Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 57~S2


__ADS_3

...___...


Perlahan Genna juga ikut menggerakkan bibir nya di sana. Dia mengikuti instruksi yang di berikan Candra untuk mencium nya semakin dalam. Kali ini, gadis itu benar-benar sangat menikmati nya.


Dan kebuasan Candra semakin merajalela, dia menciumi istri nya itu dari atas hingga terus turun ke bawah. Hanya dalam waktu sekejap saja, Genna bahkan sudah kehilangan pakaian atas nya.


Candra bahkan semakin liar saat bermain di dada Genna. Dia benar-benar merasa candu pada dua gundukan sintal yang Genna punya. Harap-harap, kali ini tidak akan gagal untuk benar-benar merasakan hak nya atas tubuh Genna yang begitu dia nanti-nanti.


Dengan rasa tak sabar dia akan membuka celana yang masih di pakai Genna. Tapi seketika laki-laki itu terbelalak kala dia mendapati ada cairan berwarna merah pada sprei yang berwarna putih, dan itu tepat di bagian bawah Genna. Tidak, dia bahkan belum benar-benar melakukan nya, tapi kenapa ada noda darah pada istri nya itu.


"Gen, ke-kenapa ada darah..!!" Seru Candra terkejut melihat nya.


Genna pun ikut membelalakkan mata nya, dengan cepat dia bangkit mendudukkan diri nya untuk melihat benarkah ada darah seperti yang di katakan oleh Candra.


Dan benar, itu noda darah yang berasal dari tubuh nya. Mungkin kah dia...


"Om, i-ini.. kayak nya aku.. datang bulan deh.." Lirih Genna malu-malu. Bagaimana tidak, sungguh memalukan sekali di saat seperti ini dia malah kedatangan tamu bulanan nya. Pikir gadis itu.


"Huuuhhh....!!!" Candra membuang nafas nya dalam. Dia menepuk dahi nya sediri karena benar-benar merasa frustasi.


Astaga... kenapa ada-ada saja halangan nya di saat dia ingin menyentuh istri nya itu sih..


Candra menghempaskan tubuh nya terbaring di atas ranjang, dia memejamkan mata nya karena langsung saja tiba-tiba kepala nya terasa sangat sakit dan pusing.


"O-om..." lirih Genna memanggil nya. Dia benar-benar merasa tak enak hati pada suami nya itu. Karena selalu ada saja halangan nya di saat dia ingin melakukan hak nya.


Candra tak menjawab nya, laki-laki itu masih dalam keterpejaman mata nya dan entah lah, bagaimana perasaan nya saat ini.

__ADS_1


'Sial... sial... !!!' Umpat nya dalam hati. Sudah lah begitu bereaksi dan sedang dalam keadaan tegang-tegang nya meronta untuk segera di lepaskan, tapi lagi-lagi gagal dan tidak jadi tersalurkan, ini sungguh membuat nya benar-benar merasa sakit kepala.


(Eh om, sakit kepala atas apa bawah om..??) 😂😂😂🤭🤭🤭wkwkwk


Untuk yang ke dua kali, Candra membuang nafas nya dengan kasar, ingin marah, tapi harus pada siapa dia marah. Tentu saja ini bukan salah istri nya. Salah kan saja pada tamu bulanan Genna yang datang di waktu nya yang tidak sangat tepat. Menjengkelkan sekali..


"Om, maaf.." Lirih Genna yang merasa bersalah pada sang suami.


Candra membangkitkan tubuh nya, duduk dan menatap Genna dengan raut wajah dengan rasa bersalah nya.


"Untuk apa kamu minta maaf Gen..?" Tanya Candra pada Genna.


"Em... untuk... so-soal ini..." Ucap nya lirih.


"Gak apa-apa, aku mau mandi dulu..!" Ujar Candra, kemudian dia bangun dari duduk nya dan melangkah menuju ke dalam kamar mandi.


...___...


Setelah sekian lama Candra berada di dalam kamar mandi, entah kah mandi atau apa yang laki-laki itu lakukan, lama sekali, begitu betah nya dia di dalam kamar mandi saat sudah tengah malam seperti ini.


Genna masih terjaga, dia masih duduk di atas ranjang tengah menanti Candra keluar dari dalam kamar mandi sejak tadi.


"Kok belum tidur ?" Tanya Candra yang melihat Genna masih terjaga.


"Om, aku gak bisa tidur kalau seperti ini.." Keluh Genna pada suami nya.


Candra melihat Genna, melihat ke adaan tempat tidur yang begitu berantakan dan juga noda darah Genna yang masih belum di bersihkan.

__ADS_1


"Aku kan gak punya baju ganti lagi, dan lagi... aku.. butuh pembalut om.." Ucap nya lirih.


"Pembalut ?"


"I-iya.."


Candra sedikit kebingungan dengan apa yang di maksud oleh Genna


"Om, tolong belikan ya.." Ucap Genna seraya tersenyum memohon pada nya. "Aku gak nyaman seperti ini om" Imbuh Genna.


"Ya udah iya, aku keluar beliin.." Ucap Candra, lalu laki-laki itu meraih kemeja yang tadi buang nya dan memakai nya kembali. Setelah selesai, dia akan pergi keluar mencari supermarket yang akan kah masih ada yang buka di tengah malam seperti ini.


Sedikit lama Candra pergi keluar, beruntung nya masih ada supermarket yang buka 24 jam. Tanpa rasa malu dia benar-benar mencari dan membelikan pembalut yang saat ini tengah di butuhkan oleh Genna istri nya.


Sesaat setelah dia melakukan pembayaran, tanpa sengaja dia menubruk tubuh seseorang yang seperti nya setengah sadar karena mungkin laki-laki itu sedang dalam keadaan mabuk.


"Lo jalan lihat-lihat dong !!" Sentak laki-laki bertubuh tegap tinggi dengan wajah yang berahang tegas serta banyak di tumbuhi bulu bulu di sana.


"Maaf bang.." Ucap Candra seraya mengambil dompet nya yang terjatuh ke lantai. Dia berucap tanpa melihat wajah laki-laki itu.


"Jalan ga liat-liat..!!" Gumam laki-laki itu yang masih merasa marah pada Candra.


Candra seketika membulatkan mata nya, melihat seorang laki-laki yang tak sengaja di tabrak nya itu. Ya, laki-laki itu tak lagi asing untuk nya. Dia sangat lah mengenali nya.


"Lo...!!"


...___...

__ADS_1


__ADS_2