Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 81, Jangan Gegabah


__ADS_3

S******esuatu yang terburu-buru pasti hasilnya hanya terburu-buru\, tidak semuanya\, namun hasil dan konsekuensinya terlalu berat untuk diterima\, aku bisa saja meyerang bahkan menghabisi semua sekarang\, namun masih ingat dengan istri dan orang sekitarku jauh lebih penting dari para bajingan buruk itu\, sampai sekarang aku masih bertahan


~Aland Chevalier


Terhitung dari kemarin lusa saat ini Al dan Asya serta Vin sudah dua hari di Vila Milik Darrec, dan banyak hal yang sudah mereka diskusikan, bukan langsung di depan Asya karna mereka takut bumil itu terllau pemandangannya dan takut tidak melakukan apapun lagi, takut bumil itu tidak dengan bebas melakukan apapun dan itu akan mempengaruhi pikiran dan membuat murung


"Hallo mas, bang, Dar, apa yang sedang lakukan lakukan siang-siang begini?, ke kantor malah diam dirumah, aku sudah aman kalian tidak perlu khawatir, lagipula nanti Chloe mau kesini katanya" kata Asya saat membawa salad buah dari dapur dan mendekati ketiga pria yang masih ada dimeja ruang tamu Vila


DEG....


salah satu dari jantung ketiganya berdebar kencang, dia tidak tahu apa yang namun terjadi saat mendengar nama gadis yang selalu membuat kesal dan marah membuat pria itu tidak baik-baik saja.gelisah, mungkin itu yang ia rasakan


sementara yang lain, termasuk Darrec mendnegarkan gadis yang kagum akan datang dan bersemangat, ia tadinya ingin mendatangi Chloe langsung kerumahnya, namun takdir berkata lain itu akan mendatanginya


"jam berapa dia akan datang kakak ipar?"tanya Darrec kepada bumil yang menikmati saladnya sambil sanderan kepada suaminya, dan Al mengelus lembut kepala sang istri dengan lembut


"tidak tau Dar, saja tadi Chloe bilang akan selesai selesai dari kampusnya, sekaang mereka dan Garvin sedang dikampus untuk melakukan daftar ulang, Kemana lagi mereka akan kuliah" kata Asya dan ucapan terakhirnya seolah ada rasa yang ia sembunyikan, dan Al paham akan itu


"sayang...?"Al mencium kepala Asya dan membenarkan posisi duduk istrinya, ia tau bumilnya itu berkecil hati melihat sahabatnya merasakan bangku kuliah, sementara sudah akan menjadi seorang ibu dari buah cinta mereka dengan Al

__ADS_1


"tidak apa-apa mas, lagian aku juga bisa kuliah mengurus rumah tangga nanti kalau beby sudah lahirkan" kata Asya tersenyum seolah tau apa itu suaminya, dan Asya senang dnegan perlakukan Al seperti


"aku ikut saja dengan mu sayang, aku dukung selama itu baik-baik saja dan tidak terluka Al dan jauh dariku" Al dan diangguki As ucapya, sedangkan Delvin kakakipar Semua hanya mengatur irama jantung yang berdebar berdebar


"Vin, urus semua yang tadi aku katakan, dan ingat jangan terlalu gegabah dalam bertidak, kita lihat bagaimana mereka melakukannya dan mengatur dulu" ucap Al dan diangguki Vin, pria itu sungguh tidak fokus dengan apa yang ia kunjungi, namun masih bisa mendengarkan


"Sayang, kita ke atas ya, kalau Chloe sudah datang kamu sama dia, aku harus mengurus sesuatu yang tertinggal di kantor" kata Al dan mengajak bumil itu istirahat terlebih dahulu, agar nanti ketika itu ditinggalkan bisa menunggu waktu dan sahabatnya.


