
Tidak ada yang spesial dalam mimpi sudah, hanya menemukan adikku saja yang sudah bahagia aku rasakan, ditambah lagi kalauku ternyata memiliki keluarga yang bisa menjaganya, mungkin kebahagiaan yang paling besar untukku.namun hari ini, aku merasa perubahab itu terjadi padaku, tentu saja aku maraah melihat kejadian itu
~Delvin Callista
Sekilas Vin melihat adegan yang tidak jauh dari matanya, ada perubahan yang sangat signifikan pada detak jantungnya, ia tidak tahu itu, hanya saja tidak bisa dilihat palingkan dari pandangan itu, sampai akhirnya suara ponsel disaku ponselnya menarik, Vin langsung mengambilnya dan melanjutkan langkah kaki
"hallo, saya segera kesana, tunggu saj" uap Vin dengan dingin dan langsung memasuki mobilnya yang terparkir rapi didepan Villa, apapun yang mereka lakukan Vin seolah pura-pura tidak peduli
sementara di tempat lain, Choe bersama dnegan Darrec sedang membicarakan masalah yang tidak terllau serius namun membuat orang lain ikut terbakar, saat ini Chloe bahkan tidak tau maksud dari kutipan dari Darrec
"apa yang kamu kataan Dar?, aku bahkan tidak ingin melebihi batas sekarang"ucap Chloe saat Darrec mengatakan sesuatu dengan jujur Chloe sempat tidak percaya bahkan sampai saat ini tidak percaya dnegan apa yang dikatakan Darrec kita
"Chloe, aku serius, saja aku tidak ingin menyakiti siapa pun, aku menginginkan lebih dari hubungan kita saat ini" ucap Darrec serius dan sangat tajam, hanya bisa dikatakan jika dirinya tengah sungguh-sungguh untuk mengungkapkan kali ini kepada gadis yang sejak awal sudah jatuh hati
"tapi Dar, aku sudah menganggapmu sebagai rekan dan sama seperti om Al dan Vin, tidak ada perbedaan, meskipun awalnya aku rasa kamu, namun meningkatkan aku ke sana hahahah" kutipan Chloe sukses membuat Darrec membuat Darrec sukses menjadi Darrec arah bicara Chloe
"maksudnya Chloe??, aku tidak mengerti perkataanmu?"tanya Darrec dengan raut wajah yang bingung dan seperti orang bodoh yang menjelaskan jawaban konyol Chloe
"begini saja Dar, kamu tak henti-hentinya menyukaiku dan kita berteman baik, aku rasa itu lebih dari cukup" ucap Chloe memberi usul kepada Darrec, namun dengan cepat Darrec menggelegkan kepalanya tanda tidak setuju dengan usul Chloe barusan
"tidak Chloe, aku tidak bisa begitu, aku menyukaimu bahkan jatuh cinta sejak kita pertama kali bertemu, aku sengaja datang kesini karena dua hal, salah staunya adalah karenamu" ucap Darrec mantap, membuat Chloe menjadi salah tingkah dan tidak tau harus menjawab apa
__ADS_1
"tapi Dar, maaf untuk ini aku sungguh tidak bisa, mari berteman dan itu sudah cukup" ucap Chloe memutuskan dan ingin bergerak dari tempatnya, jika tidak begitu Darrec pasti akan memaksa dirinya agar menerimanya sebagai kekasihnya
"berikan aku alasan mengapa tidak bisa menerimaku Chloe" ucap Darrec menarik tangan Chloe hingga tubuh gadis itu menubruk dada bidang Darrec, membuat hidung Chloe sedikit sakit dan merah, dada itu terllau keras
"a...ak..aku, aku tidak bisa mencintaimu Dar, itu sederhana karna aku hharus kuliah dulu dan menyelesaikannya" ucap Chloe karena dirinya sendiri juga tidak tahu apa alasan yang membuat ia menolak Darrec, padahal untuk gadis lain mungkin sanggahan, namun mengapa dirinya malah menolak pesona pria sehot Darrec?
