
...___...
Genna berjalan menuju taman bunga dengan satu kolam renang di tengah-tengah nya. Lengkap dengan lampu-lampu yang tidak terlalu terang yang menyinari di sana. Gadis itu duduk di sebuah kursi dengan bunga mawar di tangan nya.
Gadis itu diam, hanya mengamati setangkai bunga mawar sambil memutar-mutar bunga itu. Begitu indah dan harum nya, tapi kenapa begitu menyakitkan.
Itu lah yang di rasakan Genna saat ini. Perasaan nya memang belum sepenuh nya jatuh pada Candra, tapi Genna mulai bisa merasakan kenyamanan terhadap laki-laki itu. Tapi.. mendengar ucapan Candra yang menyayangi Della tanpa ada nya orang lain, membuat Genna tiba-tiba merasa insecure.
Ya, Genna mendengar semua nya tanpa sengaja tadi, di saat dia hendak mencari keberadaan Candra, dia tak menemukan nya di mana pun termasuk di dalam ruang kerja nya, yang ternyata laki-laki itu berada di dalam kamar Della. Genna mendengar pembicaraan papa dan anak itu karena pintu kamar Della yang memang tak di tutup dengan rapat.
.
.
.
Della adalah yang utama bagi nya, kebahagiaan nya, tidak ada yang lain. Mungkin kah Genna sebagai istri nya bukan lah yang utama dan bukan kebahagiaan untuk laki-laki itu..??? Entah lah.. Intinya, Genna merasa cemburu sekali untuk hal ini.
Genna kembali meneteskan buliran air mata nya. Dia mulai terisak karena merasakan perih di dalam dada nya. Memang hal yang wajar untuk seorang papa yang menyayangi putri nya, tapi.. Genna merasa Candra sangat berbeda pada Della. Apa lagi, Della bukan lah anak kandung dari nya, tidak kah itu terlalu berlebihan untuk hubungan mereka ?
"Gen.. kamu di sini... ??" Ucap seseorang yang datang. Siapa lagi kalau bukan Candra suami nya. Dengan cepat, Genna mengusap aliran air mata nya.
"Aku cariin di mana-mana gak ada, ngapain sih di sini malem-malem Gen, dingin tau.." Ucap Candra sembari mendudukkan diri di samping nya.
__ADS_1
Genna hanya diam, tak punya niat untuk menjawab ucapan laki-laki itu.
"Masuk yuk, nanti kamu masuk angin lama-lama di luar" Ucap Candra lagi.
"Aku masih mau disini" Sekali nya menjawab, itu lebih terdengar dingin dari pada suasana pada malam itu.
"Kok gak ada bintang ya Gen, kayak nya mau ujan deh..." Dan laki-laki itu terus saja berceloteh seolah seperti tak memiliki rasa bersalah.
"Tugas kuliah kamu udah beres Gen ?" Tanya nya lagi.
"Udah, aku ngantuk om !" Ujar Genna, lalu dia bangkit dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Candra.
...___...
"Bik, kalau bapak tanya saya, bilang saya udah berangkat ke kampus ya" Ucap Genna yang meninggalkan pesan untuk suami nya jikalau laki-laki itu bertanya.
"Ini kopi buat bapak" Imbuh Genna sembari menaruh secangkir kopi di atas meja makan.
"Baik mbak" Jawab bibik yang tengah sibuk memasak untuk sarapan.
"Mbak Genna gak sarapan dulu ?" Sargah bibik saat Genna hendak pergi.
"Enggak bik, saya ada kelas pagi-pagi, nanti kalau sempat saya sarapan di kampus aja" Ujar perempuan itu, lalu dia benar-benar melangkah kan kaki nya pergi.
__ADS_1
Sebenarnya Genna sama sekali tidak ada kelas pagi hari ini, namun dia sengaja berangkat pagi-pagi karena ingin menghindari orang-orang yang sangat ingin dia hindari sejak semalam. Ya, perasaan nya soal semalam masih belum bisa hilang dan masih membekas di dalam hati nya.
...___...
Ketika Candra membuka mata nya, dia sudah tidak mendapati Genna ada di samping nya. Dia mengira jika Genna sudah bangun sepagi ini. Ketika laki-laki itu hendak turun dari tempat tidur nya, dia pun mendapati pakaian nya yang sudah di siap kan Genna di atas ranjang lengkap dengan dasi di atas nya.
Candra tersenyum, lalu bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian nya, dia pikir Genna ada di lantai bawah dan sedang menyiapkan sarapan untuk nya. Tapi saat dia turun menuju ke meja makan, dia pun tak mendapati ada Genna di sana. Lalu Candra pun bertanya pada bibik yang tengah sibuk menyajikan sarapan untuk nya.
"Bik, istri saya di mana ?"
"Mbak Genna sudah berangkat ke kampus kata nya tadi pak" Jawab bibik sembari menata makanan di meja makan.
'Sepagi ini ?' Gumam Candra di dalam hati nya. Tak biasa nya Genna berangkat ke kampus sepagi ini.
"Ini kopi nya pak, tadi mbak Genna yang buat kan sebelum berangkat" Ujar sang bibik, kemudian berlalu pergi menuju ke dapur.
Candra meraih ponsel nya, dia merasa seperti ada yang tidak beres kali ini. Dia berpikir ada yang aneh pada Genna sejak tadi malam di taman. Dengan cepat, Candra menekan nomor ponsel Genna, tapi laki-laki itu terkekeh yang ternyata nomor ponsel Genna tidak aktif. Semakin lah laki-laki itu merasa ada nya sesuatu.
Laki-laki itu kembali menyambungkan telpon lagi, tapi kali ini bukan pada istri nya. Melainkan pada seseorang yang dia utus untuk mengawasi Genna ketika Genna sedang berada di luar tanpa diri nya.
Setelah menyampaikan maksud nya pada orang utusan nya, dengan cepat Candra meminum kopi buatan Genna hingga habis. Lalu dia pun bangkit meninggalkan meja makan tanpa sedikit pun menyentuh sarapan nya.
__ADS_1
...___...