
Aku menyadari satu hal ketika melihat kejadian hari ini,ternyata firasatku tentang mereka berdua benar, aku terlalu bodoh dalam hal mencintai,bisa bisanya aku masih mengharapkan dirinya yng sudah mencintai orang lain
~Darrec Chevalier
Al dan Asya masih tetap menikmati kebersamaan mereka, keduanya tampak sangat bahagia dan sesekali Asya tertawa kecil dengan tingkah Al, entah mengapa Al mulai bersikap seperti itu dan bisa bercanda
seperti sekarang, Al menyuruh Asya menutup matanya dengan tangan dan menyodorkan tangannya kearah istrinya
"kamu sekarang tebak apa yang ada dalam tanganku", ucap Al dan mendekatkan tangannya kearah Asya
"mana ku tau mas, aku kan tidak dukun yang bisa menebak atau bukan malaikat yang bisa tau apa yang kamu kerjakan",ucap Asya terkekeh namun tetap menebak isi tangan Al
"kamu salah sayang, aku menyimpan sesuatu yang lebih berharga disini",ucap Al saat Asya menebak salah isi tangannya
"tara...", sebuah kalung kecil namun bermata berlian yang elegan dan sangat mewah, kalung itu sudah dipersiapkan oleh Al untuk istrinya bahkan itu limited edition hanya Asya yang memilikinya
"aaaa ini buat aku mas?",tanya Asya saat melihat apa isi tangan suaminya, ia sanagat senang dan tersenyum bahagia
"iya sayang, tidak mungkin untuk debay disini", ucap Al dan langsung memakaikan keleher istrinya
ditempat Chloe dan yang lainnya, Vin terlihat asik menikmati pemandangan didepannya,yakni wajah kekasihnya Chloe
sementara gadis itu yang diperhatikan salah tingkah lantaran Vin terus menatapnya seperti ada yang salah ditubuhnya
"kak Vin, jangan menatapku seperti itu, nanti ku colok matamu",ucap Chloe yang merasa tidak enak dengan Dar dan Mic
"hahahah siapa yang memperhatikanmu, aku melihat wanita yang ada disana",ucap Vin mengangkat bahunya seolah tidak peduli dengan raut wajah Chloe yang marah
"Vin, apa kau mau menemaniku menemui wanita itu?", tanya Mic mencoba memancing Vin karna itu hobiny
"aku ikut Mic, Chloe bisa disini dulu kan?, bermainlah lagi",ucap Dar dan mereka semua melangkah menuju wanita yang berjemur dipantai
sebenarnya Vin enggan untuk pergi, dia takut tatapan Chloe yang menakutkan, sangat tajam dan menohok,tapi ia juga tidak bisa menolak sahabatnya
"Vin, ayolah kita hanya sebentar,lagipula hanya untuk menemaniku",kata Mic dengan mendesak agar Vin ikut
mau tak mau Vin mengikuti mereka berdua, dengan berat hati meninggalkan Chloe yang masih menatapnya
"jangan jauh jauh mainnya!",ucap Vin sebelum ia ikut melangkah
__ADS_1
Chloe yang melihat itu marah dan kesal, ia sangat kecewa dengan Vin yang mau saja mengikuti keinginan Mic
gadis itu mengambil board miliknya dan kembali bermain, tidak peduli dengan tatapan pria yang juga bermain disana
Chloe nlberselancar dengan hati yang kesal dan raut wajah marah, ia tidak melihat kalau dirinya sudah jauh dari permukaan, ia terlalu jauh bermain
ombak yang kian membesar karna hari sudah sore membuat Chloe sedikit takut,ia kembali berselancar untuk kepantai
ia mengikuti ombak dan kaki yang sudah sedikit gemetaran, hingga ia tidak bisa menjaga keseimbangan
ombak yang tadinya sangat besar menyeret board milik Chloe dan membuat gadis itu terjatuh dan suara teriakannya membuat orang orang yang disekitar itu melihatnya dan panik
" heii, ada orang yang tenggelam!!!",teriak orang orang yang ada disana dan membuat Vin dan yang lainnya ikut menoleh
"cepat tolong dia,nanti bisa tenggelam",ucap mereka dan semua orang sibuk,termasuk Vin yang juga ikut berlari melihat
Anggap saja mereka menggunakan bahasa maldevis ya readers
Vin yang sadar dengan Chloe yang tidak ada disana, dan melihat sosok yang masih ditengah laut dan minta tolong
