
..._____...
Candra menggenggam tangan Della kecil, membawa nya masuk ke sebuah rumah yang cukup besar dan mewah. Ya, itu adalah kediaman Surya dan Hani, orang tua dari Tina yang tinggal di Singapura.
Mereka adalah kakek dan nenek Candra. Sudah lama dia tak mengunjungi kakek dan nenek nya sendiri, dia terlalu sibuk dengan kuliah serta bekerja sampingan, dan jika ada waktu luang, dia akan sempatkan untuk memberi waktu nya pada Della.
Candra menghentikan langkah nya, terdiam sejenak di depan pintu utama seraya memejam kan mata. Entah apa yang akan terjadi nanti, pikiran nya bahkan sudah sangat takut.
Tidak !
Dia harus tetap melakukan nya. Mengajak Della putri kecil nya untuk bertemu keluarga nya. Selama ini, Candra selalu menyembunyikan keberadaan Della. Dia hanya mempercayakan Della untuk di urus oleh seorang wanita sebagai pengasuh nya sejak bayi.
"Papa, ini rumah siapa ?" Suara kecil itu bertanya, mendongak menatap papa nya.
Candra tersentak, dia terlalu sibuk dengan pikiran dan rasa takut nya. Dia pun membuka mata dan menatap bocah kecil yang bertanya sambil menggoyangkan lengan nya.
"Em, ini... Kita masuk aja dulu yuk.." Ujar nya.
Candra pun mendorong pintu yang terbentang lebar. Setelah terbuka, langkah kaki nya pun membawa diri nya dan juga Della masuk ke dalam rumah yang terlihat lebih luas di dalam nya.
Mereka terus melangkah, hingga langkah nya terhenti di ruang tengah dengan televisi yang sedang menyala. Ada seorang wanita tua yang mengendalikan remote tv yang tengah duduk di sebuah sofa.
Pandangan wanita tua itu teralihkan dari layar televisi saat dia menyadari kedatangan seseorang. Dia menatap nya cukup lama dan menajam kan pandangan nya guna memperjelas siapakah yang sedang dia lihat itu.
"Nenek !" Ucap Candra yang lebih dulu menyapa nya. Dia pun berjalan mendekat dan meraih tangan kanan nenek nya lalu mencium nya.
"Candra ?"
"Iya nek, ini Candra"
"Ya ampun sayang..." Seru Hani, dia menarik tubuh Candra dan memeluk nya.
"Kamu kemana aja, gak pernah nengok nenek !" Gumam nya di balik punggung Candra.
"Maaf nek, Candra terlalu sibuk kuliah sama kerja, jadi gak sempet nengok nenek !"
__ADS_1
"Gak apa-apa nak, yang penting kamu sehat" Seru nya saat pelukan mereka meregang.
"Nenek gimana kabar nya, sehat ?"
"Nenek sehat nak" Jawab Hani.
"Kakek mana ?"
"Candra..." Seru seorang laki-laki tua menyela pembicaraan mereka.
"Kek" Sapa Candra, lalu memeluk tubuh rentan Surya.
"Lama banget kamu gak kesini" Gumam Surya sambil menepuk-nepuk pundak Candra
"Maaf kek.."
"Eh, siapa anak kecil ini..?" Tanya Surya saat pandangan nya menangkap sosok gadis kecil yang berdiri di belakang Candra.
Gadis kecil itu tersenyum saat semua orang menatap ke arah nya.
Candra mundur beberapa langkah mendekati Della. Berjongkok dan menghadap gadis kecil itu. Menggenggam tangan kecil nya yang terasa begitu dingin. Entah apa yang sedang di rasa oleh Della saat ini.
"Dia.. Putri ku kek " Ujar Candra dengan tenang dan percaya diri nya.
Namun seketika suasana menjadi hening. Sunyi seperti di sebuah ruang kosong tak berpenghuni.
Diam. Namun mata nya menyorot tajam pada seorang laki-laki yang dengan santai dan percaya diri nya mengatakan bahwa gadis kecil yang dia pertanyakan adalah putri nya.
Tidak kah salah pendengaran nya barusan ?
"A-apa..?" Entah dia tak mendengar nya, atau sedang meminta sebuah kata yang bisa menjelaskan nya.
Candra Perlahan mengangguk. Membenarkan apa yang dia katakan barusan.
"Anak ini, putri ku" Tutur nya lagi memperjelas.
__ADS_1
Tatapan Surya semakin menyorot tajam. Bukan pada Candra, melainkan pada seorang gadis kecil yang saat ini terlihat berubah raut wajah nya. Seulas senyum yang juga dengan perlahan menghilang dari bibir kecil nya. Tepat nya, dia lebih merasa takut sekarang ini.
...___...
Di dalam mobil.
Candra menatap Della yang hanya diam sejak keluar dari rumah kakek dan nenek nya tadi. Candra cukup tau, apa yang di rasa oleh gadis kecil itu.
"Sayang.."
Della menoleh, tersentak dengan panggilan sang papa.
"Ya.." Jawab nya.
"Maaf kan papa ya, semua salah papa"
Dengan cepat Della menggeleng.
"Papa gak berguna, papa bukan papa yang baik untuk Della"
"Pa, kenapa bilang begitu" Sanggah Della.
Candra terdiam, menatap keluar jendela mobil demi menyembunyikan air mata yang siap akan tumpah. Dia merasa sangat bersalah pada Della. Di usia Della yang masih sekecil ini, dia sudah harus mendapatkan rasa kebencian dari keluarga nya. Ini baru kakek dan nenek nya, belum lagi ke dua orang tua nya nanti saat mereka tiba di indonesia. Entah perlakuan seperti apa lagi yang akan di terima oleh Della nanti.
Tidak mungkin untuk Candra mengatakan yang sebenarnya, mengatakan pada semua orang kalau Della bukan lah anak kandung nya. Candra tak bisa membayangkan betapa akan hancur nya hidup gadis kecil itu jika tau bahwa dia bukan anak kandung nya. Terlebih lagi, dia sudah tak lagi mempunyai seorang mama.
"Pa.." Suara kecil itu memanggil.
Candra tersentak, beralih dan kembali menatap Della. Dia menggenggam tangan putri nya itu.
"Apa pun yang terjadi, Della ga boleh sedih dan memasukkan omongan yang tidak-tidak ke dalam hati ya. Ingat, sampai kapan pun, papa akan selalu ada di samping Della"
Della mengernyit, entah apa yang di maksud oleh papa nya itu. Tapi.. apa pun itu dia akan tetap mematuhi apa yang di katakan oleh Candra.
"Siap pa.." Titah nya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Anak baik" Gumam Candra seraya mengusap lembut pucuk kepala Della.
..._____...