Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 82~S2


__ADS_3

...___...


Andrian menoleh ragu, menatap ke arah sumber suara yang memanggil nya dengan lirih.


Laki-laki brewok itu masih terdiam, namun bibir nya bergetar seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tak mampu untuk mengucapkan.


"Papa.." Lirih Della lagi. Yang membuat Andrian semakin gemetar. Mata nya berkaca-kaca, tenggorokan nya sampai terasa sakit karena menahan tangis.


Andrian sungguh tak percaya, tidak salah kan dia mendengar kata panggilan itu. Atau kah dia sedang bermimpi ?


Ya, beberapa hari menunggui nya di rumah sakit, bahkan Andrian sampai tak ingin pulang sekali pun, dia tak mau meninggalkan Della sedetik pun , dia menyuruh anak buah nya untuk mengambil pakaian di rumah dan mengantarkan nya ke rumah sakit. Andrian hanya ingin bersiaga dalam menjaga Della.


Della memang bersikap dingin pada nya berapa hari, lebih menunjukkan sikap hangat nya pada Candra saat laki-laki itu datang. Dan Della pun mengabaikan nya, membuat Andrian murung dan tak lagi percaya diri.


Andrian memang sadar betapa tidak pantas nya dia menjadi seorang ayah, tapi tekad kuat nya tak membuat nya menyerah untuk terus menunjukkan pada Della jika dia ingin berubah, ingin menebus dosa nya di masa lalu, dan dia sangat ingin menjadi ayah yang baik untuk Della mulai saat ini. Meski mungkin sulit untuk Della bisa menerima nya, tapi itu tidak membuat Andrian putus semangat untuk mencuri hati putri nya itu.


Seperti yang dikatakan Candra beberapa waktu kemarin, jangan menyerah jika dia memang benar-benar ingin berubah, terus tunjukkan rasa kepedulian nya pada Della putri nya, tunjukkan jika memang dia menyayangi nya. Candra bersedia akan membiarkan Andrian dan Della bersama jika Andrian bersungguh-sungguh.


Dan ya..


Seperti yang laki-laki itu katakan, usaha dan semangat nya pasti akan membuah kan hasil, seperti sekarang, Della sudah mau membuka suara pada nya dan memanggil nya dengan sebutan papa. Sangat menghangat kan di telinga nya..


"Pa, Della mau minum.." Ucap gadis itu. Meski sebenarnya dia bisa mengambil gelas air putih di meja dekat ranjang nya.


Andrian sungguh tak kuasa, air mata nya tumpah begitu saja. Mungkin lebih terharu melihat semua ke ajaiban ini menurut nya.


Buru-buru dia mengusap aliran air mata nya. "Della sayang, Della mau minum nak ?"


Dengan cepat Della menganggukkan kepala nya.


Dengan senang hati Andrian mengambil kan gelas yang berisi air putih di meja nakas, dan memberikan nya kepada Della.


"Ini sayang.." Ujar nya sambil memberikan gelas itu pada Della.

__ADS_1


Della menerima nya, lalu menenggak air putih itu hingga tersisa setengah saja.


"Terimakasih pa.." Ucap nya sambil tersenyum.


Tuhan..


Ini sungguh sebuah anugrah terindah yang pernah Andrian rasakan. Mengingat sikap buruk nya selama ini, dia sungguh tidak menyangka masih di beri satu kebahagiaan dalam hidup nya. Yaitu Della... putri kandung nya yang saat ini bisa dia dekap dengan sebuah pelukan.


...___...


NOTE


Kalian pasti sebel dan jengkel sama karakter Andrian kan ?


yesss sama aku juga gaes 😁


Tapi dari sini kita bisa ambil sisi baik nya ya, bahwa tidak semua orang jahat dan bajingan itu selama nya akan menjadi jahat. Ada masa nya orang jahat itu akan menjadi orang yang lebih mulia dari pada orang yang terlihat baik tapi munafik. Di mana orang jahat itu mau berubah untuk menjadikan diri nya sendiri menjadi yang lebih baik.


