
Bukan karna ingin menutupi apa yang terjadii denganku, hanya saja aku berpikir tidak ada orang lain yang
pantas untuk mengetahuinya selain diriku sendiri
~Aland Chevalier
Hari ini adalah hari dimana
aland harus kekantor, karan hari untuk bersenang-senangnya sudah selesai,
dengan malasnya aland mencoba mengulurkan kakinya untuk turun dari ranjang
empuknya dan menuju kamar mandi, sementara asya sibuk dengan peralatan dapur
yang menjadi teman pagi harinya
“huammm…. Sebenarnya aku terlalu
malas untuk bekerja, tapi ini sudah menjadi tugasku arghh..” monolog aland
dikamar amndi, dan mulai menyalakan shower untuk membasahi tubuhnya
Sedangkan diluar, asya
mempersiapkan baju kantor yang akan dipakai oleh aland hari ini, asya sudah
memikirkan bagaimana ia akan melakukan yang terbaik untuk aland, gadis itu
tidak ingin membuat pria yang sudah memberinya tumpangan hidup menjadi marah
atau benci padanya
“ap aini cocok untuk om aland?”
tanya asya pada dirinya sendiri, namun belum juga ia mendapat jawaban tubuhnya
sudah merasa dingin dibelakang, aland yang baru saja selesai dengan ritual
amndinya melhat gadis lugu sedang menyiapkan perlengkapannya
“itu sudah cocok” kata aland dan
tangannya menjalar dibagian depan asya, dengan lihai aland langsung membuka
kancing piyama yang menutupi tubuh gadis itu sampai memperlihatkan kulit mulus
dan squishi yang menjadi kesukaannya
“om lepaskan aku, om pakailah
ini” kata asya mencoba untuk menghindar dan langsung melemparkan satu stel baju
milik aland
“kau sudah berani gadis kecil”
kata aland namun terbesit dibibirnya senyuman yang menandakan bahwa dirinya tidak
marah, melainkan tersenyum senang
“om terlalu mesum” kata asya
ttertawa dan berlalu keluar dari kamar itu, asya bisa merasakan tawa seperti
ini setelah sekian lama selalu menangis
Akhirnya mereka berdua menikmati
sarapan paginya, namun lagi-lagi ada saja yang membuat suasana pagi hari
terlihat buruk, baru saja asya mau melayani aland tiba-tiba saja pintu
apartemen mereka diketuk dari luar, menandakan ada orang yang berkunjung
“aku akan membukanya, kamu
lanjutkan saja” kata aland dan diangguki oleh gadis itu, ia Kembali
mengambilkan sarapan yang tersedia dimeja
Aland yang berjalan menuju pintu
langsung membukanya, ia ingin tau siapa yang sudah berani menganggu waktu
__ADS_1
sarapannya dengan gadis lugu itu, dengan mata yang tajam dan wajah datar, aland
menatap siapa yang datang, dan etrnyata itu adalah asistennya vin
“untuk apa kau kemari!?” tanya
aland dengan wajah datar dan langsung berlalu meninggalkan vin yang tersenyum
cenggir tanpa rasa bersoda wkwkww dosa maksudnya
“saya ingin menjemput tuan,
sekaligus mencicipi masakan gadis lugu yang tuan pelihara hahaha” kata vin
dnegan tertawa mengejek aland, namun sedetik kemudian vin langsung terdiam
karna melihan tuannya yang menatapnya dnegan tatapan melotot hampir copot dari
matanya
“kak vin, kenapa barudatang
sekarang, aku merindukanmu” kata asya langsung berhambur kepelukan vin dan
memeluk erat pria itu, sedangkan vin tersenyum Bahagia melihat asya yang
terlihat Bahagia dengan kedatangannya disana
“apa kabar gadis lugu?” tanya
vin dnegan tersenyum dan mengacak rambut asya dengan tertawa, seolah
mengingatkannya dnegan adik perempuannya yang kecil dan ia tinggalkan dalam
waktu lama, hingga saat ini tidak pernah vin temui lagi ataupun mendnegar
kabarnya
“asya baik kak, ayo sarapan
bersama, kak vin pasti belum sarapan” kata asya tanpa mempedulikan aand lagi
