
****Buat para readers yang sudah like, komen,dan favorit kalian, othor sangat berterimakasih, dan makasih juga buat saran dan kritik kalian, semuanya othor terima dengan baik dan malah sangat berterimaksih untuk kalian semuanya, mungkin di bab sebelumnya banyak yang typo, atau penempatan katanya kurang, dan bahasanya juga terlalu ambigu, tapi kedepannya othor akan berusaha semaksimal mungkin dan memperbaiki setiap kata agar raeders nyaman membacanya, tetap dukung othor dan doakan semoga sehat dan tidak ada kendala, berhubung othor juga mahasiswa dan banyak tugas dari kampus, kadang tidak bisa menyempatkan waktu untuk mengetik panjang, othor harap kalian maklum karna othor juga ngetik pake ponsel yang kadang keyboardnya ngajak gelud wkwkwk, tengkiuu readers ;)**
***Bagaimana pun hasilnya nanti, yang terpenting aku dan dia punya ikatan yang sah didepan agama dan hukum, aku tidak akan membuatnya direbut atau pergi dari hidupku, mungkin pikiranku tidak sejalan dnegan hatiku, tapi aku bisa merasakan dia berarti untukku, sekarang, dan masa depanku
******~Aland Chevalier
Beberapa hari setelah kedatangan Asya dan keluarga Aland kepemakapan orangtua Asya, akhirnya kedua sejoli itu akan menggelar pernikahannya dengan segela persiapan yang sudah dilakukan oleh Aland dan orang-orangnya, walaupun pernikahan mereka tidak mewah dan banyak tamu undangan, tapi itu bukanlah sesuatu yang dipermasalahkan oleh Asya maupun Aland, yang terpenting untuk mereka adalah ikatan suci diantara mereka berdua.
beberapa hari yang lalu juga, Aland dibuat mati kesal oleh bibinya Agatha , karna bibinya itu mengajak Asya untuk sementara tinggal bersama mereka diapartemen, hal itu membuat Aland beberapa hari ini uring-uringan karna tidak bisa memeluk gadis kecilnya ditempat tidur,tidak bisa bermanja dengan Asya saat pulang bekerja, namun hari ini Aland merasa bahagia, karna akan bertemu dengan gadis kecilnya untuk fitting baju pernikahan mereka
Aland yang sudah bersiap dikantor menunggu telfon dari bibinya untuk mengabarinya agar segera datang ke tempat butik yang dipilih bibinya menyiapkan baju pernikahan mereka
sedangkan ditempat lain, Asya dan Agatha sedang bersiap untuk pergi ke butik yang sudah menjadi pilihan Agatha untuk menyiapkan yang terbaik untuk keponakannya dan untuk calon menantunya, walaupun hanya sekedar keponakan saja, Agatha begitu menyayangi Aland dan akan melakukan yang terbaik untuk Aland
__ADS_1
"sya, udah siap belum sayang?" tanya Agatha kepada Asya yang masih berada dalam kamra, yang seharusnya ditempati oleh Darrec namun mereka sementara berganti, Darrec tidur di apartemen Aland dan Asya tidur di apartemen paman dan bibinya
"maaf ya bi lama menunggu, Asya udah siap bi" kata Asya merasa tidak enak karna bibinya terlalu lama menunggu dirinya, karna Asya tadi harus bersiap mandi dan sebagainya menjadi sedikit lama, maklumlah Asya selama disini selalu mengambil alih pekerjaan memasak dam membersihkan apartemen, meskipun selalu dilarang oleh Agatha namun gadis kecil itu selalu menolak
"ya sudah kita langsung kesana saja, nanti bibi akan telfon Aland untuk datang menemui kita" lkata Agatha sengaja menyebut nama Aland karna ia tau, gadis Aland itu pasti khawatir dengan pria tua itu, karna tidak ada yang mengurusnya
"om Aland datang juga bi?, terus paman juga ikut?" tanya Asya dengan polos mmebuat Agatha semakin gemas melihat tingkah calin menantunya itu, kepolosan dan kebaikan Asya mampu meluluhkan hati Agatha, ditambah lagi Asya adalah anak yang dulu pernah mereka ingin jodohkan untuk Aland, namun tidak harus dojodohkan, jodoh datang sendiri bukan?
