
Tidak ada yang namanya namanya maaf untuk seorang penghianat, apalagi kesalahan yang ia perbuat sungguh memuakkan, tidak ada toleransi lagi untuk mereka penghianat, sungguh sejak awal sudah pasti jika mengusik keraguan lebih hebat dan lebih kebal dariku!
~Garvin Callista
"panggil ibumu kesini!" ucap Vin dengan satu tekanan suara dan langsung diangguki Niki, gadis itu berlari masuk ke dalam rumahnya untuk memberitahu Haura tentang ketiga pria asing itu
Niki yang naik keatas dan perlahan membuka pintu kamar Haura, wanita paruh baya itu melihat anak gadisnya yang datang dnegan raut wajah pucat pasi, Haura terkejt dengan anak gadisnya, wanita itu lanngsung berdiri dari duduknya yang tadi ia pakai bersantai diatas ranjang tidurnya
"ada apa sayang?, kenapa wajahmu puscat sekali"?" tanya Haura sembari mendekati anaknya dan memeluknya, ia takut terjadi sesuatu dengan anaknya itu
"ma.... di...dibawa..h.. ada tiga pria ya.yang mencari pa...pa" ucap Niki belepotan dan tidak jelas, sungguh perkataan Vin tadi membuatnya trauma berat, sangat menekan dan dingin, seolah-olah Niki melihat hantu dirinya sendiri ketika Vin menyuruhnya tadi
"bicara yang jelas Nik, mama tidak paham apa yang kamu katakan" ucap Haura dengan kesal dan sudah sangat takut karna melihat anaknya yang seperti itu
"dibawah ada tiga orang pria yang mencari papa, ma. mereka sangat bringas ma, aku takut sekali" kata Niki dengan gemetaran dan masih membayangkan Vin yang garang dan sangat dingin kepadanya
"siapa merek?, apa kamu pernah melihatnya?" kata Haura bingung sipa yang bertamu kerumahnya, apalagi sampai membuat anaknya ketakutan, biasanya orang yang datang kerumahnya adalah suruhan Freya, wanita yang bekerjasama dengannya, dan biasanya yang datang juga secara baik-baik
"tidak pernah ma, hanya saja satu antara mereka adallah suami dari Asya mungkin, tapi aku tidak tau itu hanya perkiraanku" kata Niki sambil berfikir lama, memikirkan siapa sebenarnya mereka, namun ia melihat Al dan ia mengenal kalau itu adalah suami Asya, namun mereka sudah lama tidak pernah bertemu lagi hanya bertemu ketika mereka hadir kepernikahan Asya
__ADS_1
"suami Asya?, kenapa dia disini?, untuk apa mendatangi kerumah kita?" tanya Haura dengan bingung karna tidak biasanya dan tidak pernah Al datang kerumah mereka
sementara dibawah, ketiga pria yang menunggu pemilik rumah itu, Al dan dua pria itu kesal dan ingin sekali membakar rumah itu karena terlalu lama, maklumlah mereka pria yang tidak bisa sabar apalagi pada orang yang tidah begitu penting dalam hidup mereka
"kemana mereka, kenapa begitu lama tinggal melangkah saja, dasar bod**oh" kata Al dengan gera dan sangat tidak sabar, sangat kesal melihat wanita yang lama membuat mereka seprti penagih utang saja
"entahlah, mungkin kakinya sudah patah" kata Vin mengeram dan ketika mereka membalikkan tubuhnya dan melihat orang yang mereka tunggu-tunggu akhirnya datang
"siapa kalian?" tanya Haura dengan arogant dan melihat ketiga pria itu dengan sorotan mata yang mengejek dan berfikir kalau mereka datang ingin meminta bantuan dari keluarganya
"hahahha, hallo nyonya Burke, kita bertemu lagi sekarang dan saya melihat kalian sehat dan baik-baik saja!!" ucap Al memulai percakapan diantara mereka, sedangkan Vin sedang menahan geramnya dan amarah yang kian membuncah setelah melihhat wajah waita ini dengan jelas, sungguh mengingatkannya dengan masalalunya
"tidak ada yang menghalangi kami untuk datang ketempat murahan seperti ini nyonya Burke, dan kurasa juga tidak ada alasan khusus untuk aku tidak mendatangi rumahmu!" ucap Al dengan tak kalah sombong dan melihat Haaura dengan menyedihkan,
"apa tujuan kalian datang kesini!!?" tanya Haura karna merasa panas mendnegar perkataan Al barusan, seolah itu menjadi perkataan yang mengingatkannya seberapa rendah mereka dihadapan pria ini
"tidak banyak, dan seharusnya juga kami tidak bertemu dnegan anda, kami kesini ingin bertemu dengan suami anda, namun sepertinya dia sedang sibuk mengurus perusahaan kalian yang sedang menunggu informasi" kata Vin dengan bibir yang ia tarik sengaja mengejek wanita paruh baya didepannya ini, seketika ittu juga nyali Haura menciut dan sudah berfikir aneh-aneh
pasalnya ia tau pasti, bagaimana kekausaan Al didunia bisnis, bagaimana keluarga Chevalier menguasai bbisnis secara mendunia, dan jika dibandingkan dengan perusahaan milik suaminya akan kalah sangat jauhh
__ADS_1
"kapan suami anda pulang?" tanya Al ,mulai buka suara lagi dan langusng masuk ke inti tujuan mereka, tidak ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan orang yang tidak berarti untuknya
"saya tidak tau pasti, mungkin saja nanti sore atau sekitaar jam tujuh malam sudah sampai disini" ucap Hauura, bnamun sekarang nada sombongnya tadi sudah hilang dan diganti dengan nada ketakutan dan cemas
"beritahu sekarang kalau kami ada disini, dan ingat dalam waktu 30 menit dia sudah harus sampai disini" ucap Vin dan lagi-lagi pria inilah yang menciptakan suasana tegang, dalam hari Vin sangat banyak makian yang perlu diungkpakan, namun bukan sekarang karna ia merasa belum waktunya
"baiklah, saya akan telfon dia dulu, kalian bisa masuk kedalam untuk menunggunya" ucap Haura dan diangguki oleh Al, ketiga pria itu masuk dengan gaya maskulin mereka
dengan cepat Haura menefon suaminya agar cepat pulang, kekawatiran dalam hatinya akan perusahaan mereka kian melanda, wanita itu takut jika nanti perusahaan mereka kembali bangkrut dan tidak bisa bangkit lagi
dtempat lain, tepatnya diperusahaan Frank, pria itu pusing karna tiba-tiba semua yang menjadi penenam modal diperusahaannya menarik investasi mereka tanpa sebab, mengakibatkan penuruan drastis modal perusahaan dan kerjasama merekaa yang banyak dibatalkan, ketika Frank mendengar bahwa Aland datang kerumahnya, dengan sennag pria itu segera membereskan tasnya untuk pulang, berharap Aland mau membantunya
nmun, belum sampai dirumahnya, Frank mendapat telfon dari Loki, dan pria itu berfikir tidak akan embantu Loki lagi dan lebih memilih menemui Aland secepatnya, namun setelah beberapa kali telfon berbunyi akhirnya Frank mengangkatnya
"hati-hati dengan langkahmu!" hanya satu ucapan itu saja yang keluar dari Loki dan telfon itu berakhir dengan sempurna, namun menyisakan ketakutan kembali dalam diri Frank
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian ya readers😘😘
__ADS_1