yang menatapnya dnegan kesal, bisa-bisanya gadis itu tidak menganggapnya lagi
“kamu tau apa yang kakak ingikan
gadis ini senang bertemu denganku tuan
“heii.. apa kalian disini ingin
kulempar keluar jendela!” kata aland dan seketika keduanya sadar, dan saling
menatap,tau apa yang ada dalam pikiran masing-masing
Akhirnya mereka bertiga
menikmati makanannya tanpa suara sedikitpun, hanya ada sendok yang berdentang
dan kesunyian yang melanda wkwkw
“kami pergii dulu, jangan
kemana-mana, atau aku akan memotong kakimu!!” kata aland dan diangguki oleh
asya, gadis itu bukannya takut malah tertawa mendengar aland berkata demikian
Dengan melaju selama dua puluh
menit, pemilik perusahaan itu telah sampai dengan asistennya yang selalu berada
dibelakangnya, keduanya dengan gaya cool
dan berwibawa masuk dengan tegas dan membuat semua karyawan menunduk hormat
“vin, ikutlah keruanganku, aku
ingin mengatakan sesuatu!’ kata aland dan diangguki oleh asistennya itu,
keduanya menuju ruangan milik presedir itu
“ada apa tuan?” tanya vin dnegan
sopan, takut menyinggung tuannya yang sensitive itu 😊
__ADS_1
“aku ingin kau menyelidiki
perusahaan ini, bukankah ini adalah perusahaan yang pernah bekerja sama dengan
kita?” tanya aland dan memberikan berkas berisi nama perusahaan dan siapa
pemilik perusahaan itu
“aku ingin kau menyelidikinya
dengan cepat, jangan bertele-tele, dan kau selidiki siapa orang tua gadis lugu
itu, aku merasakan jika gadis itu pernah bertemu dneganku sebelumnya namun aku
tidak yakin” kata aland dan diangguki oleh vin, pria itu mengambil berkas yag
diberikan oleh vin dan keluar dari ruangan itu,
Namun bukannya keruangannya, vin
malah maninggalkan perusahaan itu dengan terlebih daj=hulu pamit kepada aland
Sepeninggalan vin, aland terdiam
cukup lama, pria itu seolah memikirkan sesuatu namun tidak ada yang tau apa
itu, aland mengingat-ingat dimana ia pernah melihat gadis seperti asya,
polos,ceria dan baik hati, dan jangan lupa gadis itu lugu
“apa aku hanya halusinasi saja?”
tanya alnd namun lagi-lagi pikirannya seolah teringat dnegan beberapa kenangan
masalalunya
“tidak!, itu bukan halusinasi,
tapi kenyataaan, atau karna aku terlalu sering bersama gadis itu, makanya jadi
seperti ini?’ tanya aland lagi namun dnegan cepat pikirannya menolak apa yang
ia katakana
“yahh.. jalan satu-satunya
adalah mencari tau asal usul gadis itu, aku tidak bisa diam seperti ini” kata
aland menganggukkan kepalanya, ia mulai mengingat tentang bagaimana ia bertemu
dengan asya, dan mulai teringat siapa yang menjual asya padanya
“bukankah, gadis itu mengatakan
aklau yang menjualnya dalan om dan tantenya sendiri, itu berarti aku harus
menemui keluarga itu” kata aland seolah mendapat celah untuk mengetahui siapa
sebenarnya gadis yang dulu ia tolong sampai membuatnya nyaman sampai sekarang
Yahh setelah aland menga,bil
kesucian asya, pria itu tidak lagi tertarik untuk keluar, yang biasanya dia
keklub malam untuk mendapatkan kesenangan namun sekarang pria itu sudah betah
tinggal diapartemen, dan lagi selama bersama gadis lugu itu, aland lebih banyak
bicara dan terkadang juga tertawa lepas saat gadis itu melakukan hal konyol
atau memperlihatkan wajah yang kesal, itu saja mampu membuat aland tertawa dan
senang
“tidak,, gadis itu hanya
mainanku!!” kata aland menegaskan untuk dirinya sendiri, bahwa ia hanya
mencintai Wanita masalalunya, bukan gadis lugu dan sering ia panggil gadis
kecil diapartemennya
next
__ADS_1
Berikan komentarmu untuk mereka
ya readers😊