Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
93~S3


__ADS_3

...___...


Di ruang tengah rumah Andrian. Adalah tempat yang menjadi pilihan mereka untuk berdiskusi membicarakan sesuatu hal yang penting.


Kedatangan Anan beserta anak istri nya di sambut sangat baik oleh Andrian.


"Gimana kabar nya pak Anan ? cukup lama sekali ya kita tidak pernah lagi bertemu" Tanya Andrian menegur sapa.


"Ya, seperti yang kamu lihat, saya dan keluarga baik, bagaimana dengan kamu sendiri ?" Tanya Anan balik.


"Ya, saya sangat baik pak" Jawab Andrian. Yang mendapati anggukan kepala oleh Anan.


"Gleen, gimana kabar kamu ? om dengar kamu sibuk sekali sekarang di kota xxxx ." Andrian beralih menatap Gleen dan menegur sapa menanyakan kabar nya.


"Saya baik om" Jawab nya dengan senyuman paling manis yang ia tunjukkan.


Obrolan mereka seketika terhenti kala seorang asisten rumah tangga Andrian datang untuk memberi suguhan minuman dan juga beberapa cemilan ringan.


"Mbak, tolong panggilkan Della ya" Pinta Andrian pada mbak Eka, pekerja di rumah nya.


"Baik pak" Jawab mbak Eka, kemudian berlalu pergi setelah selesai menaruh suguhan nya di atas meja.


"Loh, ada tamu.."


Seorang wanita paruh baya, namun tetap terlihat awet muda datang ke ruang tengah dan menyapa tamu nya Andrian.


Ya, itu mama nya Andrian. Yang beberapa tahun ini telah sadar dari koma nya. Betapa senang nya Andrian dan Della akan hal baik itu.


Begitu pun juga Della. Della memutuskan untuk tinggal bersama ayah kandung nya, Andrian. Tetapi sesekali juga dia menginap di rumah Candra jika dia sedang rindu, terlebih lagi rindu kepada adik nya, Kaireel.


Ia ingin Merawat dan menemani Andrian sebagai tanda bakti nya kepada sang ayah. Dan juga, menemani sang nenek yang kini sudah bisa menjadi teman baik nya dalam segala hal.


"Tante, bagaimana kabar nya ?" Cinta bangkit dari duduk nya. Datang menghampiri mama nya Andrian dan ber-cipika cipiki pada nya.


"Tante baik nak, sudah lama kah datang, atau barusan ?"


"Baru aja kok" Jawab Cinta.


Mama Andrian beralih menyapa Anan dan Gleen. Lalu ikut mendudukkan diri nya di sana.


Sekejap obrolan orang-orang itu terdengar begitu menggema dengan iringan canda tawa. Lalu terhenti ketika seseorang datang dengan anggun nya, dan itu adalah Della.

__ADS_1


"Sini sayang" Ucap Andrian yang menepuk sebelah tempat duduk nya agar Della duduk di sana.


Della menyapa Anan dan Cinta terlebih dahulu sebelum dia menuruti perintah papa Andrian dan duduk di sebelah nya. Sesekali, ia melirik ke arah Gleen yang sejak kedatangan nya laki-laki itu langsung berubah tak ada suara.


Entah lah..


Apa yang terjadi pada Gleen, Della sungguh tak tahu. Laki-laki itu tiba-tiba saja berubah sikap terhadap nya. Sangat jauh berbeda dari yang dulu.


Gleen yang suka menemani nya, selalu menghibur nya, selalu ada untuk nya, bersikap manis dan begitu menyayangi nya, tapi kini telah sirna. Tak ada lagi semua keindahan yang di berikan oleh laki-laki itu untuk nya.


Entah lah..


Kadang Della sering kali rindu akan hal-hal itu dari nya.


"Ekhem !" Anan berdehem sebelum memulai maksud kedatangan nya. Ia menatap Gleen sebentar, yang entah kenapa tiba-tiba saja berubah. Pikir Anan.


