Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
EXTRA PART 19~S2


__ADS_3

...___...


"Loh, Genna !" Seru pak Adam saat dia melihat ternyata ada Genna cucu nya di sana.


Genna tersentak, kini kehadiran nya telah di sadari oleh opa nya.


"Ngapain disitu ? sini nak" Dan perkataan pak Adam pun membuat Genna terpaksa menghampiri mereka di sana.


"Halo Oma, opa.." Sapa Genna lirih.


Maria terkekeh, mengerutkan dahi nya kala menatap sang cucu perempuan nya yang bahkan terlihat seperti tak biasa nya, yang selalu bersikap periang dan bisa di kata bar-bar.


"Sayang.. kamu..?"


"Genna gak apa-apa kok Oma !" Sargah nya cepat seraya tersenyum kaku.


...___...


Pak Adam, Bu Maria, Candra dan juga Genna pun tengah sama-sama duduk di sebuah ruangan khusus untuk bersantai di luar rumah sembari menikmati pepohonan hijau dan bunga-bunga hasil tanaman Bu Maria.


Pak Adam dan Candra tengah asik mengobrol banyak tentang perusahaan Malik Group, yang salah satu nya juga tengah di kelola oleh Candra yang berada di luar negri.


"Can, kamu kan udah seusia ini, kamu gak ada niatan untuk menikah gitu ?" Ucap Bu Maria menyela di antara obrolan suami nya dan Candra.


Candra pun tersentak dan sedikit kaget. Sebelum menjawab ucapan Bu Maria, laki-laki itu menyesap kopi nya terlebih dahulu.


"Iya Can, masa iya sih kamu mau mengikuti jejak om Anan kamu itu ! jadi perjaka tua !" Sargah pak Adam menimpali.


Candra pun tersenyum yang seperti nya di paksakan. "Belum kepikiran untuk menikah aja Oma, opa..!" Jawab nya


"Ya ampun sayang.. sebenernya apa lagi sih yang kamu kejar, kerja udah mapan, kamu pun ganteng, ga ada kekurangan nya sama sekali loh, apa lagi yang membuat kamu itu belum kepikiran untuk berkeluarga !" Tegas Bu Maria.


"Masih ingin fokus bekerja aja Oma !" Titah Candra yang sedikit malas untuk menanggapi pembicaraan yang membahas tentang kapan dia akan menikah.


"Sayang, apa lagi sih yang kamu ambisi kan dari pekerjaan, pekerjaan kamu sudah sangat bagus, kamu juga pemimpin dari salah satu perusahaan Malik Group, jadi sudah waktu nya untuk kamu memikirkan soal pernikahan.." Ujar nya lagi.


"Iya Can, menikah juga salah satu dari ibadah, kalau kata opa sih.. jangan di tunda-tunda lagi, kalau sudah ada yang cocok, kenapa gak langsung aja menikah" Timpal pak Adam.


Candra pun menganggukkan kepala nya, meng-iya kan dan menerima nasihat dan masukan dari orang lain tentang kehidupan nya.


"Iya Oma, opa.." Jawab nya seraya tersenyum.


.


.

__ADS_1


.


'ya ampun, memang nya berapa sih umur nya si om mesum ini, seinget ku dulu waktu kecil dia seperti seumuran deh sama mommy, tapi..-'


"Gen..!"


Seketika Genna pun tersentak kaget kala dia bergumam dalam hati.


"Ya Oma "


"Kamu kok bisa sama Candra ?" Tanya Bu Maria yang sejak tadi ingin menanyakan nya. Pasal nya, cucu nya itu pun masih terlihat memakai baju tidur.


"Em.. Genna..-"


"Tadi nya Candra mau antar dia pulang Oma, dia ketiduran di rumah kemarin, tapi.. Candra ajak Genna kesini dulu ketemu Oma sama opa.." Sargah Candra yang menjawab.


"Oh, gitu.."


Genna mencibik kesal saat Candra mendahului nya untuk menjawab pertanyaan Oma nya. Pasal nya, saat tadi dia akan mandi dan berganti pakaian, Candra sudah buru-buru akan pergi, maka dia pun tak jadi untuk mandi dan ingin ikut Candra dan meminta pada laki-laki itu untuk mengantar nya pulang.


