
...___...
Sinar mentari pagi kian kembali menyinari bumi, memberikan cahaya dan kehangatan bagi semua seisi bumi.
Hiruk pikuk kota, ramai nya orang-orang yang kembali beraktivitas, ada yang bekerja, bersekolah, menjalani hidup sehari-hari.
Tapi sepasang suami istri itu meski sudah hampir siang tetapi masih sama-sama betah tergeletak di atas ranjang berbalutkan selimut tebal, dua orang ber-geluntungan layak nya orang yang tak bernyawa.
Mata yang tak ingin terbuka, tubuh yang remuk terkulai lemas tak bertenaga, membuat mereka sama-sama enggan untuk bangun dari tempat tidur yang menjadi saksi bukti cinta ke dua nya.
Tak ada yang berani mengganggu, apa lagi untuk membangunkan. Terlebih lagi memarahi mereka karena masih saja tidur hingga jam 10 siang.
Tetapi kali ini Genna mulai menggeliat, meregangkan seluruh otot-otot tubuh nya yang terasa sangat keram. Dia membuka mata nya, dan objek yang pertama kali dia lihat saat membuka mata adalah wajah tampan seorang laki-laki di hadapan nya.
Genna seketika tersenyum, menatap wajah sang suami yang masih saja tampan meski dalam ke adaan tidur dengan pulas. Laki-laki itu tidur menghadap ke arah nya sambil memeluk tubuh nya dengan erat.
Cukup lama untuk Genna memandang wajah sang suami, hingga laki-laki itu mulai bergerak membuka mata nya.
"Selamat ulang tahun sayang.."
Dan kata-kata yang pertama kali dia dengar dari sang istri, perempuan itu mengucapkan selamat ulang tahun untuk nya.
Candra tersenyum lebar, menatap penuh haru pada perempuan yang sudah benar-benar dia miliki seutuh nya.
"Harapan aku, kamu selalu sehat, panjang umur, terlindungi dalam segala hal, menjadi suami yang baik, yang bisa menjaga aku dan membawa aku ke jalan kebenaran." Tutur Genna menatap nya dalam.
"Terimakasih, sudah menjadi suami paling sabar, yang mau menerima aku dalam segala hal, maafin aku, aku masih belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu" Imbuh Genna.
"Ssstttt...!!"
Candra menghentikan celotehan perempuan itu, menempelkan bibir nya pada bibir Genna seolah sedang membungkam nya dengan bibir.
"Terimakasih banyak istri nya aku" Tutur Candra setelah dia melepaskan bibir nya.
"Aku bahagia, sangat bersyukur dapat di beri anugrah terindah dalam hidup ku seperti kamu" Ujar nya. "Kamu kebahagiaan aku.." Imbuh nya lagi. "Aku tak butuh yang baik atau pun yang sempurna, tuhan mengirim kan kamu untuk aku, itu arti nya kamu adalah yang terbaik untuk aku"
Genna melebarkan senyuman nya, berjuta-juta kupu-kupu terasa sedang beterbangan di atas kepala nya. Dia terasa sangat bahagia..
"Aku minta maaf ya soal kemarin, aku tidak mengerti perasaan kamu" Ujar Candra, tangan nya terangkat dan mengusap pucuk kepala perempuan itu.
Genna membuang nafas kasar nya, mencebik, hingga memutar mata nya. "Sebenarnya aku masih sedikit kesal !" Cetus perempuan itu mengalihkan tubuh nya.
"Sayang..." Dan Candra kembali membawa tubuh Genna menghadap ke arah nya. "Aku minta maaf.."
__ADS_1
"Aku gak suka, kamu terlalu bersikap berlebihan sama-"
"Iya iya sayang, aku ngerti. Tapi.. satu hal yang harus kamu ingat, aku hanya mencintai kamu, gak ada yang lain. Sedangkan Della, dia hanya sebatas anak aku, tidak akan pernah lebih sayang.." Ujar Candra menekankan. Dia tidak ingin istri nya itu kembali salah faham antara dia dengan Della putri nya. Namun Candra berpikir, mulai sekarang dia akan sedikit membatasi sikap nya pada Della, Della sudah dewasa, tak sewajar nya dia bersikap seolah Della masih anak-anak seperti dulu.
.
.
.
"sshhh ahhh...!!" Genna memekik, merasa perih dan sakit pada satu titik di bagian tubuh nya.
"Kenapa sayang ?" Tanya Candra panik.
"Sakit om ! eh, ma-maksud aku.. M-mas.." Lirih Genna terbata pada ucapan terakhir.
Sontak Candra menatap wajah istri nya itu.
