Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 2: Rencana frank


__ADS_3


Saat semua orang datang untuk mencaci dan menghakimiku, aku masih percaya sebuah takdir yang sudah digariskan Tuhan untukku:>


‘ya sudah deh boleh, tapi sekali ini aja ya vin” kata asya takut jika


dirinya dimaki sepupunya lagi, seperti sebelumnya juga pernah seperti itu,


namun bukan garvin yang mengantarnya melainkan karan asya pernah belajar


Bersama dengan laki-laki itu


“iya sya. Makasih ya” kata garvin dan diangguki oleh asya, dengan cepat pria itu Kembali


keparkiran untuk mengambil motor miliknya


“sya aku pulang duluan ya, mau mampir lagi soalnya” kata chole meninggalkan asya Bersama


garvin diparkiran itu


“hati-hati chloe” kata asya dan melambaikan tangannya sambal tersenyum


****


Sementara


dirumah keluarga burke, sedang terjadi sesuatu yang sangat serius, pasalnya


perusahaan milik mereka mengalami keriguan yang sangat besar dan masalah ini


sudah lama menimpa mereka namun frank tidak memberitahu istrinyadan baru saja


ia jujur karna pihak bank sudah mendesak mereka untuk membayar, dan harus


secepatnya membayar gaji karyawan mereka, dengan terpaksa frank ayah nika dan


naka meminjam uang kepada pihak bank untuk menutupi hutangnya tersebut.


“pi.. kok bisa sih sampai sebesar itu kerugian kita” kata haura tidak percaya dengan


perkataan suaminya


“papi juga tidak tau mi, sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara menutupi


hutang dibank, karna kalua tidak rumah kita akan disita mi” kata frank sembari


memijat kepalanya terasa pusing


“ lalu apa yang harus kita lakukan pi, uang sebanyak itu kita dapat dari mana dengan


sekejap” kata haura yang juga ikut pusing memikirkan hutang mereka


“ bagaimana dengan anak sialan itu mi??” tanya frank dengan senyuman jahatnya membuat haura


istrinya mengerutkan kening tidak paham maksud dari suaminya


“maksud papi apa?” tanya haura dengan cepat, sambal mendekat duduk di depan suaminya


Sedangkan asya baru saja tiba didepan rumahnya, ia merasa sikit Lelah karna harus


berjalan dari gang sampai rumahnya, dengan keringat yang sudah hamper membasahi


naju sekolahnya, asya berniat masuk kedalam rumah


“aku pu..” suara asya terhenti kala mendengar pembicaraan tante dan omnya tentang dirinya,

__ADS_1


dengan segera asya mendekat ke pintu untuk mem[ertajam pendengarannya


“kita jual saja anak kakakmu itu mi, anak sial itu bisa mendapat harga yang tinggi jika


dijual ke rekan bisnis papi” kata frank dengan tersenyum smirk


“tapi pi, aku gak tega sama dia. Dia udah menderita selama ini pi, masak kita menjualnya


lagi, mami merasa gimana sama ibunya” kata haura yang merasa bersalah kepada


mendiang kakanya jika sampai menjual keponakannya


“iya mi, papi juga merasa brgitu, tapi dari pada rumah kita disita bank dan kkta harus tidur


dikontrakan sempit beralas kain yang bisa membuat kita kedinginan mi” kata


frank yang masih tetap dengan rencananya


“iya juga sih pi, tapi mami takut pi” kata haura yang masih tidak enakan


“gak papalah mi, itung-itung juga balasan dia karna sudah menumpang dirumah kita selama ini”


kata frank dan disetujui oleh haura istrinya


Sungguh tega om dan tantenya yang berniat menjual dirinya ke pria hidung belang diluar sana


hanya untuk pemuas nafsu semata, dengan perasaan yang hancur asya berjalan


kearah dapur dan masuk dari sana menuju kamarnya.


