
...___...
Genna berdebar hebat, bahkan ke dua lutut nya terasa gemetar takut pada sesuatu yang mulai menempel pada bagian tubuh nya. Mata nya terpejam erat, berkali-kali menelan Saliva dan sangat terlihat gadis itu berkeringat dingin, namun dengan suasana yang semakin memanas.
Candra, laki-laki itu terus menggesek-gesekkan adik kecil nya di sana, berancang-ancang mencari jalan, kali ini bukan jalan keluar, tapi jalan masuk untuk membelah durian. Ehh..🙊
"Om.." Genna melirih, terlihat raut wajah nya yang sangat takut.
"Aku akan pelan-pelan sayang" Ujar nya mencoba menenangkan Genna dari rasa takut nya.
Berulang kali Candra akan menusukkan benda tumpul nya, tapi lagi-lagi merasa kesulitan karena memang terasa sangat rapat.
"Om, takut sakit..!" Genna memekik, suara nya gemetar menahan ketakutan.
Candra sudah bersiap, dia merasa kali ini sudah pas. Dia meng-huyung kan tubuh nya ke atas tubuh sang istri, menggenggam tangan perempuan itu di sisi kepala nya seolah mencoba memberikan ketenangan untuk nya.
Dan...
.
.
.
.
.
"Akkkhhhhhh....!!" Genna hampir menjerit, saat sesuatu yang keras menelusup masuk ke dalam tubuh bagian bawah nya.
"Emhhhhh... sayang..." Candra mengerang seksi, berbisik di depan telinga Genna saat merasakan nikmat dan kehangatan saat milik nya sudah menusuk masuk ke dalam.
"Om, hhhh... sakitttt....!!" Pekik Genna meski Candra membungkam mulut nya. Ingin Genna meronta, tapi tubuh nya begitu tak berdaya di bawah tindihan suami nya itu.
Candra pun terpejam, dia menenggelamkan wajah nya di tengkuk sang istri. Dia terdiam sejenak setelah bersusah payah adik kecil nya itu dia paksa masuk membelah surga dunia yang terasa begitu nikmat. Namun dia juga merasa sedikit sakit karena adik kecil nya terasa terjepit yang begitu mengigit.
(Maklum om, masih perawan 🙈)
"Om..." Genna tergugu, terdengar gadis itu telah menangis.
"Gen, aaakkhhhhh..." Demi apa pun, sakit tapi terasa sangat nikmat. Candra benar-benar merasakan kenikmatan dunia yang hakiki.
"Sakittt om..." Genna merengek, berusaha melepaskan tangan nya dan dia pun mencekal kuat lengan sang suami. Tanpa terasa, Genna bahkan sudah mencakar nya.
__ADS_1
Candra mulai memainkan permainan nya, namun dengan gerakan pelan. Dia sungguh tak tega yang melihat istri nya itu menangis kesakitan.
"Om, om Candra.." Nafas Genna tersengal, naik turun karena merasakan sakit dan perih yang luar biasa.
"Ya sayang, aku disini.." Candra berbisik dengan suara nya yang terdengar berat. Lirih, namun terdengar begitu seksi.
Candra kembali membungkam bibir Genna, dengan gerakan permainan yang mulai sedikit dia percepat.
"Keluarkan saja suara kamu sayang, aku ingin mendengar nya.." Gumam Candra.
"Aaakkhhhhh... om, aaakkhhhh.."
"Ya baby, uuuhhhh... sayang..."
Genna tak mampu menahan suara nya lagi, sakit di tenggorokan jika terus di tahan.
Masa bodoh emak-emak reader denger ya gen 😝😝😝
"Sayang, aaakkhhhh... nikmat nya Gen.." gumam Candra yang terus mengerang.
Genna hanya memejam kan mata nya erat-erat, mengigit bibir bawah nya merasakan permainan yang saat ini justru terasa nikmat.
"Eeeemmmhhhh.... sayang... eemhhh.." Desah Genna dengan manja.
Dan suara ******* merdu sang istri sungguh mengiringi di setiap alunan permainan sepasang suami istri yang sedang bergulat di mabuk cinta. Tak kenal waktu, bermain bergonta ganti gaya mencari satu posisi yang paling terasa nikmat bagi mereka.
"Eeemmhhh.." Genna mendesah manja dengan mata yang terpejam. Sakit, namun dia juga menikmati.
Mendengar sang istri yang terus mendesah dengan manja, membuat Candra semakin di mabuk gairah. Hasrat nya semakin kian membara dan mulai memainkan nya dengan gerakan cepat.
"Aaakkkhhhhh... O-om.. eeemmhhh..." Genna semakin tak tahan, semakin kuat dia mencekal lengan Candra seolah melampiaskan rasa nikmat nya di sana.
