
...___...
Seperti biasa, malam ini Gleen akan pergi ke club' malam bersama dengan teman nya, Fatih. Gleen sudah berjanji pada laki-laki itu jika dia akan mentraktir nya karena Fatih sudah membantu nya meng-handle pekerjaan nya seharian ini.
Laki-laki itu sudah bersiap, sudah wangi dan terlihat manis. Gleen memang tidak terlalu tampan, tapi wajah nya terlihat manis dan membuat siapa pun betah saat memandang nya.
Dia keluar apartemen nya, buru-buru melangkah karena Fatih pasti sudah menunggu nya.
"Gleen ! kamu mau kemana ?"
Namun ucapan seseorang telah menghentikan langkah kaki nya.
Della juga keluar dari dalam apartemen nya untuk meminta pertolongan pada Gleen, karena lampu kamar mandi nya mati.
"Mau keluar" Ujar laki-laki itu menjawab.
"Kemana ?" Tanya Della.
Gleen menatap Della malas. "Cari angin di luar"
"Gleen, em.. aku mau minta tolong sebenernya, kalau lamp-"
"Besok aja ya, aku buru-buru soal nya" Sanggah Gleen menyela ucapan Della.
"Ta-tapi..-"
"Kamu masuk, udah malem" Tutur Gleen. Lalu kembali melangkah kan kaki nya.
...___...
Gleen melangkah kan kaki nya dengan cepat masuk ke dalam club' malam. Mengedarkan pandangan nya mencari sosok teman yang mungkin sudah lama menunggu nya.
Tak perlu waktu lama, ia menemukan sosok yang dia cari berada di antara dua orang yang dia sadari ternyata adalah teman-teman nya yang juga berkumpul di sana.
"Wuidih... party kaga nungguin gue !" Seru Gleen yang langsung ikut bergabung bersama mereka.
"Woiii Gleen... apa kabar lu ?" Sahut seorang teman lama Gleen bertanya yang bernama Fadil.
"Elah Dil, si cecunguk lu tanyain kabar ! seharian gak ketemu juga kagak bakalan mati dia mah !" Sahut seseorang bernama Tomi.
"Seharian tanpa si kupret, sumpah... hidup gue berasa bebas..." Ujar Fatih merasa kesenangan yang tanpa ada nya si Gleen seharian ini.
__ADS_1
"Dasar kampret ! gue potong gajih lu besok njil !" Sungut Gleen merasa jengkel pada Fatih. Tak ada sopan sopan nya dia terhadap bos.
Fatih tertawa mendengar nya. Bahkan terbahak-bahak bak dunia ini hanya dia yang memiliki nya.
"Gak usah sok ngancem-ngancem gue lagi lo, bos yang nyaris bakal turun jabatan jadi OB-"
"Bangsat !!" Gleen dengan cepat pindah posisi duduk di dekat Fatih dan seketika membungkam mulut nya.
"Bisa gak, gak usah ember bacot lo !" Sungut nya sambil menekan kan tangan nya.
"Eeemm...eemm..." Fatih meronta, melepaskan paksa tangan Gleen dari mulut nya.
"Sialan ! tangan lo bau amat njir !" Sungut Fatih sembari mengusap-ngusap hidung nya.
"Denger denger, lo balik gak sendirian ?"
"Ya sama calon binik lah Dil.." Lagi-lagi, Fatih menyahuti dan itu sungguh menambahkan kekesalan Gleen.
"Monyet ! bisa diem kaga sih mulut lo !" Tuding Gleen yang benar-benar merasa murka pada Fatih. Laki-laki itu sungguh berisik sekali, membuka aib masalah nya yang sudah dia ceritakan kemarin malam pada nya.
"Ups !!" Reflek, Fatih menutup mulut nya dengan tangan.
"Pfffttt.. bakalan punya buntut ni lakik !" Ujar Tomi ikut meledek.
"Wohooo... beneran binik lu Gleen ??"
"Aseeekkk,, salah satu dari kita udah ada yang kaga jomblo lagi nih.. si laki-laki polos ini bakalan ngerasain hawa panas nya ranjang njill..!!' Seru Tomi menimpali.