Tidak ada kata terlambat untuk berubah, selama nafas masih berhembus, gunakan waktu yang singkat ini untuk kita berintrospeksi diri, merenungi hidup apakah kita sudah menjadi orang baik, di antara orang-orang yang baik ?


Maaf gak ada niatan sok baik atau sok bijak ya gaes 😁


aku juga disini masih dalam proses perubahan untuk menjadi baik 💚 hehe


.


.


.


...___...


"Huek...huek..." perempuan itu terkulai lemas dengan tubuh yang terasa tidak bertenaga. Mual setiap saat benar-benar membuat nya menderita. Pusing, dengan tubuh yang terus menerus seperti orang yang mabuk perjalanan.

__ADS_1


"Sayang..." Candra tak kuasa melihat penderitaan sang istri, dia juga jadi tak tenang meninggalkan nya bekerja.


"Kita ke rumah sakit aja ya.." Candra sungguh khawatir


"Enggak mau..." Ujar nya yang benar-benar menolak jika harus ke rumah sakit.


"Tapi sayang, kamu muntah-muntah terus seperti ini, gak mau makan, gak mau minum susu, kamu pucat banget.." Khawatir nya laki-laki itu.


"Gak mau mas, aku gak mau ke rumah sakit, aku cuma pengen di rumah aja sama kamu" Ujar nya lirih, bahkan perempuan itu sampai menangis.


Candra semakin tak tega, istri nya itu hamil tapi sangat menderita. Tidak mau makan, minum susu, sehingga membuat nya lemas tanpa ada nya asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh nya.


"Ya udah iya, aku disini kok gak kemana-mana, udah ya.. jangan nangis lagi sayang" Candra mengusap air mata sang istri. Perempuan itu benar-benar tidak mau dia meninggalkan nya sedetik pun. Entah lah.. ini bawaan bayi atau bawaan istri nya yang sedang hamil.


...___...


Candra segera masuk ke dalam ruang kerja nya. Karena Genna yang sama sekali tidak mau pisah dari nya membuat nya sedikit kesulitan untuk bekerja. Dan sekarang perempuan itu sedang tidur, jadi dia bisa menyempatkan waktu untuk bekerja.


Seketika dia teringat akan Della. Bagaimana keadaan gadis itu. Sudah hampir dua Minggu dia berada di rumah sakit, dan seharus nya beberapa hari lagi sudah di perbolehkan untuk pulang.


...___...


Genna menggeliat, mencoba membuka mata nya karena rasa lapar di perut nya. Tapi seketika Genna menjadi muram, mengingat rasa mual yang membuat nya tak bisa makan sedikit pun.


"Mas..." Dia mencari sosok sang suami, entah lah, rasa nya hanya selalu ingin di samping laki-laki itu.


"Hueeekkk..." Genna kembali merasakan mual. Dengan cepat dia bangkit dan ber-lari menuju kamar mandi. Dengan susah payah dia memuntahkan isi perut nya, tapi hanya ada air berwarna kekuningan dengan rasa yang sangat pahit.


Setelah sedikit reda, Genna menuju kloset untuk buang air kecil. Ketika dia akan membilas nya, dia sedikit terkejut karena ada noda merah, seperti darah, tapi dia sedang tidak datang bulan di tambah lagi dia sedang hamil. Genna ingin memastikan nya lagi jika itu memang darah, dan benar, itu memang darah.


Tapi kenapa..?? Dia juga tidak merasakan apa pun di perut atas kehamilan nya ini. Lalu ? ini darah apa ? pikir perempuan itu.


Genna keluar dari dalam kamar mandi dengan pikiran yang masih bingung, sedikit was-was karena darah tadi. Dia pun keluar dari kamar nya, berniat turun menuju dapur untuk mencari makanan yang mungkin bisa di terima oleh perut nya.

__ADS_1


...___...


__ADS_2