Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
95~S3


__ADS_3

...___...


Setelah menyelesaikan kedaruratan nya. Gleen tak langsung kembali ke mobil nya. Rasa nya begitu pengap, terasa sangat sesak dada nya berada di mobil bersama Della.


Ya, karena dia tak bisa melakukan dan bertingkah semau nya sendiri di sana. Hanya diam mematung seperti orang yang tak bernyawa.


Laki-laki itu duduk di sebuah bangku di depan rumah makan. Tempat itu bukan cuma SPBU saja. Ada mushola kecil, rumah makan, dan juga tempat-tempat istirahat untuk para orang-orang yang melakukan perjalanan jauh.


Ia ingin menghirup udara segar sebentar sembari mengisap sebatang rokok yang menemani nya sebelum dia kembali menahan nafas di samping Della.


Ya, Gleen melakukan itu diam-diam di belakang Daddy nya. Tak ada larangan yang tidak laki-laki itu lakukan, apa lagi hanya sekedar menghisap rokok saja.


Di sisi lain,


Sangat lama Della menunggu kembali nya Gleen. Kemana laki-laki itu pergi, kata nya hanya ke toilet saja. Tapi toilet sudah bagaikan di ujung Sabang hingga ujung Merauke jauh nya. Lama sekali.


Della merasa kehausan, sebotol air mineral telah habis di tenggak nya. Maka Della pun turun dari mobil dan berniat akan membeli air untuk menghilang kan rasa dahaga nya.


Della tak berjalan ke arah area SPBU. Gadis itu justru keluar dari sana dan hendak menuju mini market yang ada di sebrang jalan. Dari pada dia menunggu Gleen yang entah kemana, lebih baik dia pergi sendiri dari pada dia akan mati karena kehausan.


Setelah menghabiskan satu batang rokok, Gleen pun memutuskan untuk kembali. Kasihan juga gadis yang dia tinggalkan di dalam mobil yang tanpa dia hidupkan AC nya, dia pasti sudah sangat lama menunggu dan kepanasan. Bisa Mateng dia kalau kelamaan.


Gleen membuka pintu mobil nya, tanpa menoleh ke arah samping kemudi laki-laki itu hendak menjalan kan mobil nya. Mobil nya bahkan sudah berjalan, tapi alangkah terkejut nya Gleen ketika dia menyadari bahwa Della tidak ada di sana.


"Busyetttt !!" Ia menghentikan paksa mobil nya. Mengedarkan pandangan nya ke seluruh dalam mobil dan benar saja tidak ada Della di sana.


"Dell.. !" Pekik nya memanggil. Dia menatap keluar mobil dan tak menemukan gadis itu.


"Mati gue ! kemana tuh anak !" Gumam nya kebingungan. Gleen memutar lagi mobil nya dan kembali ke SPBU.


"Dell...!!" Dia berteriak, mengeliling kan pandangan nya di area SPBU. Ia berjalan ke sana ke mari, tapi Della bahkan tak kunjung dia temukan.


"Dell...!!" Gleen berkeliling. Mungkin karena sangat lama dia meninggalkan Della sehingga gadis itu pergi.


"Arrgghhh !" Gleen bingung. Atau kah Della di culik. Atau..


"Gleen !"


Sontak laki-laki itu menoleh. Sosok gadis yang membuat nya hampir gila tengah berdiri di depan mobil nya. Dia menenteng satu kantong plastik sedang bermerk mini market di depan sebrang jalan SPBU itu.


"Huh..!" Keluh nya membuang nafas lega. "Kamu dari mana aja sih Dell ? kenapa gak bilang-bilang kalau mau pergi !" Cetus nya sambil berjalan menghampiri gadis itu


"Maaf, aku habis beli minum di sana" Tunjuk nya.

__ADS_1


"Ya kenapa gak bilang, kan aku nyariin !"


"Gimana mau bilang, kamu aja gak balik-balik !"


Ah ya, benar juga.


Ingin sekali dia mengumpat, benar-benar membuat nya kebingungan. Tapi.. dia tak bisa menyalahkan Della sih sebenernya, ini mungkin memang karena dia yang terlalu lama pergi meninggalkan nya tadi.