"Memang nya lo jomblo selama ini ? nyelup sana sini juga masih bilang jomblo !"
"Au ah ! bacot lu pada !" Gleen merasa kesal, kuping nya terasa panas mendengar ledekan-ledekan teman-teman nya itu.
Dan alunan musik semakin menggema, semakin menarik semua orang untuk ikut bergoyang bersama sang ratu DJ di sana.
Semakin malam, justru semakin membuat orang-orang di mabuk kepayang. Tak ada lelaki yang tanpa seorang wanita di samping mereka. Terkecuali, Gleen.
Ya, Gleen. Meski kaki nya keseringan keluar masuk Club' malam. Bermabuk-mabukan di dalam nya tetapi laki-laki itu tak sekalipun mau di temani para wanita-wanita meski wanita cantik di sana sering menggoda nya.
Tak satu pun wanita yang cantik dan seksi mampu menarik perhatian nya. Dia lebih terkesan dingin dan datar saat ada wanita yang datang menghampiri untuk menggoda nya.
Saat ini, Gleen tengah duduk sendiri. Menikmati botolan-botolan wine di atas meja yang menemani. Meski ada teman-teman nya, tapi mereka hanya sibuk bermesraan bersama wanita dan mengabaikan nya.
__ADS_1
Astaga, diri nya sudah seperti seorang jomblo yang abadi di dunia ini, melihat semua teman-teman dan orang-orang yang ada di dalam club' itu saling berpasang-pasangan.
Bukan tidak ingin berpacaran, atau hanya sekedar di temani wanita saat dia berada di dalam club' malam. Apa lagi mempermainkan wanita seperti teman-teman nya.
Justru hal yang mudah bagi dia mendapatkan wanita cantik di sana, jangan kan satu, semua wanita penghibur di dalam sana pun bisa dengan mudah untuk dia dapatkan.
Tetapi tidak. Meski keburukan sikap dan kebiasaan nya sekarang ini tak merubah sisi baik dalam diri seseorang Gleen Malik.
Dia masih begitu jelas mengingat kata-kata orang tua nya. Ajaran nya. Terlebih kata-kata sang mommy ke pada nya tentang bagaimana dia harus memperlakukan seorang wanita. Dia punya ibu, punya adik, dan kelak pasti mempunyai anak. Tak sepantas nya, untuk laki-laki mempermainkan wanita apa lagi sampai menyakiti nya.
"Permisi, minuman nya.."
Dan suara seorang pelayan yang mengantarkan pesanan Fatih pun berhasil membuyar kan lamunan nya. Gadis itu, terasa tak familiar lagi untuk nya.
.
.
.
"Astaga...!!
"Ma-maaf mbak, mas. Ma-maaf..!"
"Bisa kerja gak sih Lo !!" Sentak Tomi kepada Hilma yang tidak sengaja menyenggol segelas wine di atas meja dan mengenai nya yang sedang bercumbu bersama wanita yang tak jauh dari tempat Fatih.
"Maaf mas, maaf.."
"Liat celana gue, basah !" Sentak Tomi marah. Karena itu, aktifitas nya menjadi terganggu.
"Maaf mas.." Lirih Hilma gemetar. Dia takut karena kesalahan nya yang tidak dia sengaja.
"Maaf maaf ! gak bisa kerja gak usah kerja ! jadi pelayan doang gak becus !" Di antara yang lain, Tomi lah yang paling bermulut pedas. Jika seseorang telah mengganggu kesenangan nya, maka dia akan mengumpat nya habis-habisan.
"Ganggu aja bangsat emang !" Dengan kasar, Tomi mengusap celana bagian lutut nya yang basah. Menatap sinis pada Hilma seolah dia seperti akan membunuh nya.
"Pelayan kaya lo ngapa masih di pake sih ! gak guna !"
"Tom, dia gak sengaja men.." Gleen mencoba meredam kan amarah teman nya itu.
"Gak sengaja gimna ?" Sungut Tomi yang tidak terima pembelaan dari Gleen.
__ADS_1
Sementara Hilma, dia bahkan sudah menangis karena rasa takut nya.
...___...