"Vin, kau boleh memberitahu kepada anak-anak lain, dan kau Dar!, kau urus semua yang masih bercelah, jangan menyisakan ruang cahaya untuk mereka masuk" kata Al menunjuk kedua pria itu, dan langsung diangguki keduanya


selah kepergian Al dan istrinya, Vin melihat ke arah Darrec yang sedikit sumringah karna mendapat info dari adiknya, "kau terlihat senang Dar, ada apa, apa kau dapat slot dari Scetter?"tanya Vin membuat Darrec melemparkan bantal sofa kepada pria itu


"apa kau pikir uangku kurang makanya aku harus bermai judi yang belum seberapa itu?'kata Darrec dnegan gaya arogant mmebuat Vin tidak tahan dengan ekspresi itu


"Vin, jika nanti gadis itu datang, kau harus membantuku untuk dekat dengannya, aku tidak sabar lagi dia datang, aku bertemu dengannya, dia gadis yang unik dan bisa dibilang sangat aktif?"ucap Darrec semakin membuat hati Vin bergemuruh berapi-api, ingin rasanya pria itu melemparkan Darrec ke laiut saja


"iya Dar, aku tau dan jangan menggangguku, kau tunggu saja gadis bar-bbar itu, aku pusing dengan pekerjaanku" kata Vin dan berjalan meningglakan Darrec, yang sebenarnya ia ingin berjanji lebih dulu dan kembali dengan sifat dan cueknya


"ada apa dnegannya, mungkin lagi PMS kali ya" gumam Darrec mengangkatnya dan memutar bola mata.jenuh, itu yang ia rasakan, tidak punya teman untuk bercerita

__ADS_1


stara dirumah gadis yang ditunggu-tunggu Darrec, yaitu Chloe, gadis itu sibuk menyapkan apa yang harus ia bawa ke Vila Darrec. Asya sudah menceritakan semuanya sehingga ia juga tidak sabar ke tempat itu, ia juga merindukan pria kocak yang dulu pernah ia anggap pria menyenangkan


"apa aku harus membawa ini juga, tapi kan Asya lagi hamidun ya" gumam gadis itu sambil memegang sebuah kotak entah apa isinya kita tidak tau


"mungkin lain kali aja deh, bawa ini aja dehh, mungkin nanti si pria dingin itu mau makan" ucap Chloe memasukkan kue kering khas italia yaitu amaretti yang sebenarnya tidak asing lagi untuk mereka, namun karna sudah lama di Indonesia mungkin mereka jarang memakannya


"selesai sudah" ucap Chloe sambil menatap apa yang sudah ia persiapkan, gadis itu tersenyum membayangkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi


"apa pria tua itu bakal senang aku datang atau tidak ya??"tanya Chloe masih ragu dnegan Vin, pasalnya ketika mereka sudah bertemu pasti tidak akan aman, yang ada mereka selalu tanpa objek, namun saat saling membutuhkan keduanya mendukung satu sama lain


sayaya sudahlah, senang atau tidak itu urusannya, yang pasti saya ingin bertemu Asya" kata Chloe dan pergi kekamarnya untuk mengganti bajunya, gadis itu terlalu senang dan dia tidak tau apa yang harus ia senangkan, ia sudah sering bertemu dnegan Asya, namun sekarang perasaan itu sungguh tidak bisa dikendalikan


lama memilih baju yang akan ia kenakan, dan akhirnya pilihan Chloe jatuh kepada baju dress selutu berwarna biru langit dengan polos dan sangat pas di tubuh gadis itu, apalagi Chloe sengaja mencepol rambutnya keatas dan memperlihatkan leher jenjangnya yang putih mulus dan bersih


"mungkin seperti akan terlihat simple dan tidak membuatku ribet bukan?" tanya Chloe pada dirinya sendiri sambil melihat dirinya di pantulan kaca kamar sekali lagi, memastikan kalau tidak ada yang kurang dari penampilannya


"okeyy, let's go sayang" ucap gadis itu dan keluar darikamarnya, hari ini lymayan banyak aktivitas yang ia lakukan, namun karna ada Garvin sahabat SMAnya yang membantunya membuat semua selesai cepat, dan kabar Asya yang sampai kepada Garvin membuat pria itu sakit hati dan bahkan ingin merebut Asya kembali


namun Chloe mencegahnya dan mengatakan kalau sampai Garvin melakukannya, Chloe sendiri yang akan uturn tangan menghabisi pria itu

__ADS_1


Selanjutnya


saya lupa ,like,komen, dan favorit kalian ya readers😘😘


__ADS_2