Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 6, berapa??


__ADS_3

“jangan menyentuh milikku lagi!” hanya satu kata yang keluar dari mulut pria itu namun, terkesan datar dan dingin.


"tuan kemana kau akan membawa keponakanku!!'  teriak haura ditengah keributan dentuman musik yang sangat menganggu dan berisik


"tuan jangan macam-macam yaa!!, aku bisa melaporkan mu kepihak berwajib!!" teriak haura dengan terus mengikuti pria yang yang membopong asya ponakannya


"o..om.., mohon jangan kembalikan aku dengan mereka, aku takut dijual" kata asya dengan airmata yang yang sudah membanjiri kedua pipinya


"diamlah, jangan banyak gerak, aku tidak akan pernah melepaskanmu apalagi sampai mengembalikamu dengan mereka" kata pria itu dengan datar dan terkesan dingin, mata yang tajam tetap lurus memandang kedepan


mereka sampai kesalah satu kamar yang ada diklubbing tersebut, seolah sudah memiliki akses tersendiri, pria itu langsnung masuk kedalam dan membaringkan asya keranjang king size yang ada disana


tanpa sepatah katapun, pria itu kembali melangkah menuju pintu, namun segera berhenti demi mendengar suara asya yang memanggilnya


"om mau kemana? apa om juga akan menjualku?"tanya asya dengna wajah polos dan mata yang sudah membengkak karna menangis sedari tadi


"tidak.. aku akan mengurus sisanya!" kata pria itu dan melangkah keluar untuk menemui haura yang mengikuti mereka tadi


"tuan kemana keponakanku? apa yang tuan lakukan kepadanya??" tanya hura dengan wajah yang khawatir, bukan karna khawatir dengan keadaan asya namun lebih tepatnya khawatir jika asya kabur dan mereka gagal mendapatkan uang yang sudah dijanjikan oleh rekan bisnis suaminya


"diamlah, apa itu penting untukmu!!" tanya pria itu dengan menaikkan satu alis matanya dan senyuman devil  muncul disudut bibirnya


"tapi tuan, dia itu ponakan saya, saya berhak tau dimana dia" kata haura yang sudah emosi melihat tingakah pria yang ada didepannya ini


"berapa??" tanya pria itu dengan santai dan enoleh kearah haura menunggu jawaban dari wanita itu

__ADS_1


"maksud tuan berapa apanya?" tanya haura yang sebenarnya sudah tau apa maksud perkataan pria ini, namun ia ingin memancing pria itu untuk membuka harga lebih dulu


"jangan pura-pura ridak tau, aku tidak suka bertele-tele!!" kata pria itu sambil menatap haura dengan tajam bak panah yang siap lepas dari induknya


"tiga ratus juta" jawab haura dengan nada menantang, seolah meremehkan pria yang ada didepan matanya ini dengan senyuman smrik


"lima ratus juta, tapi jangan pernah menampakkan wajah kalian sekeluraga didepan mataku dan dia(asya)" kata pria itu dengan suara penuh perintah yang tidak bisa dibantah siapapun


"baik, itu lebih baik, semoga tuan trahan dengan sikap gadis jaha*nam itu" kata haura dengan tawa jahat dan saat itu juga frank suaminya datang menghampiri mereka


"bagaimana ma, dimana asya??" tanya frank dengan wajah cemas jika asya keburu kabur dan mereka kehilangan kesempatan mendapat uang ratusan juta


"tenang dulu pa, kita mendapat tender yang lebih besar dari yang tadi" kata haura dengan senyum licik kearah suaminya


"maksud mama apa, papa tanya mana asya?" ulang frank lagi dan tidak memperhatikan bahwa ada pria asing disana bersama mereka


"mama tidak lagi bercandakan?" tanya frank tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar


"hahaha mama juga tidak menyangka, gadis itu bisa mencapai harga setinggi itu" kata haura dengan senyum dan rfank tertawa sennag mendengarnya


sementara pria yang ada didepan mereka langsung mengeluarkan ponsel miliknya dan menghubungi seseorang, tidak ada yang tau siapa yang akan ia hubungi


"mana nomor rekening kalian!?" tanya pria itu datar dan segera mungkin frank menyodorkan ponsel miliknya


" lima ratus juta sudah cair direkening kalian" kata pria itu dan langsung meninggalkan haura dan frank ditempat, mereka berdua meoolot tidak percaya dengan apa yang mereka dengar barusan

__ADS_1


"pahh, lima ratus juta pah" teriak haura dengan melonjak memeluk suaminya dengan wajah yang bahagia tanpa mempedulikan sekitar mereka


'tidak sia-sia kita membesarkan anak gadis itu ma, akhirnya kita menfdapat balasan atas kerja keras kita" kata frank dan mereka keluar dari klubbing tersebut untuk pulang kerumah merayakan pesta besar-besaran


sementara ditempat asya, ia sudah tidur karena kecapean menangis dan berlari untuk lepas dari tangan om dan tantenya serta pria botak yang melihatnya seolah ingin menerkamnya saat itu juga


"vin.. datang kesini secepatnya!" kata pria itu yang duduk ditepi ranjang dimana asya tertidur karena kelelahannya


tidak membutuhkan waktu yang lama, seseorang yang dipanggil pria itu langsung datang dengan wajah yang tidak jauh tampan dari pria yang menolong asya barusan


"apa yang terjadi dengan gadis itu al? jangan bilang itu pela*cur malammu" tanya vin yang datang menghampiri asya yang masih tertidur tanpa terhusik sedikitpun


"diam kau vin, aku tidak sebreng*sek itu yang melakukan sesuka hatiku!!" kata al dengan mata tajam menatap vin didepannya


"lalu siapa dia? mengapa bersamamu dikamar seperti ini, tidak biasanya" kata vin dengan senyum devil mengejek al yang sedang menatap asya dengan tatapan yang berbeda dari ia menatap wanita pada umumnya


" bawa dia ke apartemenku, jangan melakukan apapun padanya, atau nyawamu sendiri yang akan melayang!!" kata al dengan nada penuh penekanan dan mata tajam kepada vin


"wow.. seorang aland chevalier sudah berani membawa sorang gadis kedalam apartemen miliknya, sungguh kejadian yang luar biasa" ledek vin dengan tertawa terbahak-bahak melihat sikap al yang begitu perhatian kepada gadis yang masih tertidur diranjang


"diam kau vin!!, nanti dia terbangun!!" kkata al dan langsung mengambil jas miliknya dikusi sofa yang ada dikamar itu


"ingat!, jangan melakukan apapun padanya dan pastikan dia sampai ke apartemenku dengan baik tanpa ada lecet sedikitpun!!" perintah telak yang tidak bisa dilanggar oleh siapapun


next

__ADS_1


berikan komentarmu untuk asya jika tau siapa yang menolongnya dan berada dimana dia ketika bangun nanti:>


__ADS_2