
Kenapa harus sekarang?, kenapa tidak dari dulu saja kamu jujur padaku, kalau sudah seperti ini apa yang harus aku lakukan, bukankah sejak awal aku katakan jangan pernah bermain-main dengan seseorang yang pendiam, karna bisa saja ia yang akan menghancurkanmu
~Garvin Callista
"jangan banyak alasan Al, aku ingin mengatakan sesuatu denganmu" kata Vin dnegan mode serius dan melihat Al yang juga menatapnya dnegan wajah tanda tanya
"ada apa?" tanya Al dan mendekatkan dirinya kepada Vin
"bagaimana hubunganmu dengan Freya?" tanya Vin dengan to the point, tidak ingin basa-basi kepada Al lagi, cuckup ia melihat beberapa hari lalu Al mengutamakan mantan kekasihnay itu, dari pada hubungannya dengan adiknya dan pekerjaannya di kantor
"apa maksudmu Vin?" tanya Al seolah tidak mengerti dengan arah pembicaraan dari kaka iparnya, ia tidak menyangka kalau Vin bahkan mengetahui apa yang ia lakukan diluar jam kantornya
"jangan pura-pura tidak tau Al, jangan memaksaku untuk melakukan sesuatu yang bisa menghancurkan hubungan baik selama ini yang terjalin antara kita" kata Vin dan mengeluarkan amplop dan flashdiks dari tasnya, ia langusng melemparkannya kedepan Al
"apa ini Vin?' tanya Al dan melirik kearah Vin sambil membuka amplop itu, namun ketika tangannya ingin memgambil, tiba-tiba Asya datang membawa minuman dan makanan ringan sebelum mereka makan malam
"apa itu ka?" tanya Asya dengan polos dan melihat kearah tangan Al yang memegang amplop, tangan mungil itu terulur ingin mengambilnya, untung saja Vin dan Al pandai mengalihkan pembicaraan dan Vin mengkode Al untuk menyimpan amplop itu dengan cepat
"apa yang kamu masak sya?, aromanya wangi sekali" ucap Vin dan meraih tangan Asya yang tadinya terulur dan mengajaknya duduk disampingnya
"aku hanya memasak makanan kesukaan om dan kakak, tapi tidak tau pasti apa kakak menyukainya, fellingku mengatakan kakak menyukainya" kata gadis kecil itu dengan tersenyum cengir dan memperlihatkan deratan gigi putih yang rapi menambwah kecantikannya
"mungkin saja felling mu benar sya" kata Vin dan diangguki oleh Asya, gadis itu sudah lupa dengan apa yang pertama ingin ia lakukan, bahkan ia tidak mengingat ada suaminya disana, dengan manja ia bergeleyut di pelukan kakaknya, membuat Al sedikit menahan sesak nafas karna melihat istrinya manja dengan pria lain, meskipun itu adalah kakak kandungnya
"sya, kakak bau keringat, mau mandi dulu sebentar, aku pinjam rumah kalian untuk mandi" kata Vin tersenyum, ia meninggalkan kedua sejoli itu disana, langsung menuhu kamar tamu di lantai satu rumah itu, sementara Asya melirik suaminya sambil berganti tempat duduk
__ADS_1
"ada apa kak Vin datang kesini om?" tanya Asya dnegan wajah yang penuh selidik, dia bukan gadis lugu yang bisa dibohongi atau polos yang bisa dimamfaatkan, namun Asya juga bisa membedakan mana yang benar atau bohongan, ia bisa belajar dari kehidupan sebelumnya, namun ditutu[i dengan wajah polos dan keceriaannya
'tidak ada sayang, hanya masalah pekerjaan" kata Al sambil mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candu untuknya, pria itu bahkan mengangkat Asya untuk duduk dipangkuannya, amplop yang tadi ia sembunyikan sudah dibawa oleh Vin tanpa sepengtahuan oleh Asya, gerakan mereka terlalu cepat, kedua pria itu takut jika Asya mengetahui kebenarannya
" benar masalah pekerjaan?, om tidak menyembunyikan apapun dariku kan?" tanya Asya dnegan raut wajah curiga dan menatap mata Al yang ia tau pasti suaminya itu sednag berbohong
"iya sayang, aku tidak bohong, nanti kamu bisa tanya Vin aja kalau tidak percaya" kata Al dan memeluk tubuh ramping istrinya, sambil membenamkan kepalanya di perut rata Asya, menciumnya dengan segala rasa bersalah dihatinya
"om,apa aku bisa ikut kekantor besok?, aku sangat bosan disini, kadang kesepian karna Chloe juga gak bisa datang karna sibuk kuliah" kata Asya sambil memelas dan menatap mata Al dengan memohon, agar dia bisa ikut kekantor dan belajar banyak hal diluar sana