"Ya udah, buruan masuk mobil. Kita jalan lagi !"


Della pun mengangguk.


...___...


Di dalam mobil


Keheningan pun telah kembali seperti sebelum nya. Seperti di tengah-tengah kuburan pada malam hari dan itu sangat menyeramkan.


Sesekali, Della melirik ke arah Gleen yang wajah nya kembali kaku karena sedang serius mengemudikan mobil nya.


"Maaf ya soal tadi, aku haus jadi aku pergi beli minum" Dengan kelembutan suara nya, Della mencoba menjelaskan pada Gleen. Ia sedikit tak enak hati juga, karena terlihat dari kejauhan tadi laki-laki itu bingung mencari nya.


"Aku pikir ada yang culik kamu !" Cetus nya menyampaikan kebingungan nya tadi


"Pfffttt.."


"Kenapa ?" Tanya nya.


"Lagian juga siapa sih yang mau culik aku Gleen !" Ujar Della.


"Ya siapa tau kan, ada orang jahat yang mau culik kamu. Kamu kan cantik !"


Deg !


Perlahan Della menolehkan kepala nya ke arah Gleen yang tetap fokus ke depan jalan.


Mendengar kata yang memuji nya cantik, rasa nya Della semakin ingin mati tenggelam di dalam hati laki-laki itu.


Gleen...


ah... bisa saja sih membuat hati nya terasa di terbangi banyak sekali kupu-kupu.


...___...

__ADS_1


"Ini apartemen Lo"


Gleen membawa Della ke apartemen yang bersebelahan dengan apartemen nya.


Sesuai dengan yang Daddy nya itu katakan. Della akan selalu berada di sisi nya dimana pun dan kapan pun.


"Udah bersih kok, semalem gue suruh orang buat bersih-bersih sebelum Lo tempatin !"


Deg !


Della terdiam. Tercekat menatap Gleen yang sedang sibuk membuka kunci pintu apartemen nya.


Tidak salah dengar kan dia barusan. laki-laki itu menggunakan kata gaul kali ini berbicara pada nya. Lo, gue, bahkan Gleen tidak pernah berkata seperti itu sebelum nya.


"Buruan masuk !"


Dan ucapan laki-laki itu telah membuyarkan pikiran nya. Della mencoba menepis pemikiran buruk nya terhadap Gleen, dia pun melangkah masuk mengikuti Gleen yang sudah membawa koper nya.


"Besok boleh langsung kerja, kalo butuh apa-apa bilang aja"


Della terdiam, namun raut wajah nya terlihat seperti dia ingin mengatakan sesuatu.


"Ada yang mau di omongin ?"


Dia memang berubah, sudah bukan seperti Gleen yang dia kenal lagi. Tapi tingkat kepekaan nya tak pernah berubah terhadap nya. Dia selalu menanyakan sesuatu jika dia melihat Della seperti tengah memendam sesuatu.


"Gleen, apa aku pernah berbuat salah sama kamu ?"


Ya, Della tak lagi bisa memendam nya. Rasa ingin tahu nya tentang mengapa dia berubah terus mendorong Della untuk menanyakan nya.


"Kenapa ngomong gitu ?"


"Aku ngerasa kamu berubah, kamu beda dari Gleen yang dulu."


Gleen terdiam. Tertunduk sambil menghela nafas nya. Hal ini yang ingin dia hindari. Dia tidak ingin membahas perihal diri nya yang berubah terhadap gadis itu.


"Lo istirahat, capek kan abis jalan jauh." Elak Gleen mengalihkan pembicaraan Della. "Gue juga mau istirahat, capek soal nya !" Dan Gleen pun langsung melangkah kan kaki nya hendak keluar dari apartemen Della.


"Gleen !" panggil Della menghentikan langkah laki-laki itu.


"Maaf" Ucap nya. Namun Gleen hanya diam tanpa menoleh, kemudian kembali berjalan dan benar-benar pergi meninggalkan Della tanpa memberi nya sebuah jawaban dari pertanyaan nya.


...___...

__ADS_1


Nah babang Gleen 🥺


Aku tau sih sebenernya kamu cinta nya sama authol khaannnn😎🤣🤣🤣 wkwkwk


__ADS_2