Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 142,S2


__ADS_3

setelah mengantarkan dokter Kim, semua keluarga berkumpul dikamar milik Dar, Bianca mereka surub pulang terlebih dahulu dan akan mengintrogasi Dar disana saat itu juga


"Dar,katakan pada mama dimana istrimu?",tanya Agatha secara langsung, tidak lagi dengan basa basi atau kasihan dengan putranya


"istri apa ma?, Dar saja belum menikah",jawab Dar dengan kesal karna pertanyaan mamanya yang tidak masuk akal menurutnya


"jangan berbihong lagi Dar, dimana istrimu?",ranya Agatha yang semakin maraj kepada Dar,bukannya jujur anaknya malah melawan jawaban


"aku tidak ounya istri ma, tidak punya istri. orang aku belum menilai", ucap Dar semakin bingung dengan pertanyaan mamanya, namun lagi lagi Agatha menataonya tajam dan mencubit pahanya


"katakan dengan jujur, siapa yang kau hamili Dar!!",tanya Agatha namun hal itu membuat mereka semua yang tadinya terdiam malah menahan tawa melihat wajah Dar yang tersudutkan


seperti anak kecil yang dimarahi, begitulah Dar saat ini, takut melihat raut wajah mamanya yang suda berubah segi lima


"sabar bibi, jangan terlalu memaksa Dar. yang ada Dar malah tidak akan buka suara",ucap Al menenangkan Agatha yang sudah emosi sampe ubun ubun


"siapa Dar, katakan siapa wanita itu. kita akan kerumahnya dan memintanya untuk memaafkanmu, bagaimanapun juga dia sudah menjadi bagian keluarga kita secara tidak langsung",ucap Al sambil menatap Dar dengan serius


"tidak ada Al, hanya saja aku kepikiran dengan gadis beberapa bulan lalu, apa kalian masih ingat kenapa menghukumku kesini sendirian?",tanya Dar dan membuat mereka sadar, siapa wanita yang dimaksud oleh Dar


"astaga, aku kenapa bisa tidak kepikuran kesana,benar juga gadis yang kau rusak itu mungkin saja hamil anakmu, Astga Darrec anak bodoh ini",ucap Agatha dan lagi lagi mencubit Dar dipahanya


"Al bagaimana ini, dimana gadis malang iru sekarang. kita terlalu jahat membiarkannya dan tidak mencarinya sampai sekarang",ucap Agatha menatap ponakannya Al


"nanti Al akan mencari tau dimana gadis itu bibi, sekarang jangan terlalu memimirkannya, kita pasti akan menemukannya dan menjempunya kesini. aku hanya berfikir apakah gadis itu mau menerima Dar atau tidak",ucap Al dan memang begitulah nyatanya


"anak bodoh ini selalu membuat masalah kerjaannya.Al,bibi tidak mau tau cari dan temukan gadis itu.bila perlu bi i yang minta maaf padanya langsung",ucap Agatha dan diangguki oleh Al akhirnya masalah Dar selesai.

__ADS_1


tinggal mencari Diana yang sudah tidak kelihatan dan tidak ada yang tau siapa sebenarnya gadis itu, namun dengan kekuasaan keluarga Chevalier mereka pasti akan menemukannya.


ada satu petunjuk yang mereka punya untuk mendapatkan gadis itu,yaitu nametag yang fulu semoat Dar bawa dan diambil oleh Agatha, dan sekarang hanya itu yang mereka punya agar bisa menemukan Diana dimana


namun, satu hal yang kalian lupa. Alfred,suami Diana dan papa Dar memang jarang ikut terlibat dengan urusan Dar atau urusan rumah, namun pria paruh baya ini bukan hal orang yang bisa dianggap sepele, dia memang diam dan tidak banyak mengurus hal lain


namun disisi lain, dia memperhatikan semua yang terjadi, dia bahkan akan bertindak lebih cepat dari perkiraan, sama seperti Al karna mereka berdualah sekongkol bersama dengan Mic yang menjadi ulu hati dari ketiganya


ketika mengetahui perbuatan Dar malam itu, Muc sebagai bawahan Dar dan orang yang ikut bersamanya malan itu, melakukan sesuatu diluar dugaan, ia bahkan mencari tau siapa wanita yang sedang bersama Dar malam itu, terlepas dari kelakuan Dar yang tidak tau malu itu


