
"Dar..... aku tidak bisa melakukannya, kamu tau sendiri suamiku kalau marah seperti apa" ucap Asya menolak permintaan Dar, bukan karna ia memang tidak mau namun karna dirinya harus melihat bagaimana Dar menyelesaikan masalahnya tanpa harus mengandalkan orang lain.
"ayolah Sya, kali ini saja. aku hanya takut Al akan menyuruhku menikahi gadis itu atau mengasingkanku ketempat lain, belum lagi mama dan papa akan tau. aku bisa dijadikan santapan ikan piranha" ucap Dar dan memohon pada Asya, namun tetap saja Asya tidak mau membantunya
"mama dan papa ada disini, apa kamu tidak tau mereka pulang?" tanya Asya karna memang Agatha dan Alfred datang tadi malam sekitar jam dua subuh, entalah mengapa mereka datang mungkin memang karna Dar melakukan hal bodoh
"astaga, aku bisa mati kalau begini. aku akan mencari wanita itu dan kubawa kesini" ucap dar namun menghentikan langkahnya dan melihat kaki seseorang sudah berada didepannya, ia langsung berdiri tegap dan meliat siapa yang berada didepannya itu
"mama???" ucap Dar dengan terkejut, Agatha sudah berada didepannya dengan tangan yang dilipat didada, dan mata yang menatap tajam padanya, Agatha sudah siap memberikan ulti pada anak semata wayangnya, namun ketika wanita itu ingin memukul Dar, sebuah tangan menghentikannya
"bibi, terllau cepat melakukan pemanasan" ucap suara bariton yang snagat familiar untuk mereka semua, dan itu adalah Al, pria itu bangun dan sengaja ingin melihat istrinya, namun ternyata tamu yang dari semalam ditunggu tunggu datang dan menampakkan dirinya dengan sendiri
"Dra, ikut aku!!" ucap Al dengan datar, tujuan Al untuk menemani istrinya masak ia urungkan, Al membawa Dar menuju ruang tamu dan diikuti oleh Agatha disana, dan jangan lupa Asya juga ikut karna ppekerjaannya juga sudah selesai
"apa kau tau kesalahanmu!!?' tanya Al dnegan suara yang tegas dan dingin, sudah lama ia tidak memarahi adik sepupunya itu dan mmebiarkan Dar melakukan semua yang ia sukai, namun kali ini tidak bisa diboarkan Dar keterlaluan
"aku khilaf Al, maafkan aku" ucap Dar dan menundukkan kepalanya, ia tidak berani memandang Al karna ia tau kesalahannya, bagaimanapun Al adalah abangnya dan ia yangbersalah
__ADS_1
"lalu bagaimana bentuk tanggung jawabmu padanya, dia anaka gadis orang Dar, seharusnya kau tau bagaimana perasaan orangtuanya jika tau anaknya dirusak oleh pria bejat sepertimu" ucap Al masih tetap tennag, namun suaranya sedikit tinggi dan menatap tajam Dar
"maafkan aku Al, aku siap dengan semua konsekuensinya" ucap Dar mengangkat kepalanya, ia menatap Al dengan sungguh sungguh mengatakan kalau semua resiko akan ia tangggung
"aku tidak akan menghukummu Dar, tapi ingatlah satu hal, suatu saat kau pasti akan merasa menyesal dan akan sadar dengan perbuatanmu, dan sekarang mungkin kami akan membuatmu bertugas kembali ke Swiss dan mengurus perusahaan yang ada disana" ucap Al memutuskan agar Dar kembali saja ketempat mereka berasal
"baiklah, aku akan melakukannya, maafkan aku ma" ucap Dar melihat kearah Agatha yang dari tadi hanya diam dan memperhatikan dirinya, sungguh penyesalan menggerogoti hati Dar saat ini
"tidak semudah itu Al, anak bodoh ini harus mmendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. kau merusak gadis lain, dan kau harus mempertanggug jawabkannya, selama di Swiss tidak ada asisten untukmu, lakukan semuanya dengan sendiri dan jangan meminta bantuan Mic. Mic akan tinggal disini dan kau sendiri yang akan berangkat, lakukan tugasmu anakku" ucap Alfred menambhakna beban kepada Dar
hah... sendiri?. mengurus perusahaan sendiri?, Dar pasti tidak sanggup dengan itu
perusahaan mereka yang di Swiss bukanlah hanya satu saja, bukan juga perusahaan kecil, namun banyak cabang dan snagat besar, bagaimana mungkin Dar mengurus semua itu tanpa mempunyai kaki tangan yang membantunya, bukankah sama saja itu membuat dirinya mati perlahan lahan?