"Yes baby... eeemmhh..." Bagai hilang kendali, hanya satu tujuan yang di inginkan oleh Candra, yaitu terbang ke puncak nirwana oleh kenikmatan yang membuat nya sangat menggila.
...___...
Dan akhir nya, setelah sekian lama untuk Candra dan Genna bergulat liar di atas ranjang, sama-sama merasakan puncak kenikmatan yang membawa mereka terbang ke khayangan, kini mereka pun sama-sama tumbang lemas dengan Candra yang masih berada di atas tubuh Genna tanpa melepas kan milik nya dari milik sang istri.
Candra memejamkan mata nya, terasa lelah setelah bertempur melawan satu musuh namun begitu liar.
"Sayang.." Candra bergumam memanggil sang istri.
Genna tak bergeming, seluruh tubuh nya terasa remuk bagai hancur tak bertulang. Bagaimana tidak, permainan suami nya itu terlalu banyak gaya, membawa nya kesana kemari sampai dia terasa lelah.
__ADS_1
"Sayang...." Candra bahkan merengek memanggil nya.
"Eeemmm..." Gumam Genna menjawab nya. Dia lelah, tubuh nya terasa sangat lemas, terlebih lagi mengantuk sehabis bermain dengan liar.
"Lagi..."
Sontak mendengar kata lagi, Genna mendorong kuat tubuh Candra dari atas tubuh nya, membuat laki-laki itu seketika terguling dan akhir nya penyatuan mereka pun terlepas.
"Capek om..!!" Pekik Genna dengan nada yang tak bersahabat. Bahkan sudah kesekian kali nya mereka melakukan, melepaskan puncak kenikmatan berkali-kali, tapi suami nya itu masih menginginkan nya lagi dan lagi. Perempuan itu menarik selimut, menenggelamkan tubuh polos nya lalu berbalik membelakangi sang suami.
Candra tersenyum kecil, menatap punggung mulus sang istri lalu beranjak ikut menenggelamkan diri nya di dalam selimut, memeluk Genna dari belakang. Dia menenggelamkan wajah nya di belakang leher Genna, menghirup aroma khas tubuh istri nya yang sangat wajib dia hirup sebelum tidur.
"Sayang, makasih ya.." Gumam nya, lalu mengecup sekilas leher perempuan yang kini tak lagi gadis itu.
Sontak Genna berbalik menghadap Candra. Membuka mata nya dan menatap laki-laki itu.
"Makasih untuk apa ?" Tanya nya.
"Untuk semua nya" Jawab Candra cepat. "Terimakasih karena kamu sudah benar-benar memberikan seluruh cinta kamu hanya untuk aku" Ujar Candra kala melihat Genna yang mengerutkan dahi nya.
Genna mencebik, tak membalas manis sikap Candra pada nya barusan. Sontak dia beralih dan kini menatap langit-langit kamar nya.
"Loh, sayang, kenapa ?" Candra kembali beranjak dan kini dia kembali menindih tubuh Genna.
"Aku masih kesel sama om !" cetus nya.
"Maaf sayang.. aku salah.." Candra menangkup kan ke dua tangan nya di pipi Genna. Kemudian mengusap wajah nya lembut karena dia mengerti istri nya masih merasa kesal pada nya karena soal pertengkaran mereka tadi.
"Kamu istri aku, kamu kebahagiaan aku, kamu segala nya buat aku, hati dan cinta aku cuma untuk kamu, jadi.. jangan pernah berpikir aku tidak mengutamakan kamu dalam segala hal.." Ujar Candra.
Genna menatap netra hitam sang suami, mencari sesuatu ketulusan di dalam nya.
"Sungguh..??" Ucap nya ingin memastikan.
"Em, sungguh.." Jawab Candra membenarkan.
Genna tersenyum, malu namun terasa sangat bahagia mendengar kata-kata manis dari sang suami. Dia memeluk erat tubuh Candra, seketika melupakan semua permasalahan yang pernah terjadi tadi. Genna pikir, mulai dari saat ini dia bisa berusaha merubah diri nya untuk menjadi lebih baik untuk sang suami yang sudah memiliki nya seutuh nya.
...___...
Gimana Gengs... Hot gak 😝
Menurut ku sih masih kurang hot 🤣🤣🤣
__ADS_1
btw gak menggantung jemuran lagi yah😂😂😂 hahahaha
like, komen, gimana rasa nya kalian baca part ini 😂 kurang hareudang apa kurang lama gengs 🤣 apa kurang gede 🙊🙈 wkwkwk apa nya Thor ? 😂 adek nyaa 🤣🤣 hahaha