"Ngomong-ngomong, kalau begitu.. Candra pamit dulu ya Oma, opa, mau ketemuan sama temen-temen" Ujar Candra berpamitan.


"Ya sudah, ingat pesan Oma dan opa ya.." tutur Maria menegaskan.


"Siap Oma.." Jawab nya, lalu menyalami dan mencium punggung tangan Bu Maria dan juga pak Adam secara bergantian sebelum dia pergi.


"Iya Oma.."


...___...


Di dalam mobil


Tak ada obrolan yang akrab di antara ke dua nya, seperti musuh yang saling diam dalam kebencian masing-masing. Candra yang hanya fokus pada jalanan, sementara Genna pun hanya asik menatap hiruk pikuk nya kota dan banyak nya kendaraan yang juga sedang berlalu lalang.


Keseriusan nya dalam berkendara pecah saat mendengar ponsel nya berbunyi.


"Ya, halo.."


'Can, lu dimana ? buruan deh kesini semua udah pada kumpul !' Ujar seseorang dari balik telpon.


'Gue lagi di jalan nih, bentar lagi deh, soal nya gue mau anter orang dulu !"


'Ya elah, keburu Doni pergi lagi Can !'


"Hah, emang Doni dateng ?"

__ADS_1


'iya buruan makanya.. dia ga punya waktu banyak !'


"Oke, oke.. gue kesana sekarang !"


Dan sambungan telpon pun terputus, lalu Candra melajukan mobil nya sedikit lebih kencang untuk segera sampai di mana tempat teman-teman kuliah nya dulu sedang menunggu nya untuk mengadakan reuni.


20 menit berlalu, akhir nya mobil yang di kendarai Candra pun sudah sampai di sebuah mall terbesar di kota itu.


Genna yang menyadari pun terlihat bingung dan terkejut karena lagi-lagi Candra tak juga mengantar nya pulang.


"Loh..loh... om, kok malah kesini, Genna mau pulang om !" Ketus Genna pada Candra yang sedang sibuk memarkirkan mobil nya.


Candra terlihat tak perduli pada ucapan Genna.


"Om ! Genna mau pulang !" Tegas nya lagi dengan sedikit meninggikan suara nya.


"Ssstttt !! Diem, berisik banget !" Sentak Candra. "Kamu mau ikut turun atau mau di sini aja ?"


"Om tega banget sih ! aku ga mau dua- dua nya om !"


"Ya terus ?"


"Ya aku mau pulang !"


"Nanti, saya masih ada urusan sebentar !" Titah nya, lalu membuka pintu mobil dan turun.


"Ngeselin banget sih ini cowok perjaka tua !" Ujar nya menggerutu.


"Kamu bilang saya apa !"


Tiba-tiba Genna tersentak kaget saat Candra kembali membuka pintu mobil nya.


"Eng-enggak bilang apa-apa !" Ucap nya terbata.


Setelah menemukan dompet nya, Candra kembali keluar dan menutup kembali pintu mobil nya.


"Huh... dasar om-om, perjaka tua ngeselin !" Gumam Genna namun dengan nada lirih, takut jika Candra akan mendengar nya lagi.


Dengan sangat terpaksa, Genna pun akhir nya memutuskan untuk turun dari mobil, dia berjalan mengikuti Candra di belakang nya, ada sedikit rasa malu karena dia masih menggunakan pakaian tidur untuk pergi ke mall di pagi yang hampir siang seperti ini.


Candra menoleh kebelakang untuk melihat Genna yang berjalan sedikit jauh di belakang nya, ada rasa kasihan melihat nya, melihat Genna yang masih berpenampilan seperti itu, tak mungkin dia akan membawa nya untuk ikut bertemu dengan teman-teman kuliah nya. Bisa-bisa, nanti dia akan jadi bahan tertawaan.


Candra pun kembali berjalan mendekati Genna, menarik tangan nya dan membawa nya masuk ke dalam mall untuk menuju ke suatu tempat.


"Eh, om.. apa-apa an sih tarik-tarik !"

__ADS_1


...___...


Jangan lupa untuk selalu tinggalkan like, dan komen yah 😀 Gift juga boleh 😂 hahah 🤣🤣


__ADS_2