"Jadi, maksud kedatangan saya, istri dan anak saya Gleen kemari ada maksud, dan itu menyangkut Gleen dan Della" Ucap Anan menyampaikan maksud nya.


Mendengar nama nya di sebut, Gleen langsung menoleh ke arah sang Daddy. Menatap nya penuh tanda tanya, apa maksud nya yang kata nya menyangkut diri nya itu.


"Jadi, saya berniat akan menjodohkan Gleen dengan Della, apa Andrian setuju dengan ini"


"Dad !"


"Ah.. soal ini, kalau saya sih setuju-setuju saja pak, tapi tinggal bagaimana yang di jodohkan nya saja, jika menurut saya sih.. tidak baik menolak hal-hal baik seperti ini" Ucap Andrian. Ia tampak sangat setuju dengan perjodohan Della dan Gleen. Apa lagi, mereka berdua memang sudah sangat dekat sejak dulu, dan mungkin saja sudah ada perasaan khusus di antara mereka. Melihat, sikap Gleen yang sangat menyayangi dan melindungi Della putri nya.


Anan mengangguk, membenarkan ucapan Andrian.


"Mama juga setuju banget, mereka berdua sudah sama-sama dewasa. Menunggu apa lagi ?" Sahut mama Andrian menimpali.


"Lebih cepat lebih baik kan nak Cinta"


"Ah.. iya Tante, saya juga berpikir begitu. Apa lagi Gleen dan Della kan sudah sangat dekat sejak kecil" Ujar nya.


Kala semua orang sangat senang dan sangat menyetujui perjodohan itu. Tetapi tidak dengan Gleen Malik.


Laki-laki itu mem-berengut, diam mematung tak berekspresi. Wajah nya dia tundukkan menatap jemari kaki nya yang dia lihat lebih menarik ketimbang bahan obrolan mengenai perjodohan nya.


Entah lah, rasa nya hati nya itu telah berbeda. Dalam hati, ia sama sekali tak tertarik dalam perjodohan nya itu.


Pun dengan perasaan nya yang saat ini sudah berbeda kepada gadis itu. Gadis yang sejak kecil dia sayangi, dia lindungi, tak akan membiarkan siapa pun menyakiti nya.

__ADS_1


Saat Della sendiri, dia lah yang menemani nya. Sedih, dia lah yang menghibur nya. Tetapi.. semua itu..


Gleen tak ingin melakukan nya lagi saat diri nya mengetahui jika Della menyukai nya.


Gleen merasa Della sudah salah faham, pun dengan keluarga nya yang juga salah memahami perlakuan nya terhadap Della selama ini.


Dia, menyayangi Della hanya sebatas menganggap nya seperti adik kandung nya sendiri. Sama seperti Genna. Hanya itu.


...___...


Di dalam mobil.


Dalam perjalanan pulang, Gleen yang biasa nya rusuh itu kini hanya duduk diam menatap keluar jendela.


Sudah seperti anak gadis perawan yang di paksa menikah oleh bapak nya saja.


"Gleen !!"


"Emm.." Jawab nya sambil menoleh ke arah mommy nya.


Namun Cinta mengarahkan nya ke depan sana jika Daddy nya lah yang memanggil nya.


"Ya dad"


"Kamu setuju kan dengan perjodohan ini ?"


Gleen tercekat. Entah harus menjawab bagaimana. Menjawab setuju, tetapi kenyataan nya dia tidak menyetujui nya. Tetapi jika menolak, mungkin sesampai nya di rumah nanti dia akan berakhir mengenaskan.


"Daddy juga sudah putuskan, kalau Della akan bekerja sebagai sekretaris pribadi kamu di kantor !"


"Apa !" Gleen berseru, ia cukup terkejut mendengar nya.


"Dia akan selalu mengawasi kamu 24 jam, yah... berharap bisa merubah sikap, dan kebiasaan kamu juga !"


"D-dad.. enggak bisa gitu dong Dad ! Aku kan udah punya Fatih !' Ujar nya menolak secara halus.


"Dia akan Daddy alihkan sebagai manager kantor !'


"Dad..."


...___...

__ADS_1


__ADS_2