Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
121~S3


__ADS_3

...___...


Benar juga.


Mengapa dia selama ini mencoba menjauh dari Della. Seolah dia begitu memaksakan gadis itu untuk bisa menghapus perasaan dan melupakan nya.


Bukan kah semua nya berawal dari nya. Dari sikap nya. Lalu, secara tidak langsung dia memaksa gadis itu untuk menghapuskan perasaan cinta nya setelah dia memberi nya peluang untuk Della menaruhkan hati pada nya.


Memang nya Della meminta rasa itu, tidak. Dan tidak semudah itu untuk menghapuskan perasaan yang mungkin sudah tertanam sangat dalam di hati nya.


"Terus sekarang gue harus gimana Gen ?" Lirih laki-laki itu. Dia merasa sudah sangat bersalah sekali pada Della. Bersalah, karena sudah begitu menaruhkan harapan cinta yang tak pernah mendapatkan balasan untuk nya.


"Mau gimana lagi, lo udah terlanjur nikah sama cewek itu. Dan Della, mungkin udah bener-bener sakit hati sekarang !" Cetus Genna pada kakak nya itu.


...___...


Di sisi lain.


Tak jauh dari seorang kakak dan adik yang sedang berbicara itu, Hilma berdiri di balik tembok dan mendengar semua nya.


Dia tertunduk, pun merasa sangat bersalah karena sudah hadir di dalam kehidupan seorang Gleen. Tak seharus nya dia hadir, yang membuat hancur keluarga Malik terlebih lagi Della, yang dia tahu perempuan itu sangat mencintai Gleen, suami nya, namun tidak pernah mendapat kan balasan Cinta yang sama.


Hilma merasa, semua kekacauan ini karena kehadiran nya.


...___...


"Seharus nya kamu malu, karena sudah hadir dalam kehidupan anak saya !"


Hilma ter-jingkat, terkejut akan ucapan yang bersuara dari arah belakang tubuh nya.


Perempuan itu menoleh, memutar tubuh nya ke belakang dan mendapati sosok Anan Malik yang entah sejak kapan berdiri di belakang nya.


"O-om..." Lirih Hilma, dia gugup kala berhadapan dengan laki-laki yang bisa di sebut sebagai ayah mertua nya saat ini.


Tapi, mungkin Anan tidak akan pernah mengakui nya sebagai istri dari putra nya.


"Saya minta maaf karena sudah menilai buruk kamu, tapi saya minta, tolong menjauh lah dari anak saya."


Hilma seketika memberanikan diri mengangkat wajah nya menatap Anan. Terkejut sekaligus tak percaya akan ucapan laki-laki itu.


"Saya akan memberikan kamu kehidupan yang layak, ingin melanjutkan kuliah, atau sebuah pekerjaan saya bisa memberikan nya. Dengan syarat, tinggalkan anak saya sejauh mungkin !"


...___...

__ADS_1


Hilma mendudukkan diri nya di kursi pinggiran trotoar tempat orang berjualan. Ia terdiam merenung memikir kan ucapan Anan Malik tadi saat di rumah sakit.


Ya, benar. Kehadiran nya dalam kehidupan seorang laki-laki bernama Gleen Malik itu adalah sebuah kesalahan besar.


Laki-laki itu begitu membela nya hanya karena sebuah rasa kasihan, diri nya yang tak punya siapa-siapa, di tindas oleh orang-orang karena rasa insecure nya, terlebih lagi karena sudah di sia-sia kan oleh Abang kandung nya sendiri.


Ya, mungkin hanya sebatas itu. Sebatas hanya karena laki-laki itu tidak bisa melihat seorang perempuan menderita dan di sakiti.


Kehadiran nya, kini membuat kehidupan laki-laki itu semakin hancur.


"Hiks..hiks.." Hilma menangis. Entah kehidupan macam apa yang harus dia jalani. Tak punya orang tua, keluarga atau siapa pun lagi. Bahkan suami pun, kini harus rela dia lepaskan demi kebaikan laki-laki itu.


Tapi, mengapa harus ada skenario untuk nya bertemu dan mengenal seorang Gleen Malik. Mengapa dia harus menerima semua perlakuan dan sikap lembut nya. Apa kah sikap laki-laki itu akan selalu begitu untuk setiap wanita.