“ma..pa.. apa yang harus asya lakukan, asya gak mau kalua sampai dijual ke om-m yang sudah


punya istri dan menjadikan asya hanya pelampiasan nafsunya aja” kata asya


sangat berat seperti ini


“mengapa aku tidak seberuntung mereka diluar sana, apa asya terlalu banyak dosa hingga


menghukum asya seperti ini?” gumam asya lagi dan menangis, sampai akhirnya ada


yang mengetuk pintu kamarnya


“asya… apa kamu ada didalam?” tanya haura yang ternyata mengetuk pintu kamarnya


“iya tan, asya dikamar. Mau ganti baju dulu” kata asya cepat-cepat menghapus airmatanya


dan mengganti bajunya, ia tidak punya tenaga jika harus membantah perintah om


dan tantenya.


“cepatlah keluar, om dan tante menunggumu diruang tamu” kata haura tanpa menunggu jawaban


asya langsung berlalu dari sana


“ apa mereka akan menjualku hari ini, atau besok??” tanya asya pada dirinya sendiri dengan


wajah yang pucat dan ketakutan yang sudah menjalar disekujur tubuhnya


“ mami sudah memanggilnya pi, sebentar lagi anak itu akan dating, apa papi sudah menghubungi


rekan papi??” tanya haura yang tidak sabar menyingkirkan asya dari rumah itu,


dan juga mendapat keuntungan yang sangat banyak


“sudah mi.. mungkin besok kita bertemu dengannya dan langsung membawa anak sialan itu

__ADS_1


kepadanya, tidak sia-sia kita dulu memugutnya ya mi” kata frank dengan


tersenyum jahat dan diangguki oleh istrinya


Dengan


Langkah yang sangat hati-hati, asya mendekat kearah om dan tantenya, sugguh ini


adalah sesuatu yang sangat menakutkan untuknya, dijual?? Apakah dirinya


serendah itu dimata kerabatnya sendiri??


“ ada apa om,tante memanggil asya?” tanya asya dengan takut, walaupun sebenarnya ia tau


apa maksud kedua orang didepannya in i


“begini sayang, besok kita akan makan malam diluar jadi hari ini tante akan membawamu


untuk belanja baju untukmu” kata haura dengans enyum palsunya dan memeluk asya


disampingnya


“hah.. sayang? Belanja?” sungguh keluarga yang tidak beradap, bisa-bisamnya mereka


mengatakan hal manis didepan orang yang akan mereka hancurkan


“tapi tan, asya ada tugas sekolah hari ini. Lagipula asya kan punya baju yang banyak” kata


asya menolak ajakan tante haura dengan sopan, ia tidak mau tantenya akan


membelinya baju yang tidak pantas untuk ia pakai


“tapi sayang… besok acaranya sangat besar, jadi kita harus bersiap-siap dengan sangat baik”


kata haura lagi-lagi membuat asya tidak bisa menolak


“sekarang kamu ganti baju yah, tante tunggu disini” kata haura dan diangguki oleh asya


“polos sekali anak itu, dasar bodoh!” cibir haura Ketika asya sudah jauh dari mereka


“setelah ini, kita akan hidup damai dan tidak ada lagi anak sial dirumah ini” kata haura dan


diikuti gelak tawa suaminya frank


Tidak menunggu waktu lama, asya keluar dengan stelan yang sangat sederhana, ia hanya


mengenakan baju kaos polos dan celana jeans, serta bawahannya sepatu kets


miliknya satu-satunya


“sudah siap?” tanya haura dan dijawab anggukan dari asya, namun sebelum mereka melangkah,


nika dan naka keluar dan melihat kedekatan maminya dengan asya


“mami sama asya mau kemana??” tanya naka dengan bingung dan mel;angkah mendekati maminya


“iya nih. Mau pergi aja mami, ga ngajak kita lagi” sewot niki dengan muka yang sedikit kesal


“sayang, anak-anak mami, kami Cuma mau keluar sebentar yah. Tidak lama kok” kata haura


dan menarik tangan asya untuk keluar menuju tempat yang sudah ia rencanakan.


next


othor buka novel baru lagi, jangan lupa mampir dan kasih komentar kalian tentang novel othor ya readers:>

__ADS_1


__ADS_2