
Cukup sampai disini,aku menyerah dengan semua apa yang aku harapkan, maaf jika pernah membuatmu tidak nyaman bersama denganku, tapi akan kupastikan, untuk kedepannya tidak ada kata canggung diantara kita, aku anggap semua yang pernah terjadi tidak pernah terjadi diantara kita, cukup aku mencintaimu, aku sadar bagaimanapun aku mengejarmu, kalau bukan aku yang kamu mau tetap saja hatimu menolak
~Darrec Chevalier
Darrec berjalan memasuki Villa dnegan hati yang lesu, seperti pada umumnya orang yang patah hati, begitulah situasi Dar sekarang ini,.
jam sudah menunjukkan pukul 7 malam waktu Maldevis, dan sudah seharusnya mereka makan malam bersama, Al dan istrinya sudah berada dimeja makan diikuti oleh Mic yang menungu yang lainnya
"apa Dar sudah pulang Ma?" tanya Asya sedari tadi tidak melihat adik iparnya berada disana, mereka berfikir kalau Dar pergi keluar untuk menikmati liburannya di Maladewa
"sepertinya sudah sayang, tadi aku seempat melihatnya masuk kedalam kamarnya" ucap Al dnegan terenyum dan melanjutkan mengelus perut istrinya, tidak terasa sudah hampir enam bulan kandungan Asya, tinggal menunggu tiga bulan lagi mereka bertemu dengan baby
"apa dia ada masalah?" tanya Al kepada Mic yang asik dnegan ponselnya, seperti biasnya, pria itu lebih mmeilih bermain dnegan internet daripada melihat kemesraan pasutri yang bisa membuatnya iri
"aku tidak tau pasti Al, hanya saja selama perjalanan dia seperti menyimpan sesuatu. coba kau tanyakan saja padanya, aku tidak berani mengusiknya" jawab Mic seadanya, memang walaupun Dar diluar sepert orang yang ceria mudah bergaul namun jika menyangkut masalah pribadi dia cenderung menyimpan sendiri dan enggan untuk berbagi cerita
"hemm, aku akan mencoba bertanya. anak itu sudah mulai menyimpan rahasia, jangan jangan dia bertengkar dnegan bibi dan paman lagi" ucap Al mengingat dua orangtua yang sudah lama tidak mereka ktahui kabarnya, Al juga jarang menghubungi paman dan bibinya
kamiohh iya mas, bagaimana kalau nanti lahiran bibi dan paman kesini, biar aku ada temen, aku juga merindukan bibi. sudah lama tidak bertemu dengan mereka, bertemu pun dulu hanya sebentar" ucap Asya memberikan ide agar orangtua Dar ke Indonesia ketika ia melahirkan nanti
"akan aku katakan sayang, kalau tidak nanti kita hubungi mereka" ucap Al menuruti permintaan istrinya, ia jugamerasa rindu dengan paman dan bibinya yang cerewet
__ADS_1
lama mereka menunggu yang lainnya, akhirnya Vin dan Chloe turun juga, diikuti oleh Dar yang berjalan lesu dibelakang, mendnegar smeua perkataan Vin dan Chloe diatas membuat hatinya semakin sakit
sebelum mereka bertiga turun kebawah, Dar ingin keluar dari kamarnya yang tepat sekali bersebelahan dnegan kamar Vin, namun langkahnya tiba tiba berhenti kala mendnegar suara yang sangat familiar untuknya
Dar akhirnya menghentikan langkahnya dibelakang pintu kamarnya dan menguping pembicaraan Vin dan Chloe, ia tidak menyangka kalau Vin akan secepat itu mendekati Chloe dan menjalin hubungan
"kak Vin, jangan terlalu seperti itu, malu dnegan yang lain" ucap Chloe saat Vin memeluk pinggangnya karna mereka akan turun kebawah untuk makan malam
"tidak apa apa beby, toh juga mereka semua sudah tau kan?, untuk apa menyembunyikannya lagi, tidak ada yang harus ditakutkan bukan?' tanya Vin dan mencium bibir Chloe
Dar yang melihat itu menahan sesak dihatinya, sungguh baru kali ini Dar merasakan hal yang luar biasa tentang masalah hati, biasnya dia tidak pernah seperti ini sekalipun pada antan kekasihnya dulu