"Chloeee!!!??", teriak Vin yang sadar bahwa yang ada disana minta tolong adalah kekasihnya Chloe
"astaga beby, maafkan aku. aku salah",ucap Vin saat dia sudah membawa tubuh Chloe yang pucat dan dan lemas
"Chloe bangun kumohon bangun beby", ucap Vin dan menepuk nepuk pipi Chloe yang pucat
"Vin, berikan ini padanya",ucap Al menyodorkan minyak kayu putih dari istrinya, Al dan Asya yang tadinya masih asik berdua ikut melihat kegaduhan yang terjadi
"makasih Al",ucap Vin dan menerima minyak kayu putih itu, ia menyodorkan kehidung Chloe agar gadis itu segera sadar
airmata Vin tidak terasa mengalir, ia takut kehilangan Chloe, takut kalau Chloe sampai kenapa kenapa
"bangun plisss",ucap Vin dan kembali menepuk tubuh Chloe, namun tetap saja tidak ada reaksi apapun
"kau berikan nafas buatan Vin!",ucap Al yang tidak tahan melihat kebodohan pria yang menangis sambil memeluk tubuh Chloe
"ahh iya, aku terlalu bodoh",ucap Vin dan ia mendekatkan wajahnya kewajah Chloe, Darrec yang melihat itu langsung pergi dari sana
ia tidak bisa melihat hal itu, didepan matanya sendiri gadis yang ia cintai dicium oleh pria lain, ia sakit hati
__ADS_1
"uhuk uhukk", Chloe tersadar dan batuk, wajah pucat dan dan bibir bergetar membuat tubih Chloe semakin menggigil
"di..ngin",ucap Chloe dan membuat Vin langsung memeluk kekasihnya,tanpa aba aba Vin langsung membawa Chloe dari sana dan kembali ke Villa
sementara yang lainnya juga ikut dari belakang, Asya yang tadinya sudah menangis karna sahabatnya kini bisa bernafas lega karna abangnya menolong Chloe dan membawanya
"mas, mereka sangat cocok tapi kenapa Chloe tidak menyukai bang Vin ya?",ucap Asya saat mereka berjalan ke Villa
Darrec yang tadinya sudah menahan rasa cemburunya memilih untuk pergi dari sana ia tidak ingin berlama lama disana dan menambah sakit hatinya
"tidak tau sayang, mungkin Chloe masih butuh waktu saja", jawab Al seadanya agar bumil cantiknya tidak bertanya yang lain lagi
"tapi aku rasa bang Vin punya rasa sama Chloe mas, kita lihat saja tadi ia menangis dan ohh yaaa bang Vin memanggil Chloe dengan beby, apa jangan jangan??",tanya Asya membuat raut wajahnya terlihat berseri
bumil itu langsung berlari ke Villa, Al ya g melihatnya sampai gegabah takut Asya jatuh atau tersandung sesuatu, untung saja bumil itu cepat sadar
"kak Vinnn",teriak Asya dan langsung menerobos masuk kedalam kamar milik Vin yang dipakai malam tadi untuk istirahat
"ada apa Sya,jangan ribut ribut,disini tidak ada yang tuli seperti mu",ucap Vin yang jengah melihat sifat adiknya yang seenaknya saja berbuat sesuatu
"jangan memarahi istriku Vin, kau yang kena imbasnya!!", ucap Al berjalan dibelakang istrinya dan membantu Asya duduk disofa
sementara Chloe masih dibantu pelayan yang ada disana untuk berganti pakaian, gadis itu masih terlihat sangat pucat dan ketakutan
jika saya Asya tidak ada disana,mungkin Vin akan lebih memilih sendiri yang mengganti baju kekasihnya,namun bumil itu berulah dan menyelinap masuk begitu saja
"Chloe,kamu baik baik saja kan?",tanya Asya saat melihat sahabatnya masuk kedalam kamar setelah mengganti baju
Chloe tersenyum kikuk melihat mereka yang ada disana,ia mengangguk dan berjalan kearah Vin, dengan perasaan canggung
"apa sudah mendingan beby?",upss Vin keceplosan memanggil Chloe,karna terlalu senang dengan melihat keadaan Chloe yang baik baik saja
Asya yang sedari awal sudah sedikit peka dan curiga semakin membuat jiwa keponya meronta ronta ingin tau hubungan antara Vin dan Chloe
" hemm...buatkan teh hangat untuk Chloe", ucap Vin pada akhirnya, ia sadar dengan ucapannya barusan yang tidak filter dan tidak ingat ada dua makhluk astral disana
#next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍
__ADS_1