
Bukan karna aku malu, tapi aku rasa belum waktunya
kalian mengetahui kehidupanku yang baru
~Alesya Callista
Setelah selesai melepas rindu, akhirnya kedua sahabat itu
Kembali duduk dikursi masing-masing, kali ini mereka ingin focus untuk ujian
yang akan diadakan beberapa minggu lagi, namun satu hal yang mmebuat asya
menoleh kebelakang
Dimana ada sosok yang selalu ada dalam bayangannya namun
tidak begitu ia sadari, sosok pria baik yang selalu menerima asya dengan tangan
terbuka meskipun keadaannya sangat memprihatinkan, sosok pria yang selalu
berkata, “ aku akan selalu menunggumu” dan menenangkan hati asya
Garvin, pria yang selalu menanti asya membuka hatinyab dan
menerima dirinya menjadi kekasih asya, namun gadis itu tetap pada pendiriannya
dan menyangkal jika ia tidak menyukai garvin
“sya… dari mana saja selama dua hari ini?” tanya garvin dan
langsung memeluk asya tanpa peduli dengan banyak mata yang melihat adaegan
mereka, bak sepasang kekasih yang saling merindu dan lama tidak bertemu
“gar..garvin lepaskan aku, ini dikelas gar” kata asya dan
berusaha melepaskan pelukan garvin dari dirinya
“ehh.. maafkan aku sya, aku refleks memelukmu” kata garvin
malu dan tersenyum kukik mengedarkan pandangannya kesekeliling ruang kelas
Langsung saja banyak yang angkat bicara tentang mereka, ada
yang mendukung hubungan mereka ada pula yang tidak, karna garvin adalah pria
popular disekolah itu, dan tidak sedikit yang patah hati jika mengetahui garvin
memiliki kekasih
“tidak apa-apa gar, lain kali jangan gitu, malu dilihat satu
kelas” kata asya dan mengembangkan senyumnya, selama ini ia kepikiran dengan
dua orang yang selalu mendukung dirinya
“mengapa kamu tidak ada kabar sya?” tanya garvin dan menarik
tangan asya untuk duduk sambil mendengarkan cerita dari gadis pujaan hatinya
selama tiga tahun terakhir ini
“maaf gar, aku rasa kamu sudah mendengar gossip tentangku”
kata asya menundukkan kepalanya dan mencoba menahan tangisannya
“sya.. tapi itu tidak benarkan?” tanya garvin meyakinkan apa
yang sudah ia dengar, tidak mungkin keluarga tantenya setega itu pada gadis
sebaik asya
“tidak gar, iitu semua benar, aku memang sudah dibeli oleh
om-om, tapi aku tidak dijadikan budak nafsunya, melainkan menjadi pembantu
__ADS_1
dirumahnya” kata asya mencoba jujur untuk kedua orang yang ia sayangi
“sya, kalau kamu mau, kamu bisa tinggal dirumahku saja” kata
chloe yang merasa sedih mendengar cerita dari sahabatnya
“tidak chlo, aku sudah berjanji pada om-om itu, dan akan
menuruti perintahnya asalkan dia tidak berlaku bejat padaku” kata asya dengan
tatapan sendu
“tapi sya, bagaimana bisa kamu percaya dengan perkataan
orang asing yang baru kamu kenal?” tanya chloe khawatir, ia sangat prihatin
dengan keadaan sahabatnya itu
“tidak apa-apa chlo, aku bisa menjaga diriku” kata asya
tersenyum agar sahabatnya itu tidak terlalu mencemaskannya
“sya, dimana kamu tinggal sekarang?’ tanya garvin dan tentu
pertanyaan ini adalah hal yang tidak bisa dijawab oleh asya, ia tidak mungin
memberitahu aamatnya sekarang, karna jika itu terjadi maka kedua nya pasti akan
sering berkunjung kesana
“maaf vin, untuk saat ini aku belum bisa menjawab
pertanyaanmu” kata asya dan saat itu juga guru mereka datang, membuat ketiganya
bubar dan duduk rapi
***
Dikantor A\V Corp, seorang pria dengan wajah datar dan
sendiri memikirkannya, namun seketika raut wajahnya berubah menjadi berseri,
tidak ada yang tau apa yang ia pikirkan saat ini, hanya dia yang tau itu,
“vin datang keruanganku segera” kata aland dengan menekan tombol
menghubungi asistennya agar segara keruangan miliknya
Sementara delvin sang asisten, ia terlihat kesal kepada
bosnya karna sudah bebrapa kali ia dipanggil tapi hanya bertanya tentang gadis
lugu dan itu sudah menjadi pertanyaan aland kesekian kalinya
“ada apa tuan?” tanya vin dengan wajah yang ditekuk dan
kesal
“jangan mengumpatku vin, aku bisa tau apa yang dipikiranmu!”