"alasan tidak logis Chloe, apa kamu sudah punya kekasih?"tanya Darrec membuat Chloe langsung mematung sempurna, tidak ada yang menjadi spesial orang untuknya saat ini, namun ada yang membuat menjaga hati sampai saat ini
"tidak ada Dar, kamu tau sendiri bagaimana aku kamu mengenalku, aku butuh waktu menyelesaikan kuliahku dulu" ucap Chloe sembari menutupi wajah, hanya ingin melihaat mata Darrec yang penuh keseriusan itu
"tidak masuk akal Chloe, aku bisa saja menjadi kekasihmu tanpa harus mengganggu kuliahmu, kamu bisa kuliah dan tidak harus mengatur setiap saat bukan, kita bisa menjalaninya dengan baik" kata Darrec sedikit memaksa Chloe agra jujur kepadanya
"lepaskan Dar, aku ingin pulang. aku tidak ingin membuat oratuaku khawatir'ucap Chloe berusaha melepaskan tangan yang masih dipegang oleh Darrec, pria itu memasang wajah yang berat dan sangat kecewa
"kamu orang baik, pa[sti ada gadis yang menyukaimu bahkan lebih dari aku, kamu pasti menemukan dan satu lagi pilihan, bukan aku tidak menyukaimu, tapi kamu sudah tergantikan dengan yang lain, tidak bisa kusebut menjadi milkku, namun aku yakin denganku Dar " ucap Chloe dan melepaskan tangan Darrec, gadis itu melankan tanpa menoleh kebelakng lagi
"bagaimana aku bisa melupakanmu Chloe, aku mencintaimu sejak awal bertemu, melihat gadis lain saja aku tidak tertarik lagi" ucap Darrec ketika melihat kepergian gadis pujaan hati, sungguh sangat berat hati melepaskan gadis itu, namun apalah daya Darrec yang tidak dihati Chloe
"aku tau kamu menyukai Vin, hanya saja kamu tidak mau jujur akan hal itu" kata Darrec dan mengusap wajah kasar, ia tahu kalau Chloe mneyukai Vin, namun gadis itu malu dan mungkin tidak ingin membuat hubungan jauh dengan mereka
"kalau kamu jujur, mungkin aku bisa melepaskanmu Chloe" ucap Darrec lagi dan melangkah masuk ke dalam, ia tidak ingin larut dalam skit hati
__ADS_1
ditempat Vin, priaa tu kembali mendatangi gedung dimana semua rahasia perusahaan yang ia kelola ada disana, bertemu dengan teman-teman dan melampiaskan kekesalannya disana
"huh, hari yang tidak baik" ucap Vin saat duduk di samping Michael yang sibuk mengotak-atik komputer miliknya, entah apalagi yang bekerja dengan ahlo komputer itu
"ada apa Vin, kau tterlihat masam dan tidak begitu bersemangat hari ini, apa karna masalah barusa?, padahal itu hanya angin lalu saja" ucap Michael sambil tertawa melihat Vin, jarang-jarang pria itu menonton kekesalannya atau terlihat kusut
" ku butuh ketenangan Mic" ucap Vin dan langsung diangguki oleh Michael, pria itu beranjak dari tempat duduknya untuk mengambilkan sesuatu tidaak jauh dari tempat duduknya, tersimpan rapi beberapa minuman beralkohol tinggi, itu adalah alternatif ketenangan untuk mereka
'ada apa Vin?, jangan bilang kau begini karna wanita, sama seperti Al yang penakut itu" kata Michael sambil tetrsenyum dan memberikan gelas minuman kepada Vin, mereka menghabiskan waktu berdua dnegan bercerita banyak
sampai akhirnya, Michael tau duduk perkaranya, apa yang membuat Vin seperti iu, dengan sedikit bumbu yang ditambahkan Mic, membuat Vin tambah kesal
"mungkin saja Dar mengatakan isi hatinya, memberikan cincin pada gadis itu, dan mereka akan menjadi sepasang kekasih Vin" ucap MMic yang membuat Vin langsung berubah menjadi buas
" apa mungkin begitu Mic, tapi aku tidak yakin begitu!!" ucap Vin dengan tajam dan marah,
hahhahaha, suara gelak tawa diruangan itu, dan tentu saja itu tawa Mic yang mengejek Vin. bagaimana mungkin priaa didepannya ini cembukur kepada Darrec?, sungguh pria-pria bodoh akan cinta, pikir Michael
Berikutnya
jangan lupa like,komen,dan favorite kalian ya readers
__ADS_1