Cinta Sugar Daddy

Cinta Sugar Daddy
BAB 144, S2


__ADS_3

"bagaimana kondisinya sus?"  tanya Wili saat melihat suster yang menangani Diana keluar dari ruangan dimana bumil itu diperiksa


"bayi san ibunya sehat dan baik baik saja tuan, hanya saja mereka butuh istirahat dan ibunya tidak boleh kelelahan, belum lagi emosi ibunya kurang stabil dan juga kehilangan banyak energi dan cairan tubuhnya", ucap dokter yang menangani Diana, semenatara para suster sibuk memasang alat infus ditubuh Diana


"lalu apakah dia bisa pulang hari ini dok? atau harus nginap dulu?",tanya Wili lagi, penasaran bagaimana kondisi Diana saat ini


"untuk lebih mendapat hasil yang maksimal kami menyarankan untuk nginap mungkin dua tiga hari kedepan tuan, setelah itu kita bisa lihat perkembangannya lebih lanjut nanti",ucap dokter itu dan dijawab iya oleh Wili


seperginya dokter itu,Wili masuk kedalam ruangan Diana dan melihat wanita itu berbaring lemah disana, Wili langsung menghampiri dan duduk disebelah Diana


"bagaimana keadaanmu?, apakah sudah sedikit membaik?",tanya Wili kepada wanita itu, sekarang Diana terlihat sangat lemas


"sedikit membaik,Terimakasih telah menolong saya tuan",ucap Diana lemas dan sambil ingin bersandar,dengan cepat Wili membantunya


"sama sama, tidak usah canggung begitu. aku orang baik baik, namaku Wili",ucap Wili sambil menyodorkan tangannya dan langsung disambut Diana dengan senyuman


"Terimakasih Wili, namaku Diana bisa panggil Dina saja",ucapa bumil itu dan mereka sama sama tersenyum


namun seketika Diana sadar dan ingat, adiknya Ratih pasti menunggu dirinya dirumah, ia langsung mencari ponselnya


"ada apa Dina?",tanya Wili melihat raut wajah Diana yang tiba tuba berubah dan sedang mencari sesuatu


"aku mencari tasku Wili, tapi tidak ada ku lihat",ucap Diana sambil terus menatap seluruh ruangan itu namun nihil


"ohh astaga tasmu ya, ada dimobilku, sebentar aku ambilkan dulu",ucap Wili dan ijin untuk keluar dari ruangan itu


seperginya Wili, beberapa orang telah mengincar ruangan Diana sejak tadi, mereka bahkan memakai pakaian yang sama sama hitam dan mencolok,namun tidak peduli tatapan orang orang disana

__ADS_1


"masuk, dan pastikan kalian tidak membuat keributan disana, wanita itu pasti shok,tapi bagaimanapun caranya kalian harus bawa dia keluar",ucap seseorang dibalik microphon yang digunakan orang orang baju hitam


"baik tuan, kami laksanakan",ucap mereka dan bergegas masuk kedalam ruangan Diana


Diana yang saat itu menunggu kedatangan Wili langsung kaget melihat orang orang yang datang dengan pakaian serba hitam, ia ketakutan dan berusaha berteriak


"jangan takut nona, kami bukan penjahat, kami hanya menjalankan perintah atasan untuk membawa nona kepada tuan kami",ucap salah seorang dari mereka


"aku tidak mau ikut kalian, aku tidak mengenal tuan kalian,jadi tolong keluar dari ruanganku",ucap Diana ketakutan sambil menangis


"tuan, wanita ini tidak mau. dia menangis membuat pusing saja",ucap pria itu kepada atasannya


"jangan paksa, kasihan jika harus merasakan tekanan lebih besar dan menbuat dia stres, kalian tanya saja bagaimana kandungan wanita itu",ucap seseorang itu


"baiklah nona jika tidak mau ikut, sesuai perintah tuan kami, bagaimana kandungan nona saat ini? apakah baik baik saja atau ada gangguan?",tanya orang itu membuat Diana heran bagaimana mereka tau kalau dirinya sedang hamidun


