
Aku hanya ingin tinggal dengan kakakku dengan lama, waktu kami bertemu sudah sangat terlambat, dan aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan saudaraku, apa itu salah atau membuatmu tidak nyaman??
~Alesya Chevalier
Just info, nama Asya bukan Callista lagi, tapi berubah jadi Chevalier, karna udah nikah dengan tuan Chevalier🤣🤣🤣😍
Setelah pertemuan kedua saudara itu, alhirnya Asya dan Vin sudah bisa tenang dan bisa tidur dengan nyenyak, begitu juga Aland, tidak ada lagi hal yang harus ia sembunyikan dari istrinya, ia bisa melakukan semuanya tanpa harus memikirkan tentang sisilah keluarga Asya dan teka teki yang tersimpan dari kematian ayah mertuanya, sekarang tinggal satu yang belum selesai, yaitu mencari orang yang menjadi musuh yang menghancurkan keluarga Vin dan membunuh orangtuanya.
"Delvin
"kalau begitu, aku pulang dulu ya sya, kamu baik-baik disini" kata VIN karna sudah terlalu lama ia dirumah adiknya, dan juga ini sudah waktunya untuk pulang kerumah
"tapi kak,,, apa kaka tidak bisa tinggal disini saja ya om?' tanya Asya dengan mata polosnya melihat kearah suaminya dan dnegan cepat Aland menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju
"tidak bisa seperti itu babe, Vin punya rumah sendiri dan harus tinggal disana" kata Aland sambil mencium pipi istrinya dnegan gemas, namun tatapan mata polos itu seolah tidak mau berpisah dnegan kakaknya
"satu malam ini kak Vin bisa tidur disini kan om, aku masih ingin sama kak Vin" kata gadis kecil itu sambil melihat kearah kakaknya
"Asya
"tidak bisa babe, Vin punya banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan, dan malam ini dia pulang dulu, tapi besok dia bisa menginap disini" kata Aland, namun Vin tau itu hanya alasan saja yang dibuat tuannya, ia tau akal bulus tuan seklaigus adik iparnya itu snagat licik
__ADS_1
"kak Vin, apa yang dikatakan om itu benar?" tanya Asya dengan mata seolah tidak menerima fakta yang dikatakan suaminya, dan benar adanya, Vin malah menggeleng tanda perkataan Aland salah
"aku bisa tidur disini kalau kamu mau sayang, pekerjaanku tidak terlalu banyak kok" kata Vin dengan senyuman yang licik dan melirik kearah Aland yang sudah menatapnya tajam
"vin!" suara bariton Aland sudah keluar, dan itu artinya ia tidak mau berdebat dan memperpanjang urusan, intinya Aland hanya ingin berduaan dnegan istri kecilnya malam ini, dan tidak boleh diganggu oleh siapapun
"om, kata kak Vin bisa tidur disni kok, ia kan kak?" tanya Asya dengan mata berbinar, namun kembali dijatuhkan oleh tatapan Aland yang mengisyaratkan sesuatu dengan Vin
"Aland
"tambah satu angka nol di rekening" ucap Vin dengan senyuman smirk dan menatap Aland dengan alis mata naik turun, ucapannya itu adalah isyarat yang harus dipenuhi adik iparnya itu wkkwk 🤣🤣
"dasar mata duitan, untung saja kau kakak dari istriku" kata Aland dengan kesal dan mengalihkan pandangannya kearah isrtinya yang tidak mengerti dengan mereka berdua
"baiklah,satu digit bertambah, tapi dengan satu syarat, besok kau handle semua dikantor" kata Aland tanpa harus dijawab Vin ia langsung menarik kaka iparnya untuk keluar dari rumahnya, sedangkan istrinya yang melihat itu hanya menatap bingung dan ingin bicara namun langsung disanggah oleh Aland
"sayang, besok kak Vin bisa tidur disini, dia lupa kalau masih ada pekerjaan dan pertemuan yang harus dia urus malam ini" kata Aland menjelaskan panjang lebar kepada istrinya agar gadis kecilnya mengerti
