
"Aku mencintainya dengan tulus sebelum kau datang dalam kehidupannya, seharusnya aku yang menjadi bagian hidupnya, bukan kau. pria yang baru saja dia kenal lantas membuatmu menjadi `bagian hidupnya, siapa dirimu yang melakukan hal itu dengan mudah, padahal dulu aku aku yang berjuang sejak awal namun semua sia sia, kau yang seharusnya tau diri bajing**an
~Garvin Wijaya
*"BERANINYA KAU MENYENTUH STRIKU BRE*SEK!!!, KAU AKAN MATI DITANGANKU SEKARANG JUGA!!' ucap Al dan jangkauan tangan Garvin yang menyentuh Asya, melemparkan pria itu kesudut ruangan hingga terhempaskan sangat keras
datangnya Al membuat Garvin tidak tahu apa yang harus ia lakukan, darah segar terus keluar dari mulut dan hidungnya, padahal Al hanya menghempaskannya namun sudah membuat pria itu berusaha keras, sungguh-sungguh mewujudkan remuk rendam
"sayang, jangan menangis lagi, aku disini untukmu hemm" ucap Al ditengah dirinya memeluk istrinya yang gemetaran karna ketakuta, sungguh ini menjadi penyesalan Al setelah satu bulan yang lalu
"sayang, berhenti menangis, aku tidak tahan melihat airmata mu membuatku sesak"ucap Al menciumi wajah istrinya dan mengusap kepala bumil itu gara lebih rileks
"a..aku..aku ta..takut mass" ucap Asya dengan suara gemetar dengan tubuh yang masih bergetar hebat, sungguh ini adalah kejadian yang tidak akan dilupakan oleh bumil itu selama hidupnya
"iya sayang, aku tau tapi disini aku sudah ada kami dan aku tidak akan membiarkan bajinga*an gila itu menyentuhmu lebih dari ini" ucap Al melihat baju istrinya yang robek akibat Garvin menarik paksa
"a..aku.. aku disentuh dia mas, aku sudah kotor mas" ucap Asya dengan tangisan yang semakin keras, mengingat apa yang dilakukan oleh Garvin padanya, tatapan dan tangan pria itu yang kurang hajar menyentuh tubuh miliknya
"tidak sayang, kamu tidak kotor, kamu tetap menjadi istriku yang paling cantik, sudah jangan menangis lagi hem, nanti anak kita ikut menangis" ucap Al dan menatap istrinya dnegan tatapan menenangkan, dengan cepat Al mengangkat tubuh kecil itu dan melihat Garvin yang masih meringis dipojok ruangan
sementara Darrec dan Vin mengeksekusi Freya dan mengurus hal lain, Al mengatakan kalau dia bisa menyelamatkan istrinya dan menyuruh keduannya mengurus Frea, wanita itidak tau diri
__ADS_1
namun, setelah beberapa langkah Al berjalan, Garvin dengan cepat mengeluarkan pisau dengan kayu yang ada disamping tubuhnya, pria itu melemparkan kayu itu tepat kearah kaki Al membuat Al tersandung untung saja Al yang membawa Asya jatuh dengan istrinya diatas tubuhnya
"aahhkk"
suara desisan Asya membuat Al langsung menatap Garvin dnegan tatapan membunuh, tidak ada toleransi apapun, ia sudah membuat istrinya merasakan hal yang sakit beberapa kali, dan ini terakhir Al memakai akal sehatnya
"Chloe datang kesini dan bawa istriku, aku ingin menyelesaikan urusanku dengan pria ini" ucap Al setelah membantu istrinya kembali berdiri dan mendudukkan Asya diranjang kembali
Garvin sudah siap siaga disisa tenaga yang ia miliki, pria itu mengeluarkan pisaunya dan menodongkannya kearah Al, pria itu tampak kacau dnegan darah dibibir dan hidungnya
Al menyalakan aerphone miliknya dan memanggil Chloe untuk datang, ia takut istrinya lebih shok melihat mereka bertengkar, karna Al sudah tau kalau pria yang ada didepannya itu tidak mudah menyerah, pasti akan melawan lebih ganas lagi