kata aland dan membuat asistennya kikuk “ sejak kapan dia bisa membaca pikiran orang?”
batin vin dalam hatinya
“sudah kubilang jangan membicarakanku dalam hatimu vin!””
kata aland lagi dan membuat asisten vin terdiam dan siap mematung
“maaf tuan saya tidak berani” kata vin dengan menundukkan
pandangannya dan matanya yang kbergerak kesana-kemari
“ada apa tuan memanggil saya?” tanya vin dengan wajah penuh
harap, berharap tuannya ini tidak bertanya tentang gadis lugu itu lagi
__ADS_1
“apa kau mengantarkannya sampai kegerbang sekolahnya?” tanya
aland dengan wajah yang datar menatap asistennya dengan penuh selidik, padahal
pertanyaan ini sudah yang keberapa ia tanyakan
Apa ku bilang, pasti tuan yang kurang kerjaan ini
menanyakan hal yang sma di lima menit yang lalu” batin vin dengan geram dan
kesal, karna tuannya ini pekerjaannya menjadi tidak selesai dari tadi
“ jangan menumpatku vin, berapa kali saya katakana!” kata
aland dengan mata tajam dan melotot kearah asistennya itu
“maaf tuan, saya mengantarkan nona lugu itu kesekolahnya
dengan baik, dan ini sudah menjadi pertanyaan tuan kesekian kalinya” kata vin
dengan sopan dan mencoba mengingatkan tuannya agar tidak lupa lagi
“terserahku vin, kau yang menjadi bosa tau saya!!?” kata
aland
“beginilah jika menjadi bawahan, rela melakukan apapun
untuk tuannya, huh” batin vin tanpa mengingat apa yang dikatakan tuannya
barusan
“sudah ku bilang jangan mengumpat! Apa kau mau gajimu bulan
ini dipotong nolnya satu?” tanya aland dan membuat vin menutup mulutnya spontan
“maafkan saya tuan, saya masih butuh uang” kata vin dengan
wajah memelas, yang artinya ia takut dengan ancaman tuannya barusan
“sudah, kau kembalilah keruanganmu, dasar asisten tidak bisa
diandalkan!!” kata aland menggerutu dan Kembali menatap jendela ruangannya
dengan tatapan yang beda
“apa lagi yang kamu tunggu vin, apa kau menunggu potongan
gajimu?” tanya aland dan segera asisten vin keluar tanpa mengucapkan kata izin
ke tuannya itu
“dasar tuan datar, apa salahnya dia mendengarkan aku sekali
saja” kesal vin sambil melangkah masuk keruangan miliknya
“sya.. apa kamu pulang dijemput atau naik bus?” tanya chloe
yang tidak mau meninggalkan sahabatnya meskipun asya sudah mengatakan jika
dirinya akan pulang dengan selamat
“aku pulang naik grab chlo, kamu pulanglah” kata asya yang
memang tidak ingin jika sahabatnya melihat dirinya dijemput atau nanti dirinya
diikuti oleh sahaabatnya itu
‘baiklah kalau begitu, aku pulag dulu, karna garvin masih
disini” kata chloe dan manatap kebelakang, dan benar saja garvin sudah
bertengger disana dengan motor sport miliknya
next
__ADS_1
Berikan komentarmu untuk mereka ya raeders:>