"K-kamu, panggil apa sayang ?" Ujar nya, bukan tak mendengar, tapi lebih ingin mendengar nya sekali lagi.
"Kamu jangan godain aku-.. Awww..!!" Pekik nya, rasa nya benar-benar sakit dan perih jika dia akan menggerakkan bagian kaki nya.
"Ke-kenapa sih sayang ? hah..??" Candra panik, khawatir dengan apa yang di rasakan istri nya itu.
Candra menarik selimut, membuka nya untuk melihat keluhan Genna.
"Jangan di buka !" Sargah Genna mencegah nya.
"Sayang.... mulai deh !" Kesal Candra karena Genna masih saja merasa malu.
Genna pun akhir nya pasrah, dia mulai membiarkan suami nya itu untuk memeriksa rasa sakit nya.
Darah, ada bercak-bercak noda darah di sana. Candra melirik sebentar wajah Genna yang mengerut kesakitan. Lalu seketika laki-laki itu mengulas senyum kecil di bibir nya, rasa nya sangat lah bahagia, karena dia benar-benar melakukan untuk yang pertama kali nya untuk Genna.
"Sayang, kamu gak usah kemana-kemana dulu, biar gak sakit" Ujar Candra setelah dia memeriksa nya.
"Hah, gimana bisa mas ? aku kan mau kuliah !" Sargah Genna.
"Gak usah kuliah dulu, kan kita juga mau bulan madu" Jawab Candra. "Luka kamu agak bengkak soal nya, nanti tambah sakit kalau kamu buat jalan-jalan !" Ujar laki-laki itu.
Mendengar ucapan sang suami, membuat Genna membuang nafas kasar, tapi memang rasa nya sangat pedih, bergerak saja sakit, apa lagi jika untuk berjalan.
"Nanti aku beliin obat buat kamu ya" Dan Candra pun bangkit, dia mengambil selembar handuk di atas lantai untuk menutup tubuh nya sementara. Dia memutari tempat tidur lalu menggendong istri nya itu ala bridal style dan membawa nya ke kamar mandi.
__ADS_1
"Mas...-"
"Aku mau bantu kamu mandi" Sargah Candra sebelum Genna melayang kan protesan karena tiba-tiba saja dia membopong nya.
...___...
Dengan penuh ketelatenan dan kesabaran nya, Candra memakaikan pakaian sang istri. Mengeringkan rambut nya sampai menyisir nya.
"Mas.." Gumam Genna memanggil suami nya, dia terus menatap sang suami dari pantulan cermin di depan nya.
"Ya sayang"
"Aku pengen buat kue lagi deh" Ujar perempuan itu.
"Kue ?"
"Iya, buat ulang tahun kamu mas"
"Sayang, kan kamu masih sakit"
Genna seketika terdiam. Dia mengerucutkan bibir nya yang membenarkan ucapan suami nya itu.
"Tapi aku-"
"Nanti aja ya kalau udah gak sakit lagi" Rayu Candra. Dia sungguh tidak ingin Genna bergerak terlalu banyak karena luka di bagian sensitif nya. Ya, siapa lagi kalau bukan ulah nya semalaman. Maka dia harus mempertanggung jawab kan perbuatan nya kan..
"Eh, tapi aku ada sesuatu buat kamu !" Seru Genna, dia memutar kunci laci meja rias nya untuk mengambil sesuatu yang dia siapkan untuk Candra.
"Apa ini sayang..??" Tanya Candra saat dia menerima sebuah kotak dari tangan sang istri.
"Buka aja.."
...___...
Kalian pasti sempet emosi kan sama si papa Candra ?
sama aku juga gatel pengen mentung si papa 😁
Tapi... dari sini kita ambil sisi baik nya aja ya gengs 😁 seperti, saling memaaf kan setiap masalah, dari yang kecil sampai yang besar, memang sulit, tapi ini lah kehidupan di dalam rumah tangga, ada pasang surut nya, ada suka duka nya, gak bakal terus ada di jalan mulus dan Alus kaya jalan aspal yang abis di bangun 😁 tau kan, jalan pun pasti ada lobang nya, nah begitu juga yang nama nya rumah tangga, pasti ada aja jalan masalah nya. Intinya, kita harus sabar, mencoba mengerti, saling memahami dan terutama saling memaaf kan, setiap masalah pasti ada jalan keluar nya. Jangan pergi meninggalkan sesuatu jika kita masih mampu memperbaiki nya 😁
maaf otol malah curhat 😂
gak sih, cuma mau meluruskan kalian yang sudah emosi terhadap papa Candra aja 😂 hehe
__ADS_1