"jawab saja nona agar kami pergi, kalau tidak mau tak mau nona kami bawa sekarang juga",ucap orang itu membuat Diana tidak habis pikir, ada juga orang seperti ini pikirnya


"baik, kami baik baik saja, anakku dan aku baik. kalian tidak perlu khwatir",ucap Diana dan membuat mereka mengangguk paham


dengan cepat mereka semua keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Diana sendiri disana, saat itu juga Wili datang membawa tasnya


"ada apa Dina,mengapa wajahmu sepucat itu? apa ada sesuatu yang kamu rasakan?",tanya Wili khawatir, ia takut Diana tiba tiba pingsan lagi,mengingat wanita itu saat ini sedang mengandung


"tidak Wili, hanya saja ada orang asing yang datang keruanganku saat kamu pergi, mereka tidak jahat, tapi aku bingung, mereka datang hanya bertanya tentang anakku saja",ucap Diana masih dengan wajahnya yang bingung dan tidak mengerti


"hemm baiklah,ini tasmu. jika boleh bertanya dimana suamimu Dina,tadi siang mengapa kamu hanya sendiri,maaf jika aku lancamg bertanya",ucap Wili dengan wajah yang takut, takut kalau pertanyaannya menyinggung Diana

__ADS_1


"tidak apa wili, terimakasih. suamiku sudah berpisah denganku, aku hamil saja dia tidak tau, tadi siang aku habis dipecat dari tenoat kerjaku, karna tidak mau menanggung resiko karna aku hamil",ucap Diana tersenyum, namun dibalik senyuman manis itu tersimpan banyak luka dan derita yang ia rasakan selama ini


"maaf Dina, tidak ada maksud untuk membuatmu mengingat hal yang mungkin tidak ingin kau ingat", kata Wili tidak enakan karna membahas hal yang menurutnya privat seseorang


"tidak apa Wili,aku sudah berdamai dengan luka ku, sekarang aku hanya fokus untuk masa depan dan anakku",ucap Diana dan membuka tasnya, ia merih ponsel miliknya dsn melihat panggilan adiknya sudah berapa ratus kali


"sebentar Wili, aku menelfon adikku dulu. kasihan dia menungguku sendiri dirumah tanpa ada kabar dariku",ucap Diana dan langsung menelfon Ratih khawatir adiknya mencarinya keluar rumah


"bagaimana Dina?",tanya Wili saat Diana selesai berbicara pada adiknya ditelpon


"dia baik saja, untung tidak sampai mencariku keluar rumah. aku juga sudah bilang besok baru bisa pulang",ucap Diana dan diangguki oleh Wili


"Wili, kalau kamu mau pulang, pulang saja aku bisa sendiri disini. jangan khwatir, aku bisa mengurus sisanya, makasih sudah memmbawaku kesini",ucap Diana yang berutang budi pada Wili,


jika bukan karna pria ini, mungkin Diana akan pingsan dijalan dan tidak ada yang menolongnya, mungkin dia akan mengakhiri hidupnya dijalanan,namun takfir berkata lain Tuhan masih sayang padanya dan anaknya


"tidak Dina, kamu istirahat saja. aku akan menemanimu malam ini, anggap saja sebagai pertemanan kita",ucap Wili tersenyum


Diana yang tidak enakan menjadi kikuk, mana mungkin dia menyuruh seseorang yang baru saja ia kenal menunggui dirinya sampai besok, tidak baik seperti itu pikir Diana


"tidak apa Wili, kamu pulang saja. kasihan kekuargamu menunggu kepulanganmu, lagi pula tidak baik seorang suami orang menjaga wanita lain yang baru dikenal",ucap Diana sebaik mungkin agar tidak mmebuat Wili sakit hati atas ucapannya


"siapa bilang aku suami orang Dina, aku masih single jangan berpikir aneh aneh, kamu istirahat saja, aku akan menemanimu",ucap Wili tersenyum oleh ucapan Diana, sedangkan bumil itu kikuk karna salah bicara dan sok tau wkwkk


next


jangan lupa like,komen,dan favorit kakian readers😍😍

__ADS_1


__ADS_2