gadis lugu asya sudah duduk dengan banyak


makanan didepannya


“apa kau yang memesan makanan ini?” tanya aland dengan


mengerutkan keningnya heran


“bukan om, aku memasak ini semua, aku melihat banyak bahan


makanan dikulkas, jadi aku memasaknya” kata asya dengan tersenyum manis didepan


aland


Ohh shitt… mengapa dia terlalu manis, aland jaga pandanganmu


terhadap gadis lugu ini” gumamnya dalam hati dan Kembali memasang wajah datar


dan duduk didepan asya

__ADS_1


“om mau makan apa, biar asya ambilkan?’ tanya asya dengan


cepat tangannya bergerak mengambil sarapan aland


“aku bisa mencicipi semuanya, jadi kau buatkan saja semua


dalam satu piring” kata aland datar dan membuat asya terbelak mendengarnya


“apa om yakin?’ tanya asya memastikan bahwa pendengarannya


tidak bermasalah


“cepatlah gadis lugu, jangan banyak tanya” kata aland dan


segera dikerjakan oleh asya, ia mengambil makanan yang ia masak dan


memberikannya untuk aland


Mereka menikmati sarapan pagi dengan baik, tanpa sepatah


katapun yang keluar dari mulut keduanya


‘apa masakanku tidak enak? Mengapa sejak tadi wajah om


ini datar dan tidak menandakan sesuatu yang menilai masakanku?’ batin asya


ditengah sarapannya dan memperhatikan aland yang menikmati makanannya dengan tenang


“enak juga masakan gadis lugu ini, tapi jika aku minta tambah,


pasti dia akan semakin terkejut dan mengejekku” batin aland ditengah menikmati sarapannya


“aku sudah selesai, kau bisa melakukan apapun disini, tapi


jangan coba-coba untuk kabur atau keluar dari sini!” kata aland setelah ia


selesai dengan sarapannya


“tapi om, apa asya bisa minta satu hal, asya janji tidak


akan kabur ataupun macam-macam om” kata asya dengan wajah penuh harap


“ap aitu!?” tanya aland datar, jangan bilang kau ingin


keluar dan bertemu keluarga mu ayng sialan itu!, batin aland dengan tatapan


tajam


“bisakah aku melanjutkan sekolahkuu om? Aku ingin


menyelesaikannya karna kami akan lulus dalam satu bulan lagi” kata asya dengan


nada memohon dengan sangat


“ apa kau bisa menepati janjimu tidak akan berlaku sesuka


hatimu kalau aku beri kebebasan?” tanya aland dengan menaikkan alis matanya


sebelah


“asya bisa janji kok om, setelah pulang sekolah, asya


langsung pulang kesini, dan asya tidak akan memberitahu siapapun asya tinggal


sama om” kata asya dan menganggkat tangannya bentuk v, dan itu artinya ia


berjanji akan menurut dengan aland


“baiklah kalau begitu, mulai besok kau bisa masuk sekolah Kembali,


nanti asisten saya datang membawa perlengkapan untuk mu” kata aland dan


diangguki oleh asya


“terimakasih om” kata asya dengan mata berbinar Bahagia dan


senyuman yang tak luput dari bibirnya yang merah mudah alami


“aku berangkat” kata aland dan dijawab iya oleh asya, mereka


melangkah dengan asya mengantarkan aland sampai kedepan pintu apartemen

__ADS_1


next


Berikan komentarmu kepada mereka readers:>


__ADS_2