"aku tidak bisa pa, bagaimana mungkin aku melakukannya sendiri?," ucap DDra protes namun bukannya mendengar dirinya, semua orang malah pergi meninggalkan dirinya disana, ohhh sunggguh sangatlah kejam hidupnya
"nanti siang kau akan berangkat Dar, mama dan papa meneatp disini. ingin menghabiskan waktu bersama cucu kami dan mengurus sesuatu yang tidak kalah penting" ucap Alfred dan membuat Dar semakin frustasi, nanti siang?, tanpa Mic asistennya?, sendiri pula?, apakah ini cobaan terbesarnya?
__ADS_1
"jahat sekali mereka, aku hanya merusak anak gadis orang dan sudah kubayar dengan uang, aku anggap itu impas dengan kami. lagipula aku tidak mengenalnya dan begitu juga dia, apa salahnya?, aku bahkan tidak pernah membayangkan hukuman gila ini" ucap Dar marah disana, namun untuk apa?, tidak ada yang bisa membantunya
"baiklah, Dar kau pasti bisa. daripda kau diasingkan kepulau tidak berpenghuni dan kau sendiri disana, atau menikahi gadis itu?, ini memnag pilihan yang bijak" monolog Dar dan ia bangkit berdiri dari tempatnya
Dar masuk kedalam kamar keponakannya dan melihat merekaa masih tidur disana, sifat jahil Dar mulai kambuh dan mengganggu twins yang tidur lelap diatas ranjang, Dar menoel pipi Kena dan menciumnya, juga Angkasa tangan Dar terjulur dan menyentuh kepala ponakannya itu
"apa kalian tidak merindukanku?, apa daddy kalian tidak pernah membahasku pada kalian?, daddy kalian itu sangatlah kejam" ucap Dar tertawa sendiri, ia merasa lucu melihat ponakannya yang sangat mirip dan hanya dibedakan rambut mereka,
"kalian sangat menggemaskan" ucap Dar dan kembali mencium kening twins dan keluar dari sana, ia masuk kedalam kamarnya
disisi lain, Agatah dan Alfred serta Al sedang membicarakan tentang Vin, mereka membahas tentang pernikahan Vin yang sudah direnacanakan jauh jauh hari, kelulusan Chloe tinggal menunggu hari, dan Vin juga sudah siap untuk menemui orangtua Chloe, dan meminta bantuan Agatha serta Alfred untuk mengurus semuanya
Mic ikut bergabung disana, juga Asya yang tidak kketinggalan, mereka membahas bagaimana tema pernikahan Vin dan lamaran Vin yang akan diaadakan hari wisuda Chloe, Vin sendiri tidak mau ikut campur dalam mengurusnya, ia menyerahkan semuanya kepada Agatha dan Asya
"menurutku, kita kerumah Chloe lebih dulu dan menemui oranggtuanya, kita meminta ijin dan melamar Chloe namun tanpa sepengetahuan gadis itu, bilang rencana kita bagaimana" ucap Al meberi saran, tidak mungkin hanya mereka yang mmebuat acara dan tiba tiba melamar anak gadis orang tanpa orangtuanya tau dan membahas tentang pernikahan, mungkin saja orangtua Chloe tidak menerima atau bagaimana, tapi doakan saja diterima ya readers
"baiklah, itu lebih cocok. besok kita akan kerumah Chloe tanpa diketahui gadis itu. kita akan menemui orangtuanya dan Vin harus meminta ijin dari mereka" ucap Agatha, mereka semua setuju dnegan usul Al dan kembali melanjutkan pembicaraan mereka tentang Dar
__ADS_1
next
jangan lupa like,komen,dan favorit kalian raeders๐๐๐