Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 46~S2


__ADS_3

...___...


Candra terdiam di atas tubuh Genna dengan wajah yang dia tenggelamkan di perpotongan leher sang istri. Dia sedang mencoba mengatur nafas nya, terlebih, kepala nya yang sangat terasa sakit.


"Sial..!!" Lagi-lagi umpatan demi umpatan dia lontarkan dalam hati. Ingin rasa nya dia mengamuk saat ini.


"Om.." Panggil Genna yang melihat suami nya itu diam saja di atas tubuh nya.


"Em.." Jawab laki-laki itu


"Itu, ada orang om" Tutur Genna yang mendengar bel rumah nya terus-terusan berbunyi


"Sebentar Gen, kepala saya sakit banget !" Ujar Candra tanpa membangkit kan tubuh nya


"Om, sakit ?" Tanya Genna


"Iya Gen, saya sakit !" Ucap nya.


Genna terkekeh mendengar nya, pasal nya, beberapa menit yang lalu laki-laki itu baik-baik saja bahkan terlihat sangat liar, tapi.. kenapa tiba-tiba saja sakit. Pikir Genna.


Candra membuang nafas nya, bangkit dari atas tubuh sang istri dengan raut wajah kusam. Memang terlihat seperti yang Candra katakan, dia seperti sedang tidak baik-baik saja.


"Siapa sih, bikin pening aja !" Gumam Candra, dia bangkit, membenarkan kembali celana nya yang sudah berantakan, lalu mengambil kemeja putih yang tadi di buang nya.


Dengan langkah gontai, laki-laki itu keluar dari kamar nya setelah selesai memakai pakaian nya kembali, dia akan segera membuka pintu rumah nya dan melihat siapa kah yang datang.


Cklek..


Candra membuka pintu rumah nya.


"Lama banget sih Can buka pintu nya !" Sungut seorang wanita yang ternyata itu adalah Tina mama nya, dan juga Della putri nya.


Candra hanya diam, terlihat sangat lesu dan terlihat tak bertenaga, sungguh sangat berbeda dari beberapa menit yang lalu.


"Kata papa Genna sakit ?" Tanya Tina seraya menerobos masuk ke dalam rumah melewati Candra.


"Udah mendingan" Jawab laki-laki itu


"Papa kenapa ? kok kaya nya lemes banget, papa sakit ?" Tanya Della


"Enggak kok, papa gak apa-apa" Candra menutup kembali pintu rumah nya, kemudian mengikuti langkah Tina di belakang nya

__ADS_1


"Mana Genna, masih tidur ?"


"Ada di kamar"


"Mama ke atas deh, mau lihat menantu mama" Ujar Tina yang hendak berjalan menaiki tangga menuju kamar untuk melihat sang menantu


"Ma..ma.. jangan !" Cegah Candra menghentikan langkah mama nya.


"Kenapa ?"


"Em, Genna.. dia masih tidur, biar aku bangunin sebentar" Ujar Candra, mana mungkin dia membiar kan Tina mama nya melihat Genna yang ada di dalam kamar nya sedang dalam keadaan yang berantakan.


"Mama tunggu di sini sebentar ya.." Imbuh Candra, lalu dengan cepat dia menaiki anak tangga menuju ke kamar nya.


Sementara Tina, dia terlihat senyum-senyum melihat tingkah anak semata wayang nya itu. Tina sudah menikah, bahkan dia sudah jauh berpengalaman mengenai hal pernikahan, apa lagi, anak nya itu adalah pengantin baru, jadi Tina sudah pasti tahu apa yang sudah terjadi di antara mereka.


Candra kembali masuk ke dalam kamar nya. Dia melihat Genna sudah tidak ada di ranjang. Tapi dia mendengar suara air dari dalam kamar mandi.


Tak lama, Genna pun keluar dari dalam kamar mandi. Dia terlihat sedikit segar karena sudah mencuci wajah nya.