"tapi jangan seperti ini juga kak, aku masih malu didepan mereka" ucap Chloe dengan raut wajah yang mengerucut, membuat Vin gemas dan kembali menciumnya
sungguh, jika Dar bisa memilih, lebih baik ia jatuh cinta pada orang yang ceria dan mudah mencaikan suasana saja, tidak seperti Chloe yang bisa membuat suasana menjadi tajam dan mencekam, bukan karna apa dengan sifat yang susah didekati itu, akan banyak pria yang mengejarnya, termasuk dirinya sendiri
"baiklah, mulai hari ini aku anggap Chloe adalah adikku, atau mungkin sama dengan Asya menjadi kakak iparku, tidak ada yang namanya jatuh cinta lagi setelah ini" ucap Dar dalam hatinya dan mencba untuk tetap tenang dan seolah tidak terjadi apa apa dengan dirinya
"kalian terlalu lama turun, aku hampir saja kelaparan" ucap Al dan matanya beralih ke Dar yang seolah patung bernafas disana
"Dar, kau dari mana saja, seharian hilang dan baru kembali sore sekali" ucap Al dan mempersilahkan semuanya duduk
__ADS_1
"tidak kemana, tadi aku tertarik dengan beberapa teman disana, jadi aku memlih untuk menghabiskan waktu bersama dengan mereka, kebetulan satu tempat asal, jadi kami saling bertukar ceritta" ucap Dar berbohong dan ia mengabaikan semuanya, bersikap normal seperti biasanya
"hemm baiklah" jawab Al seadanya, mereka menikmati makan malam tanpa sepatah kata, sibuk dengan makanan masing masing, namun sesekali mata Dar menatap Chloe yang melayani Vin, sungguh ini terlalu sakit untuk seorang Darrec
"aku selesai, aku kekamar duluan" ucap Dar ketika makanannya habis, ia tidak mau berlama lama disana yang akan menambah sakit mata dan hatinya melihat kedua orang yang berada didepannya
"kenapa buru buru Dar, tunggulah sebentar lagi" ucap Vin yang melihat Dar bersikap aneh semenjak siang tadi, Vin paham akan hal itu dan dia juga merasa bersalah sudah mengkhianati sahabatnya sendiri
namun yang namanya perasaan siapa yang tau?, bukankah Chloe juga mencintai dirinya dan ia sendiri tidak ingin kehilangan gadis yang dari dulu sudah memikatnya, hanya saja Vin terllau bodoh untuk tidak mengakuinya
"tidak Vin, aku terlalu kelelahan seharian ini, mungkin besok pagi kita habiskan waktu lagi" ucap Dar melangkahkan kakinya untuk naik keatas tanpa menoleh kebelakang lagi
"ada apa dengan anak itu, tidak biasanya dia seperti itu" ucap Al dan minta ijin kepada istrinya untuk menyusul Dar, ia tau ada sesuatu yang disembunyikan oleh Dar, namun dia tidak mau bercerita
"sayang, nanti langsung kekamar bersama Chloe ya, istirahat disana, aku mungkin akan lama" ucap Al dan emncium kening istrinya, Asya tersenyum dan mengangguk ia juga kasihan melihat Dar yang murung meskipun ia sendiri tidak tau masalah adik iparnya
Chloe yang sudah tau, namun tetap diam dan tidk ingin melakukan apa apa, ia merasa bersalah namun juga tidak bisa menlah, hatinya sudah tertambat dnegan Vin dan itu sudah lama, Chloe hanya menganggap Dar sebagai teman dan mungkin kakak laki lakinya, sungguh susah dipahami
"Chloe, aku menyusul mereka dulu, kamu dan adikku kekamar dulu nanti" ucap Vin yang juga tidak enakan dengan Dar dan berniat untuk minta maaf
dan Mic yang melihat itu semua hanya menaikkan bahu tidak pedulu, ia hanya tertarik dnegan codingan bukan tentang masalah perasaan apalagi tentang cinta
__ADS_1
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