Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 12, nanti jika tiba waktunya


__ADS_3

Bukan karna aku malu, tapi aku rasa belum waktunya


kalian mengetahui kehidupanku yang baru


~Alesya Callista


Setelah selesai melepas rindu, akhirnya kedua sahabat itu


Kembali duduk dikursi masing-masing, kali ini mereka ingin focus untuk ujian


yang akan diadakan beberapa minggu lagi, namun satu hal yang mmebuat asya


menoleh kebelakang


Dimana ada sosok yang selalu ada dalam bayangannya namun


tidak begitu ia sadari, sosok pria baik yang selalu menerima asya dengan tangan


terbuka meskipun keadaannya sangat memprihatinkan, sosok pria yang selalu


berkata, “ aku akan selalu menunggumu” dan menenangkan hati asya


Garvin, pria yang selalu menanti asya membuka hatinyab dan


menerima dirinya menjadi kekasih asya, namun gadis itu tetap pada pendiriannya


dan menyangkal jika ia tidak menyukai garvin


“sya… dari mana saja selama dua hari ini?” tanya garvin dan


langsung memeluk asya tanpa peduli dengan banyak mata yang melihat adaegan


mereka, bak sepasang kekasih yang saling merindu dan lama tidak bertemu


“gar..garvin lepaskan aku, ini dikelas gar” kata asya dan


berusaha melepaskan pelukan garvin dari dirinya


“ehh.. maafkan aku sya, aku refleks memelukmu” kata garvin


malu dan tersenyum kukik mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang kelas


Langsung saja banyak yang angkat bicara tentang mereka, ada


yang mendukung hubungan mereka ada pula yang tidak, karna garvin adalah pria


popular disekolah itu, dan tidak sedikit yang patah hati jika mengetahui garvin


memiliki kekasih


“tidak apa-apa gar, lain kali jangan gitu, malu dilihat satu


kelas” kata asya dan mengembangkan senyumnya, selama ini ia kepikiran dengan


dua orang yang selalu mendukung dirinya


“mengapa kamu tidak ada kabar sya?” tanya garvin dan menarik


tangan asya untuk duduk sambil mendengarkan cerita dari gadis pujaan hatinya


selama tiga tahun terakhir ini


“maaf gar, aku rasa kamu sudah mendengar gossip tentangku”