"hah... bocah ingusan ingin melawanku, apa kau tidak malu!!?" tanya Al dengan senyuman menyeringai dan seolah mengejek Garvin yang tidak tau apa apa itu
"hahhaha,,, aku gila?, lalu apa sebutan untuk pria yang ingin merebut istri orang lain, apa namanya sampah busuk!!" ucap Al dengan senyuman yang amsih tergambar diwajah tampannya
"kau yang seharsunya berkaca, jika kau tidak membuat Asya bergantung padamu, mungkin saja Asya sekarang milkku, karna sejak awal aku mencintainya!!" ucap Garvin yang masih tidak mau mengalah, pria itu tetap bersikekeh untuk melawan setiap ucapan Al
"hah!!, pria bodoh ini, apa kau tidak tau bagaimana istriku melewati hari harinya?< kau tidak akan tau itu karna kau tidak dianggap, dan kau bilang tadi apa?, mungkin emncintaimu?, hah masih kemungkinan saja sudah bangga!!" ucap Al mencibir dan semakin mmebuat Garvin naik pitam, nafas pria itu naik turun disertai dadanya yang semakin sesak karna amarah
"diam kau!!, kau tidak tau tentang hubunganku dengan Asya, kau lebih baik diam!' ucap Garvin dan matanya beralih melihat Asya yang duduk diatas ranjang dengan airmata yang masih berlalu lalang dipipi gembulnya
__ADS_1
"Sya, kamu maukan menerimaku dan tinggalkan pria tua ini, dia tidak cocok untukmu Sya" ucap Gravin dan ingin mendekati Asya namun dnegan capat Al membuatnya menjauh lagi, dnegan satu kali tendangan maut Al tubuh Gravin melesat ke dinding kembali
"diam kau pria bajing*an, kau bilang aku tua, hahha tidak tau saja kalau kau lebih jelek dariku!' ucap Al dan meliihat Chloe datang, gadis itu langsung menghampiri sahabatnya dan memeluk Asya, menangis bersamaan karna melihat adegan didepan mata mereka
"sejak awal ku peringati kalian, jangan memancing namun seolah itu tidak menjadi perhitungan untuk kalian, dan ini menjadi hari terakhir untukmu melihat dunia bebas, dan sekarang cukup bermain mainnya!!" ucap Al dnegan tajam dan dingin, tangan Al terangkat memberikan kode kepada Chloe untuk mebawa istrinya, namun bumil itu enggan untuk pergi dari sana
"sayang, kamu tunggu dimobil bersama Chloe, aku akan menyelesaikam urusan kamu dengan jalur yang pantas dijalankan" ucap Al dan memaksa Chloe untuk membawa istrinya pergi, ia tidak ingin istrinya melihat Al mengeksekusi seseoarang
"mas, hati hati, jangan membahayakan dirimu" ucap Asya dengan tangisan pilu, kedua wanita itu akhirnya keluar, menyisakan Al dan Garvin disana, Al akan menyelesaikan semua dengan baik
"bangun!!' ucap Al menarik tubuh Garvin saat istrinya sudah pergi, pria itu mengangkat tubuh Garvin dan menyuruhnya untuk berdiri
"kau biada**ap!!" ucap Al dan memberikan sentuhan awal ke pipi Garvin, namun pria iyu asih bisa menghindar dan menjauh dari posisinya
"kau yang breng*sek, sudah merebut Asya darki!!" cap Garvin dengan tanganya juga ikut melayang, memberikan respon dari pukulan Al, keduanya akhirnyaa saling adu tenaga dan kekuatan, tidak ada yang mau mengalah, sampai akhrinya Garvin menggunakan senjata yang dari tadi ia pegang
"kau harus mati ditanganku!!" teriak Garvin dengan berlari kearah Al dan membawa pisau ditangannya, pria itu melayangkan dengan cepat dan lihai, tanpa Al sadari ternyata pisau itu sudah mengenai tubuhnya
SRETTT....
next
__ADS_1
maaf ya othor buat gantung wkwkwk, besok pagi kita lanjut lagi 😍😍
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😘😘