
vin yang tadinya disuruh oleh aland untuk membelikan asya ponsel baru langsung mengerjakan apa yang disuruh oleh tuannya itu, kebetulan jarak dari akntor tidak jauh dari sebuah toko ponsel yang ada disekitar tempat itu, dengan mengendarai mobil milik tuannya, vin langsung menuju salah satu toko ponsel yang ada disana
dan entah mengapa melihat aland yang perhatian kepada asya, vin merasa senang dan percaya kalau aland tidak hanya sekedar menolong gadis lugu itu, namun vin melihat aland enyimpan sesuatu terhadap asya.
vin memilih ponsel yang cocok untuk asya, dan etrakhir pilihannya jatuh kepada ponsel terbaru BTS berwarna purple, pasti asya meyukainya, batin vin
"saya ambil yang ini saja mbak, saya terima bersih" kata vin yang pasti sudah diketahui oleh pelayan toko itu
"baik pak,silahkan tunggu sebentar ya pak" kata pelayan itu dan berlalu untuk emnyiapkan apa yang diminta oleh vin, sedangkan vin asik dengan ponsel miliknya dan sedetik kemudian vin terdiam menatap lekat benda pipih yang ada ditangannya itu
"siapa wanita ini?" tanya vin bergumam sendiri dan masih menatap ponsel itu, yang mana di aplikasi whatsapp miliknya ada sebuah notif pesan dengan nomer yang tidak ia ketahui dan langsung memberi pesan tetang asya dan mengancam dirinya
"apa ini yang disebut dunia maa yang tidak terkendali?" tanya vin dan langsung menutup ponselnya dan mendnegar pelayan memanggil dirinya
"ini pesanan tuan, semoga puas dengan produk kami" kata pelayan itu dan memberikan paper bag kepada vin, dibalas dengan anggukan vin dan berlalu dari sana
vin membawa pesanan aland keruangannya dan langsung menyerahkannya kepada tuannya itu, dan dnegan tersenyum, vin yang melihatnya merasa aneh dan heran melihat tingkah tuannya yang semakin hari semakin berbeda dari biasanya
waktu telah berganti, sekarang sudah menunjukkan pukul lima lewat lima belas, sudah waktunya aland pulang dan bertemu dnegan gadis kecilnya diapartemen,
dengan mengendarai mobil miliknya, aland langsung tancap gas untuk cepat sampai ke apartemen, ia tidak sabara melihat reaksi asya mendapat ponsel baru, pasti malam ini aland mendapat dua kali lipat dari biasanya wkwkwk
"vi kau bawa saja mobil ini, besok tidak usah menjemputku, karna aku kemungkinan tidak masuk kantor" kata aalnd dan diangguki oleh vin, yang sebenarnya asistennya itu juga sudah heran dan penuh tanda tanya kepada tuannya itu
__ADS_1
"kalau begitu saya permisi tuan" kata vin dan langsung membawa mobil aland untuk menujurumahnya, dan land masuk ekdalam apartemen, berharap gadis kecil miliknya menunggunya
"om.. tumben sekali pulang cepat" kata asya yang melihat kedatangan aland yang menurutunya tidak biasanya, karna kalau aland pergi bekerja pasti dia pulang lama
"yahh.. aku tidak punya peketrjaan lagi, untuk apa aku berlama-lama dikantor' kata aland dan diangguki oleh asya, gadis itu membawa tas milik aland kedalam kamar dan menyuruh aland untuk membersihkan tubuh lebih dulu, namun bukannya menuruti perkataan asya, aland malah menarik gadis itu kepelukannya
"om mandilah dulu, nanti saja acara peluk-peluknya" kata asya sambil emndorong dada aland agar menjauh darinya
"tunggulah sebentar, aku hanya ingin memeluk dan menghirup aroma tubuhmu" kata aland dan mencium pundak asya, mau tak amu gadis itu merasa geli dan canggung
"sudahlah om, nanti malam lanjutkan, aku juga belum mandi tau" kata asya dan ternya perkataannya itu membuat aland memikirkan yang tidak-tidak dan tersenyum smirk