Terlebih lagi Della, yang pada kenyataan nya sudah jatuh cinta karena semua sikap lembut nya.


Dan sekarang, kepada nya. Di saat dia mulai menaruh hati dan bersimpati akan ketulusan sikap Gleen pada nya, tapi dia harus menelan kenyataan jika sesungguh nya laki-laki itu tidak pernah mencintai nya.


Ya, laki-laki itu suka sekali membuat baper anak orang dengan perlakuan-perlakuan manis nya. Membuat setiap gadis jatuh cinta, tapi dia justru tak merespon setiap perasaan wanita yang sudah menjadi korban nya.


"Hiks..hiks.."


Hilma justru semakin mengencang kan tangisan nya. Membuat perhatian orang-orang di warung bakso pinggir jalan itu menatap ke arah nya.


...___...


Della, terpaksa harus kembali ke rumah sakit karena harus menjemput si adik tampan, Kaireel. Bocah tampan itu tak bisa jika harus tinggal bermalam di rumah sakit. Sementara Genna, dia harus tetap tinggal untuk mengurus segala keperluan mommy nya.


Candra, dia mendadak harus pergi ke luar kota karena urusan pekerjaan. Pun dengan Anan, kini dia harus meng-handle segala urusan kantor nya seorang diri. Andrian pun sedang tak ada di rumah karena harus mengantar sang mama chekout soal kesehatan nya di Singapura.


Maka dengan terpaksa nya ia harus kembali ke rumah sakit demi menjemput sang adik untuk membawa nya pulang. Perempuan itu sudah menyiapkan hati dan perasaan nya jikalau ia sampai bertemu dan berhadapan dengan Gleen lagi.


Move on, move on.. Pikir nya.


Della membuka pintu ruangan Cinta perlahan. Sebelum melangkah kan kaki nya dia mencoba mengatur nafas nya agar tetap tenang. Bahkan objek yang pertama dia lihat di dalam ruangan cinta adalah sosok laki-laki itu, Gleen, yang ingin dia hindari sekarang.


"Kaireel...!" Seru Della memanggil sang adik yang tengah asik bermain game di sofa.


"Ayok pulang dek..!" Seru nya lagi sambil melangkah menghampiri bocah itu. Ia mencoba tak perduli akan hal apa pun selain tujuan nya untuk menjemput Kaireel.


"Kakak, bentar deh tunggu mama !" Ujar Kaireel karena Genna sedang pergi menebus obat.


Hanya ada Gleen di sana yang justru membuat Della merasa canggung dan tak nyaman. Sementara Cinta, wanita itu tengah tertidur dan tak sedikit pun terganggu oleh ke datangan nya.

__ADS_1


Canggung dan tidak enak sekali rasanya, hanya saling diam seperti orang yang tidak pernah saling mengenal.


Ini.. Genna juga kenapa tidak datang-datang sih. Berada dalam satu ruangan dengan Gleen lama-lama membuat Della terasa pengap dan sesak nafas.


Berulang kali, dia melihat ke arah pintu dan berharap untuk Genna segera kembali. Pun sesekali melirik Gleen yang mungkin tidak akan pernah perduli dengan kehadiran nya.


Ah.. apa an sih Dell.. Stop berharap pada laki-laki itu untuk memperdulikan mu.


.


.


.


.


Deg !


.


.


.


Namun seketika Della buru-buru mengalihkan pandangan nya kala tanpa sengaja saat dia menatap ke arah Gleen, dan laki-laki itu pun juga sedang menatap ke arah nya.


Mata mereka seketika bertemu, membuat Della terperanjat dengan jantung yang berdegup kencang.


Dasar jantung sialan ! tak bisa di ajak kerja sama. Gerutu Della.


...___...



Visual Della ya gengs 😁


Btw aku lupa nama panjang nya Della itu siapa 😂 ayo yang tau komen ya gengs 🙏😂




Babang Gleen dudul 🤭🤭

__ADS_1


Duhh... suka bikin gak tahan si babang Gleen mah ah...😫🙈🙈


__ADS_2