kata asya menundukkan kepalanya dan mencoba menahan tangisannya


“sya.. tapi itu tidak benarkan?” tanya garvin meyakinkan apa


yang sudah ia dengar, tidak mungkin keluarga tantenya setega itu pada gadis


sebaik asya


“tidak gar, iitu semua benar, aku memang sudah dibeli oleh


om-om, tapi aku tidak dijadikan budak nafsunya, melainkan menjadi pembantu

__ADS_1


dirumahnya” kata asya mencoba jujur untuk kedua orang yang ia sayangi


“sya, kalau kamu mau, kamu bisa tinggal dirumahku saja” kata


chloe yang merasa sedih mendengar cerita dari sahabatnya


“tidak chlo, aku sudah berjanji pada om-om itu, dan akan


menuruti perintahnya asalkan dia tidak berlaku bejat padaku” kata asya dengan


tatapan sendu


“tapi sya, bagaimana bisa kamu percaya dengan perkataan


orang asing yang baru kamu kenal?” tanya chloe khawatir, ia sangat prihatin


dengan keadaan sahabatnya itu


“tidak apa-apa chlo, aku bisa menjaga diriku” kata asya


tersenyum agar sahabatnya itu tidak terlalu mencemaskannya


“sya, dimana kamu tinggal sekarang?’ tanya garvin dan tentu


pertanyaan ini adalah hal yang tidak bisa dijawab oleh asya, ia tidak mungin


memberitahu aamatnya sekarang, karna jika itu terjadi maka kedua nya pasti akan


sering berkunjung kesana


“maaf vin, untuk saat ini aku belum bisa menjawab


pertanyaanmu” kata asya dan saat itu juga guru mereka datang, membuat ketiganya


bubar dan duduk rapi


***


Dikantor A\V Corp, seorang pria dengan wajah datar dan


sendiri memikirkannya, namun seketika raut wajahnya berubah menjadi berseri,


tidak ada yang tau apa yang ia pikirkan saat ini, hanya dia yang tau itu,


“vin datang keruanganku segera” kata aland dengan menekan tombol


menghubungi asistennya agar segara keruangan miliknya


Sementara delvin sang asisten, ia terlihat kesal kepada


bosnya karna sudah bebrapa kali ia dipanggil tapi hanya bertanya tentang gadis


lugu dan itu sudah menjadi pertanyaan aland kesekian kalinya


“ada apa tuan?” tanya vin dengan wajah yang ditekuk dan


kesal


“jangan mengumpatku vin, aku bisa tau apa yang dipikiranmu!”


kata aland dan membuat asistennya kikuk  “ sejak kapan dia bisa membaca pikiran orang?”


batin vin dalam hatinya


“sudah kubilang jangan membicarakanku dalam hatimu vin!””


kata aland lagi dan membuat asisten vin terdiam dan siap mematung


“maaf tuan saya tidak berani” kata vin dengan menundukkan


pandangannya dan matanya yang kbergerak kesana-kemari


“ada apa tuan memanggil saya?” tanya vin dengan wajah penuh


harap, berharap tuannya ini tidak bertanya tentang gadis lugu itu lagi

__ADS_1


“apa kau mengantarkannya sampai kegerbang sekolahnya?” tanya


aland dengan wajah yang datar menatap asistennya dengan penuh selidik, padahal


pertanyaan ini sudah yang keberapa ia tanyakan


Apa ku bilang, pasti tuan yang kurang kerjaan ini


menanyakan hal yang sma di lima menit yang lalu” batin vin dengan geram dan


kesal, karna tuannya ini pekerjaannya menjadi tidak selesai dari tadi


“ jangan menumpatku vin, berapa kali saya katakana!” kata


aland dengan mata tajam dan melotot kearah asistennya itu


“maaf tuan, saya mengantarkan nona lugu itu kesekolahnya


dengan baik, dan ini sudah menjadi pertanyaan tuan kesekian kalinya” kata vin


dengan sopan dan mencoba mengingatkan tuannya agar tidak lupa lagi


“terserahku vin, kau yang menjadi bosa tau saya!!?” kata


aland


“beginilah jika menjadi bawahan, rela melakukan apapun


untuk tuannya, huh” batin vin tanpa mengingat apa yang dikatakan tuannya


barusan


“sudah ku bilang jangan mengumpat! Apa kau mau gajimu bulan


ini dipotong nolnya satu?” tanya aland dan membuat vin menutup mulutnya spontan


“maafkan saya tuan, saya masih butuh uang” kata vin dengan


wajah memelas, yang artinya ia takut dengan ancaman tuannya barusan


“sudah, kau kembalilah keruanganmu, dasar asisten tidak bisa


diandalkan!!” kata aland menggerutu dan Kembali menatap jendela ruangannya


dengan tatapan yang beda


“apa lagi yang kamu tunggu vin, apa kau menunggu potongan


gajimu?” tanya aland dan segera asisten vin keluar tanpa mengucapkan kata izin


ke tuannya itu


“dasar tuan datar, apa salahnya dia mendengarkan aku sekali


saja” kesal vin sambil melangkah masuk keruangan miliknya


“sya.. apa kamu pulang dijemput atau naik bus?” tanya chloe


yang tidak mau meninggalkan sahabatnya meskipun asya sudah mengatakan jika


dirinya akan pulang dengan selamat


“aku pulang naik grab chlo, kamu pulanglah” kata asya yang


memang tidak ingin jika sahabatnya melihat dirinya dijemput atau nanti dirinya


diikuti oleh sahaabatnya itu


‘baiklah kalau begitu, aku pulag dulu, karna garvin masih


disini” kata chloe dan manatap kebelakang, dan benar saja garvin sudah


bertengger disana dengan motor sport miliknya


next

__ADS_1


Berikan komentarmu untuk mereka ya raeders:>


__ADS_2