"aku punya sesuatu untukmu" kata aland dan mengambil dari tasnya, ia memperlihatkan sebuiah kotak kehadapan asya,
"ini hadiahku untukmu, tapi ingat ini tidak gratis"kata aland tersenyum namun tidak dihiraukan oleh asya, gadis itu masih memeluk ponsel barunya sambil tertawa begitu senang
"terimakasih om" kata asya dan tanpa sadar mencium pipi aland sejenak, membuat pria itu merasakan kehangatan yang sudah lama tidak ia dapatnya, ia merasakan ciuman yang asya berikan seuah ketulusan walaupun singkat namun berkesan
"ingat tidak gratis" kata aland dan asya sadar, ia memalingkan wajahnya dan melihat kearah aland dengan penuh tanda tanya
"maksud om??" tanya asya dan dibalas dengan gerlingan mata aland, gadis itu paham mapa yang menjadi incaran pria yang sedang memangku dirinya itu
"dasar om tua mesum' kata asya tertawa dan mendapat kecupan singkat dari aland namun kali ini berbeda, aland mengambil kesempatan untuk mencicipi candunya
__ADS_1
tapi aland tetaplah pria yang punya nafsu tinggi, tidak cukup hanya dibibir asya saja, aland mulai menggerakkan tangannya menelusuri setiap inci tubuh asya berharah ia mendapat sesuatu yang menyenangkan disana
tangan ituberhenti tepat di squishi milik asya\, aland dengan segera mere**mas kesukaannya dan menekan leher asya untuk memperdalam ciuman mereka\, lama saling bertaut satu sama lain\, akhirnya aland mulai berpindah kemainan squishinya\, ia mulai meng**hisap dan memainkan put**ing squishi milik asya\, membuat gadis itu menggenlinjang kenik**matan
"om.... ashsh" asya meracau tidak jelas\, des**ahan demi desa**han yang keluar dari mulutnya membuat aland semakin bersemangat untuk mengukung asya dibawah kendalinya
"ohh ****... kenapa terlalu cepat" gumam aland disaat dirinya hendak membuka kain penutup goa asya, king cobra miliknya langsung merespon sempurna untuk segera dijinakkan
dengan cepat aland menangglkan semua apa yang masih melekat pada tubuhnya untuk segera melakukan penyatuan dengan gadis kecil dibawahnya
"om..." teriak asya saat aland mulai memasukkan king cobra miliknya ketempatnya yang seharusnya,meskipun mereka sudah sering bercocok tanam, tetap saja asya merasa sakit ketika pertama dimasuki, dan itu membuat aland sedikit lharus bersabar menenangkan asya agar bisa melanjutkan aksinya
"sudah agak baikan?" tanya aland dan diangguki oleh asya, gadis itu terlihat menahan sakit namun dnegan cepat aland langsung memberikan kenikmatan yang jauh lebih besar dibanding dengan rasa sakit yang ia rasakan
aland mulai bergerak maju mundur dan semakin menekan tubuhnya agar mendapat penyatuan yang sempurna, tangannya tak berhenti untuk merasakan keindahan squshi dan kelembutan bibir asya, sementara gadis itu hanya bisa menikmatai apa yang diberikan oleh sesekali menyebut nama aland dalam kenikmatannya
"om..." desa**h asya saat dirinya ingin mencapai titik pelepasannya, namun aland masih saja terlihat bersemangat untuk memompa dirinya dan seolah tidak ingin berhenti
"om..." desa**h asya lagi namun tetap saja aland tidak menghirtaukannya, ia tetap bergerak maju mundur dan masih tidak ingin menghentikan permainan yang dia mulai dua jam lalu
namun tidak menunggu lama akhirnya aland mencapai pelepasannya ia memeluk asya dengan erat agar bisa merasakan pelepasan yang luar biasa nikmatnya, aland segera merebahkan tubuhnya disamping asya dan memeluk gadis itu dengan erat, sementara asya langsung tertidur karna kelelahan
next
__ADS_1
berikan komentarmu pada mereka readers:)