
...___...
Pukul 01 tengah malam, Candra baru saja menemukan rumah kecil dan sederhana untuk dia jadikan tempat tinggal sementara setelah berkeliling sejak tadi. Jauh dari kata mewah, benar-benar berbeda dari tempat tinggal sebelum nya.
Cklek..
Candra membuka daun pintu utama. Mengedarkan pandangan nya mengelilingi setiap sudut rumah yang terlihat kumuh, kotor, yang sudah lama tak terurus dan tak di tempati.
Laki-laki itu tersenyum, namun seperti senyum paksaan. Dalam hidup, ini lah kali pertama untuk dia merasakan hidup susah. Bukan tak mampu untuk mencari tempat tinggal yang jauh lebih layak, bermalam di hotel atau pun menginap di rumah penginapan yang jauh lebih nyaman. Tapi Candra harus berpikir 2 kali untuk itu. Dia belum mendapat pekerjaan, terlebih, dia juga harus memikirkan biaya hidup bersama Della untuk sehari-hari nya.
"Della sayang.. maaf ya, gak apa-apa kan kita tinggal disini. Nanti kalau papa sudah mendapatkan pekerjaan, kita pindah ke rumah yang bagus" Titah Candra yang berusaha memberi pengertian pada Della.
Gadis kecil itu tersenyum. "Gak apa-apa kok pa, yang penting papa ada di samping Della" Tutur nya
"Anak baik, papa akan selalu ada di samping Della kok" Ujar nya sembari mengusap gemas pucuk kepala Della.
"Kita tidur, udah malem" Ujar nya kemudian. Lalu bangkit dan akan menyiapkan tempat untuk mereka mengistirahatkan diri.
Tak ada kasur empuk, bantal yang nyaman. Apa lagi selimut tebal yang bisa menghangatkan di saat dingin nya malam menyerang. Rumah yang kumuh, kotor, mungkin terlalu berharap untuk ada nya barang-barang yang bisa mereka gunakan.
Untuk kesekian kali nya, Candra menghembuskan nafas nya. Melihat betapa miris dan susah nya dia kali ini. Ingin mencari tempat lain, tapi dia merasa kasihan pada Della yang terlihat sudah lelah dan mengantuk.
"Pa.." Suara lirih dan terdengar perau membuat kesadaran Candra kembali.
__ADS_1
"Ya sayang" Jawab nya.
"Aku laper.." Lirih Della seraya memegangi perut kecil nya yang mulai keroncongan. Ia lupa, jika sejak sore tadi dia belum mengisi perut nya dengan makanan apa pun.
"Papa lupa, Della belum makan ya ?"
Dengan cepat Della menggeleng kan kepala nya.
Candra semakin merasa bersalah, karena masalah dan pertengkaran nya dengan ke dua orang tua nya tadi membuat dia melupakan mengurus Della.
Candra melihat jam yang melingkar di tangan nya, sudah menunjukkan pukul 02 dini hari. Melihat suasana lingkungan tempat tinggal nya yang tak terlalu ramai, apa lagi sudah dini hari seperti ini, sudah lah pasti tak ada orang yang berjualan atau membuka toko nya lagi.
"Kita pesan makanan dulu ga apa-apa kan, Della masih bisa tahan ga sebentar aja ?"
"Iya pa.."
30 menit berlalu, akhir nya makanan yang Candra pesan pun datang. Seporsi sate kambing dengan satu bungkus nasi di terima Candra setelah dia membayar nya. Candra dan Della pun dengan cepat memakan santapan malam mereka dengan lahap karena memang sudah sangat kelaparan.
...---...
Seberkas sinar mentari pagi menjelang siang kian menembus celah-celah jendela dan masuk ke dalam. Memberikan rasa hangat yang menyengat kulit membuat laki-laki berusia 24 tahun itu dengan terpaksa membuka mata nya.
Rasa sakit dan pegal-pegal pada tubuh membuat nya menggeliat untuk meregangkan kembali otot-otot nya yang keram. Tidur dengan posisi duduk dan menyandar pada dinding sungguh membuat tubuh nya terasa sakit.
__ADS_1
Candra menatap Della yang masih tidur di atas pangkuan nya. Sedih, dia begitu tak menyangka jika hidup nya bersama Della akan berakhir seperti ini.
Della menggeliat, membuka mata nya dan menatap sang papa.
"Pa.."
"Sayang, maaf.. papa membangunkan mu"
Della pun bangkit, tubuh nya pun juga merasa tidak baik-baik saja. Sakit dan pegal karena tak pernah biasa untuk tidur tanpa alas apa pun.
...---...
"Huh..!! Akhir nya selesai sayang.." Seru Candra sembari meregang kan otot-otot nya. Mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut rumah yang kini lebih terlihat nyaman di pandang juga untuk ditinggali setelah seharian dia bersama Della membersihkan nya.
"Iya pa.." Jawab Della tersenyum lebar.
"Malam ini, kita bisa tidur di kasur. Ya.. walau pun tidak sebesar kasur kita sebelum nya kan.."
"Ini jauh lebih baik dari pada harus tidur di lantai kan pa.." Sargah Della menyahuti.
Bermodalkan 1 juta, Candra membeli kasur tanpa dipan dengan free 2 buah bantal. Tak apa lah untuk sementara, dari pada harus tidur di atas lantai lagi, pikir nya.
Selain itu, dia juga membeli peralatan dapur yang terpenting, se-cukup nya untuk memasak agar tak selalu membeli makanan di luar. Selain itu, mereka pun harus hemat karena memang Candra tak mempunyai banyak simpanan tabungan yang lebih. Apa lagi, dia belum bekerja saat ini.
__ADS_1
...___...