"bukan sayang, hanya pria tua itu yang akan datang, kalau paman dan Darrec tetap di perusahaan menghendel pekerjaan disana, kan Aland akan menemani kita untuk fitting baju kalian, jadi paman dan Darrec akan menggantikan Aland sementara" kata Agatha dengan lembut dan diangguki oleh gadis polos itu, akhirnya mereka melaju kebutik yang akan mereka tuju, sembari Agatha memberitahu Aland untuk datang kesana lebih cepat
tidak memakan waktu yang lama, mereka kahirnya datang secara bersamaan dnegan Aland yang juga baru sampai disana, dengan senang hati Aland langsung melangkah mendekati gadis kecilnya dan memeluk Asya dengan tidak tau malu wkwk
Agatha yang melihat tindakan Aland yang selalu menempel dengan Asya membuat perempuan paruh baya itu mendegus dan langsung melototkan matanya melihat Aland
Asya yang melihat kekasihnya dimarahi hanya bisa diam dan menahwan tawa, baru kali ini ia melihat Aland kena marah dan langsung menciut tidak bernyali, membuat gadis itu tertawa lucu
"selamat datang di butik kami, apa yang bisa kami bantu bu?" tanya pelayan yang ada disana sambil tersenyum ramah, namun dari sorot matanya ia lebih memperhatikan Aland yang baru masuk kedalam
__ADS_1
"dimana menejer kalian, saya sudah pean baju langsung darinya" kata Agatha dengan tersenyum namun wibawa dan ketegasannya tetap nomor satu
"tunggu saya panggilkan ya bu, silahkan duduk dulu bu" kata pelayan itu dan dianggukioleh mereka, pelayan itu masuk kedalam ruangan dan keluar dengan seseorang kemungkinan itu adalah menejer mereka
"hallo bu, alhirnya yang ditunggu datang juga, mau langsung dicoba sekarang bu bajunya?" tanya manejer wanita itu dan langsung diangguki oleh Agatha, wanita itu mengajak Asya masuk kedalam untuk mencoba beberapa jenis dan model baju yang mereka buatkan khusus untuk tamu VIP mereka
Asya yang biasanya hanya memakai baju yang berbahan polos dan gaya sederhana, diperlihatkan dengan baju yang sangat elegan dan mewah, mu gkin harganya saja Asya akan kaget mendengarnya, belum lagi banyak manik-manik baju itu yang menutupi tilenya membuat baju itu berat dan sedikit terbuka
Asya keliuar dengan malu-malu kucing saat pertama kali saja melihat baju itu dia sedikit enggan memakainya, namun karna sudah terlanjur didesain, maka mau tak mau Asya harus mencobanya
perlahan mata Aland melihat siapa yang baru saja keluar dari kamar ganti, matanya terbelalak melihat sosok gadis kecilnya sedang berpose cantik didepan matanya, belum lagi melihat senyum Asya yang mengembang membuat detak jantung Aland berpacu dnegan cepat, namun ia selalu meyangkal itu, ia hanya menganggap Asya sebagai gadis miliknya, bukan gadis yang ia cintai
"bagaimana om, bi, apa cocok untuk Asya?" tanya gadis itu dengan menatap kedua orang yang ada didepannya, dengan cepat Agatha menggeleng, karna menurutnya baju itu terlalu mencolok untuk tubuh kecil Asya, lagipula Asya masih berumur belasan tahun, mana mungkin cocok dengan baju terbuka sepeeti itu
begitu juga dengan Aland, pria itu menggelengkan kepalanya, ia tidak amu gadis kecilnya memakai abju terbuka disaat acara mereka nanti, bisa-bisa tubuh Adya menjadi fokus para laki-laki yang menjaditamu undangan
Asya kembali kedalam kamar untuk mencoba baju yang lain, sampai akhirnya Asya menemukan baju yang cocok untuknya, tertutup namun juga elegan, tidak melupakan gaya desain modern sekarang ini, Asya keluar dengan senyuman seolah mengatakan ia nyaman dnegan baju terakhir ini, begitu juga dengan Agatha dan Aland, keduanya mengangguk tanda setuju, dan kini giliran Aland yang mencoba bajunya, dibantu dengan pelayan pria di butik itu
__ADS_1
#next
maaf kalau ada typo atau kesalahan kata, janagn lupa like,komen,dan favorite kalian ya readers:)