"tapi kata kak Vin dia gak punya pekerjaan iakan kak?" tanya Asya namun disambut kata tidak dari kakaknya, membuat gadis itu tertunduk lesu dan tidak bersemangat lagi
"maaf ya sayang, kakak harus mengerjakan pekerjaan kakak, tapi besok kakak janji bakal nginap dirumah kalian, kalau tidak ada pekerjaan" kata Vin dan tidak lupa menyematkan kata "kalau", membuat hati gadis kecil itu kembali runtuh oleh harapannya
"tadi katanya gak ada kerjaan, sekarang ada, kakak tukang bohong, sama kaya om tua ini" kata Asya marah dan kesal, ia langsung meninggalkan dua pria itu dan masuk kedalam rumahnya denga hati yang kesal dan airmata yang hampir merembes keluar
__ADS_1
"astaga, dasar anak kecil, ada-ada saja hal yang membuatnya kesal" kata Vin menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya yang menggemaskan
"begitulah dia Vin, kadang aku sendiri pusing membujuknya" kata Aland sambil memijit kepalanya melihat tingakh random dari istri kecilnya, namun hal itulah yang membuat pria itu makin tidak ignin kehilangan AAsya
"tapi kau dikatai tua Al, dan itu tidak jauh dari fakta" kata Vin tertawa keras dan langsung berlari masuk kedalam mobilnya, taku kalau pria itu mengejarnya dan bisa-bisa ia pulang dnegan wajah yang lebam dan masuk rumah sakit🤣🤣😒
"enak saja kau, awas saja satu angka nol tidak jadi tambah!" teriak Aland dengan kesal namun tidak dipedulikan oleh asistennya, Vin memacu mbilnya untuk keluar dari halaman rumah itu dan cauuu pergi meninggalkan kawasan itu
berbeda dnegan Vin, Aland justru pusing memikirkan bagaimana cara membujuk gadis kecilnya yang sudah terlanjur marah dan kesal, padahal itu bukan sepenuhnya kesalahan Aland, namun apa boleh buat, yang namnya laki-laki harus selalu salah, dan itu sudah menjadi hukum alam wkwkwk🤣🤣
pria itu masuk kedalam rumahnya dan langsung emngucinya, maklum baru satu hari dirumah baru mereka dan belum membutuhkan pelayan yang harus 24jam ada disana, dengan hati yang siap untuk kena ultimatum dari istrinya, Aland melangkah masuk kekamarnya, dan sudah ia pastikan, istri kecilnya pasti sedang ngambek ria disana
"babe, jangan marah hem..?" kata Aland dan mendekati gadis kecilnya yang menutupi dirinya dengan selimut tebal agar suaminya tidak melihat kalau disinya menangis
"jangan sentuh aku om!!" kata gadis itu dari balik selimut dan nafas yang memburu karna panas, namun hal itu tidak ia hiraukan, karna rasa kesal kepada suaminya masih tetap membara 😒🤣
"babe, jangan menutupi diri seperti itu, kamu akan sesak jadinya" kata Aland dan mencoba menarik selimut dari tubuh iatrinya, dan melihat wajah Asya yang memerah karna habis menangis
"jangan sentuh Asya om, om Aland jahat!!" kata gadis itu dan memayunkan bibirnya, membuat Aland gemas dan langsung mencium pipi gemas Asya
"jangan marah lagi hemm?, besok Vin akan nginap disini, tapi dengan satu syarat" kata Aland dan membuat mata polos Asya melirik kearahnya
"apa itu" tanya bibir mungil itu dengan wajah yang sudah terlihat cerah seperti semula
"4 ronde" akta Aland dan langsung menghujam istrinya dnegan ciuman, tanpa menunggu persetujuan dari gadis kecilnya itu
__ADS_1
next
maaf ya readers hari ini telat up, dan upnya gak banyak, othor lagi sakit, plus banyak kerjaan, semalam juga begadang, jadi readers harap maklum 😍😍