"untuk apa sayang, aku kan selalu cepat pulang, lagi pula kamu bisa menghabiskan waktu nonton drakor kesukaan mu" kata Al sambil mengelus rambut Asya dengan lembut dan sesekali menciumnya
"aku bosan om, tiap hari dirumah saja, aku tidak punya kegiatan lagi" kata Asya mulai kesal dan ngambek dengan suaminya, ia hanya ingin keluar dari kandang yag selalu seperti penjara untuknya
"kenapa om?, kenapa kau tidak bisa ikut?, apa om malu memperkenalkanku kepada orang luar?" tanya Asya dengan wajah yang sudah hampir menangis, ia tau kalau gadis
"bukan seperti itu sayang, hanya saja aku tidak ingin kamu dilirik laki-laki lain diluar sana" ucap Al mencari titik aman agar istri kecilnya tidak merasa tidak diinginkan atau merasa insecure
"alasan om saja" kata Asya dan langsung turun dari pangkuan Al, saat itu juga Vin datang dengan rambut yang basah karna habis mandi, pria itu langsung duduk menatap dua orang yang duduk didepannya dengan raut wajah masing-masing, sepertinya habis bertengkar Vin juga tidak tau
" kenapa kalian seperti ada masalah?" tanya Vin melihat kearah Al, karna tau pasti kalau dalangnya adalah adik iparnya itu, sudah tau istrinya bocah masih aja dibuat marah-marah
"tidak ada, hanya saja.." perkataan Al terpotong karna Asya langusng bicara dan menatapnya dnegan tajam, membuat -pria itu sedikit takut dnegan lirikan istrinya
"dia tidak memperbolehkanku ikut kekantor, katanya dia malu punya istri seprti ku" kata Asya dengan mengada-ngada, karna jika Vin mendnegar hal itu pasti akan marah dan memberikan pembelaan untuknya agar bisa ikut kekantor
__ADS_1
"apa Al mengatakan seperti itu sya?" tanya Vin dengan nada menekan dan menatap Al dengan tajam, sungguh berani pria ini pikir Vin
"iya kak, katanya dia tidak mau orang-orang tau kalau aku istrinya" kata Asya semakin membuat Vin emlototkan kepalnya, sednagkan tersangka hanya diam sambil menggelengkan kepalanya, sungguh dirinya terjepit diantara dua orang pelaku didepannya
"kalau begitu biar kakak kasih pelajaran untuknya, kami ada sedikit masalah pekerjaan kamu bisa tunggu kami disinikan?, hanya satu jam kurang lebih" kata Vin sambil melirik Al memberikan kode agar mengajaknya keruang kerjanya untuk berdiskusi
"baiklah, hanya satu jam, tidak boleh lebih" kata Asya dan dijawab iya oleh Vin, kedua pria itu langsung mberdiri dan melangkah keruang kerja Al, Vin masih ingin melanjutkan pembicaraan mereka yang terhenti tadi
"Al, aku tidak tau apa yang kamu pikirkan tentang wanita itu, mungkin saja kamu masih menyimpan rasa untuknya, dan untuk itu aku tidak akan melarangmu, namun satu hal yang harus kau ingat, istrimu adalah adikku, aku tidak ingin kalau Asya sampai tersakiti oleh keegoisanmu" kata Vin setelah mereka diruangan kerja Al
"maafkan aku Vin, aku khilaf, aku tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi, tapi tolong jangan berirahu istriku tentang ini, aku akan mengurusnya sndiri" kata Al dengan penuh ketegasan, namun dalam hatinya masih bertanya-tanya, apakah ia bisa melakukannya atau tidak
"aku akan diam, tidak akan mencampuri urusan kalian, tapi kalau nanti kau sudah kelewat bastas, jangan salahkan aku akan membawa Asya jauh darimu" kata Vin dnegan penuh penekanan dan diangguki oleh Al
"dan satu lagi perlu kau ingat Al, kalau kamu tidak bisa menyelesaikannya, aku sendiri yang akan turun tangan, bukti sudah ada beberapa untukku" kata Vin dan menunjuk kearah flashdiks yang ia berikan kepada adik iparnya itu, dan dengan cepat Al mengambilnya
"apa ini Vin?" tanya Al dengan bingung dan langsung membuka laptopnya untuk melihat isi flashdiks itu
"semua ada disana, namun tidak ada hubungannya dengan mantan kekasihmu, hanya saja aku punya felling kalau ini ada kaitannya dengannya" ucap Vin sambil menaikkan alis matanya tanda masih akan mengorek info yang lebih banyak
next
jangan lupa like, komen,dan favorit kalian ya readers๐๐
Just info buat kalian, hari ini dan besok mungki othor tidak akan up, karna othor ingin pulang kampung dan kemungkinan othor akan up hari jum'at tapi othor pastikan akan akan up lebih dari dua bab, love you readers๐๐๐
__ADS_1