Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 145,S2


__ADS_3

Maaf untuk Readers, karna novel ini tidak banyak viewnya jadi othor akan buat sesingkat mungkin, othor mau tamatain novel ini biar cepat selesai. maaf ya buat readers othor yang setia sama othor🥰🥰


satu hari setelah Diana masuk rumah sakit, akhirnya dia pulang bersama Wili, pria itu sangat setia mendampingi Diana mulai masuk rumah sakit sampai mengantarkannya kerumah,  Ratih yang pada saat itu melihat kakanya bersama pria lain langsung heran dan senang, akhirnya ada pria yang meluluhkan hati kakaknya, itulah pikiran Ratih


"makasih ya Wili, aku gak tau harus gimana lagi buat bilang makasih lebih dalam" ucap Diana tersenyum dan menerima barangnya dari tangan Wili, pria itu hanya tersenyum menanggapi perkataan Diana


"santai aja Dina, aku juga merasa senang bisa membantumu. ehh ini nomorku, nanti kalau butuh kamu telfon saja aku, anggap aku sebagai temanmu, lebih juga gapapa" ucap Wili keceplosan, membuat Diana menunduk canggung dengan posisi mereka, sedangkan Ratih tersenyum melihat dua orang yang saling kikuk


"ehhh.. makasih Wili, kapan kapan kita ketemu lagi" ucap Diana sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, bisa bisanya dia mengatakan hal seperti itu. bisa bisa Wili menganggap dirinya wanita yang terllau berharap padanya, atau wanita murahan?


"aku menantikan itu Dina, aku harap kamu ada waktu untuk bertemu denganku, atau sekedar makan bersama" ucap Wili dengan menampilkan senyuman manisnya dihadapan Diana, bumil itu bahkan terkesima dengan senyuman pria yang ada dihadapannya


"baiklah, tapi tidak baik jika seorang wanita yang hamil jalan bersama seorang pria single. nanti pandangan orang orang buruk padaku dan kamu" ucap Diana sadar dengan posisinya siapa, dia saat ini mengandung anak  dari pria yang tidak ia kenal, dan sekarang Wili datang dengan tiba tiba juga orang asing yang menolongnya, Diana tidak mau berharap lebih dengan perasaan yang tercipta dihatinya untuk pria seperti Wili


"emmm.. iya Dina, aku mengerti hal itu. tapi jika berkesempatan aku bisakan datang menjenguk kalian kesini?' tanya Wili, masih mencari celah agar bisa mendekati Diana, sebenarnya Wili sendiri sudah menyimpan rasa saat melihat Diana pertama kali, namun ia urungkan perasaan itu ketika tau kalau Diana mengandung, namun ia kembali bersemangat saat wanita itu mengatakan dia berpisah dengan suaminya, ada kesempatan untuk Wili


"tidak masalah jika hanya bermain kesini, aku akan dengan senang hati menyambutmu Wil" ucap Diana tersenyum, lalu pria itu langsung berpamitan untuk pulang, ia ingat hari ini ada jadwal meeting bersama rekan bisnisnya

__ADS_1


jauh daro kota yang berada di negara Indonesia, tepatnya dikediaman Chevalier. keluarga sedang asik berkumpul dan membahas masalah Dar,sedangkan pria itu hanya diam menyimak tanpa membuka suara sedikitpun, kali ini ia juga kepikiran dengan Diana yang dulu ia rusak kesuciannya


Dar ingat bagaimana wajah wanita itu minta tolong agar ia lepaskan, namun karna nafsu yang sudah diujung, Dar tidak mendengarkannya dan masih melanjutkan aksinya, sampai akhirnya ia harus meninggalkan waniat itu setelah mengambil kesuciannya dan hanya menyisakan uang dan sepucuk surat serta kartu namanya


yang anehnya lagi, wanita itu bahkan tidak mencarinya atau sekedar melaporkannya, Dar berpikir kalau wanita itu pasti sangat membecinya, namun saat ini bukan itu hal yang terpenting, saat ini Dar harus mencari wanita itu dan merasakan kembali tubuhnya,, ehhh salahhh mencari tau apkah benar wanita itu mengandung anaknya atau tidak


"bagaimana Dar, apakah kau sudah dapat kabar dari wanita itu,  jangan sampai mama yang akan turun tangan Dar, kau tidak akan dapat bagian" ucap Agatha yang geram dengan anaknya karna menurutnya Dar terllau leha leha soal calon mantunya dan calon cucunya


"aku sudah berusaha ma, ini belum ada kabar dari orang orangku" ucap Dar dengan wajah memelas, ia tau kalau sampai mamanya yang bertidak dirinya akan tersiksa


"aku akan mencarinya" ucap Dar dan beranjak dari tempat duduknya dan langsung masuk kamar, kesal dnegan tuntutan mamanya yang tidak sabaran


"bagaimana hasil pencarian kalian, apakah berhasil?' tanya Agatha saat Dar sudah pergi, mereka semua berada disana kecuali Vin dan Mic, mereka mengurus perusahaan sementara dan mengambil alih tugas Alfred dan Al


"berhasil bibi, kali ini kita harus mengatur strategi agar pulang kesana, menjumpai wanita itu dan membicarakannya baik baik, sebelum bocah tengil itu bertindak dan mungkin lebih buruk lagi" ucap Al dan diangguki oleh Agatha, kali ini mereka sepakat akan pulang ke Indonesia, namun bukan semua keluarga


hanya yang ikut adalah, Al dan Asya, serta Agatha dan Alfred. untuk sikembar dititipkan terlebih dahulu kepada Chloe dan Vin, mereka yang akan mengurusnya dan menjaga dua anak nakal itu

__ADS_1


"baiklah, besok kita langsung kesana. lebih cepat lebih baik" ucap Agatha, semuanya sudah sepakat akan ke Indonesia besok, namun sikembar belum tau, dan itu adalah tugas Asya untuk menyampaikannya


malam harinya, mereka semua makan malam bersama, disana ada Vin dan Mic yang sudah pulang tidak lama. mungkin sekitar lima menit llau mereka sampai kerumah, langsung membrsihkan tubuh masing masing dan bergabung kemeja makan


"Angkasa, Kena dengarkan mommy, besok mommy,daddy,oma dan opa akan pulang sebentar ke Indonesia. jadi kalian berdua akan tinggal bersama unty dan om disini. jangan nakal dan membuat rusuh, kalau tidak kalian akan mommy pulangkan ke Indonesia" ucap Asya memberikan peringatan sekaligus nasehat pada anak anaknya


"baik mom, tapi kapan mom dan dad pulang?" tanya Kena bagaimanapun gadis kecil itu pasti merindukan mommy dan daddynya, tidak bisa pisah lama lama meskipun ada temannya atau ada yang menghiburnya


"secepatnya sayang, tidak lebih tiga hari" ucap Asya menenangkan putrinya, bukannya dia tidak tenang menitipkan anak anaknya kepada ipar dan abangnya, namun rasa rindu pasti tetap ada


"baiklah mom,jangan lama lama. Kena gak mau" ucap gadis kecil it sambil mewek, wajahnya terlihat menggemaskan dan itu membuat Asya tidak tega meninggalkan putrinya


"iya sayang, tidak lama kok" ucap Asya mencium pipi putrinya, Al yang melihatnya juga ikut tersenyum dan emncium putrinya tapi Kena lebih dulu menghindar membuat semua orang tertawa dan Al mencbikkan bibirnya


next


jangan lupa like,komen,dan favrit kalian readers😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2