"Gen, ada mama di bawah" Tutur Candra memberi tahu sang istri.


"Mama ?"


Genna berjalan menuju meja rias nya. Dia melihat leher serta dada nya yang banyak sekali dengan tanda-tanda merah.


"Tapi aku malu untuk ketemu mama om" Gumam Genna.


"Kenapa ?"


"Leher aku merah-merah.." Lirih Genna.


Candra ter-jengit, dia bangkit lalu berjalan ke arah Genna. Dia melihat leher dan dada Genna yang memang benar ada banyak sekali jejak-jejak kepemilikan nya di sana. Candra terdiam sejenak, seperti nya dia tengah berpikir bagaimana cara yang cepat untuk menghilangkan nya.


Genna berbalik menatap diri nya di cermin. Pasti akan sangat memalukan jika harus bertemu mama mertua nya dalam ke adaan nya yang seperti ini. Semua ini adalah ulah suami nya yang terlalu buas tadi.


Candra tak mampu lagi untuk berpikir, kepala nya terasa masih sangat sakit. Dia memeluk Genna istri nya dari arah belakang, melingkar kan ke dua tangan nya pada perut gadis itu, lalu menenggelamkan wajah nya di perpotongan leher Genna dan menghirup aroma khas tubuh sang istri yang menurut nya sangat menenangkan.


"Maafin saya ya Gen" Ucap Candra


"Hem.." Genna terkekeh. Untuk apa Candra meminta maaf pada nya.

__ADS_1


"Kepala saya pusing banget" Adu nya pada Genna.


"Om, minum obat" Sargah Genna.


"Gak mau Gen, ini gak bakal sembuh meski minum obat !" Tutur nya


Genna tampak tak mengerti atas ucapan Candra suami nya itu


"Ya udah, kamu pakai selendang atau apa kek buat tutupin leher kamu" Ujar Candra, dia menegakkan kembali kepala nya dan menatap wajah Genna.


Genna pun mengangguk setuju.


...___...


Setelah mengizinkan sang mama untuk menjenguk istri nya di kamar, Candra pun berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di lantai bawah. Dia harus kembali mandi untuk menyegarkan dan mendinginkan tubuh nya karena hasrat nya yang tak tersalurkan.


di dalam kamar


Tina dan Della naik ke lantai atas menuju kamar di mana Genna berada.


"Ya ampun sayang, kamu kenapa kok mendadak sakit gini..??" Seru Tina dengan kekhawatiran nya. Dia menghampiri menantu nya itu dan mengecek kening hingga pipi Genna apa kah masih demam atau tidak.


"Ma.. Genna gak apa-apa kok" Tutur nya seraya menampilkan senyum terbaik nya


"Gak apa-apa gimana, wajah kamu aja keliatan pucat gini.."


"Genna gak apa-apa ma.."


"Udah sarapan belum ?"


Dengan pelan, Genna menggelengkan kepala nya.


"Aduh.. suami kamu tu gimana sih, gak ngurus istri nya dengan baik !" Gerutu Tina. "Ya udah, mama ke dapur dulu bikinin kamu sup ya, biar badan kamu cepat pulih.." Ujar Tina, dia pun bangkit dari duduk nya di tepian ranjang.


"Ma, gak usah.. Genna udah baikan kok.." Sargah Genna.


"Baikan gimana sih, udah mama masakin sup dulu buat kamu biar cepet sehat. Della, kamu di sini ya sayang temenin Genna, eh.. maksud nya, mama Genna." Ucap Tina, lalu dia berjalan keluar kamar dan menuju dapur untuk segera membuat kan sup untuk menantu kesayangan nya itu


"Hah.. Mama..??" Gumam Genna. Yang benar saja, di usia nya yang bahkan sebaya dengan Della tapi dia harus di panggil mama. Menggelikan sekali, pikir gadis itu.


...___...

__ADS_1


Mama ABG ya ga sih 😝😂😂🤭 wkwkwk


__ADS_2