Mic bahkan memberitahu kepada Alfred dan Al, mereka tau apa yang dilakukan Dar malam itu, dan itulah mengapa Al marah dan ingin memberi pelajaran kepada Dar,namun karna Vin menahannya ia tidak bisa melakukannya


tapi, hal yang paling kurang beruntung didapat mereka,gadis itu ternyata pergi dan menghilang bak ditelan bumi,tidak ada yang tau dimana dia sekarang dan kurangnya pantauan Mic terhadapnya,


dengan beberapa data yang dimiliki oleh Mic, Alfred yakin mereka pasti menemukan Diana secepatnya, kasihan juga jika memang benar gadis itu mengandung anak Dar


sementara dilain tempat, Diana sedang merasakan betapa tersiksanya dirinya karna harus melakukan pekerjaan yang seharusnya ia tidak lakukan


sampai saat ini,Diana masih bekerja dan hari sudah menunjukkan pukul enam sore hari. tidak terasa satu harian penuh Diana bekerja dan melupakan jika dirinya mengandung


"nak,sayang. kita berjuang sama sama ya,kamu dan mama pasti bisa",ucap Diana mengelus perutnya yang besar, ia bahkan menangis ketika ingat bagaimana pria itu menanam benihnya dirahim miliknya


saat ini,Diana bersiap untuk pulang kerumah, khawatir adiknya Ratih menunggu terlalu lama disana sendirian


Diana mengambil tasnya dan berjalan pelan pelan, menuju halte angkutan umum


berat dan sangat sulit memang, namun sebisa mungkin Diana menciba menerima semua cobaan yang menimpa dirinya,meskipun itu seusatu yang sangat sakit namun ia yakin pasti bisa melaluinya

__ADS_1


sampai akhirnya, Diana dirumahnya dan melihat adiknya sedang memasak, Diana menghampiri adiknya


"apakah kamu sudah mandi dek ?",tanya Diana sambil tersenyum, ia melihat masakan adiknya yang sederhana itu


"sudah kak, kakak langsung mandi saja sekarang,biar makan malam sama sama",ucap Ratih sambil mengelus perut kakanya yang menurutnya menggemaskan


"ponakan unty apa kabar, kamu pasti bandel ya disana",ucap Ratih dan mereka tertawa bersama menikmati kebersamaan mereka


"kakak mandi dulu ya dek, maaf gak bisa bantu",ucap Diana dan membua Ratih menatap tidak suka,padahal kakanya sudah kelelahan tapi masih berkata seperti itu


sampai akhirnya, Diana selesai mandi dan kembali keruang makan, dia melihat adik ya sudah selesai memasak dan menyajikan semuanya diatas meja untuk mereka nikmati


"kak, kapan kakak lahiran?",tanya Ratih ditengah makan malam mereka, ia kepo dan tidak sabar melihat ponakannya


"masih lama dek, kan baru lima bulan. mungkin sekitar bulan maret atau awal april",ucap Diana tersenyum, ia sangat senang karna adeknya selalu antusias menunggu kelahirannya


"aku tidak sabar menunggunya kak",ucap Ratih dan tersenyum semangat


"kak, apakah kakak baik baik saja tanpa mencari tau siapa ayah anak ini?",tanya Ratih sedikit takut dan segan bertanya seperti itu pada kakaknya


"tidak dek, kakak lebih baik membesarkan dia sendiri dan jika perlu pria itu tidak ussh tau kalau kakak hamil anaknya",ucap Diana sambil tersenyum kecut


meski dalam mulut Diana mengatakan tidak perlu, namun dalam hatinya ia juga ingin anaknya punya status yang jelas,identias yang jelas dan tau siapa ayahnya yang sebenarnya


Diana tidak mau kalau kelak anaknya mendapat perlakukan yang tidak diinginkan suatu saat nanti yang akan membuat anaknya tersakiti atau kena mental healt, Diana takut hal itu terjadi


#next

__ADS_1


jangan lupa like,komen,dan favorit kalian readers😍😍


__ADS_2